Selasa, Juli 31, 2012

Training CC di Santan (31/7/2012)

Perjalanan subuh-subuh selalu exited bagiku. Kali ini jam 5 subuh kami menembus kabut pagi, memecah ombak Selat Makazzar dan mengalahkan rasa ngantuk menuju Santan tuk mengikuti training Catalytic Converter.

Sejak aku kecil, SD, aku sudah diajari memecah pagi, membuka toko jam 5 subuh, lalu ikut melayani orang belanja dan setelah itu pulang, mandi lalu berangkat sekolah. Hari minggu pun demikian, aku tak pernah, atau jarang sekali menikmati suasana pagi di tempat selain pasar. Pantas saja aku jadi sangat menghargai pagi, tak kan kulewatkan indahnya suasana pagi akibat terlambat bangun. Tak kan kubiarkan mentari bangun lebih dulu dari aku.

Training kali ini hanya training in house sehari karena ada 1 alat yg baru dipasang di sistem generator. Emisi gas buangan harus terukur sesuai regulasi pemerintah melalui KLH. Aku bersama Pak Prayitno, Pak Haji Agus dan Cholid "diutus" menyelesaikan session sehari sebelum off ini.

Training diadakan di Semangko Room. Sekitar jam 10 pagi kami sudah menyelesaikan teori dan lanjut istirahat ke kamar Edelweiss no 10. Untuk membunuh bosan, aku dan Pak Prayit hunting iseng di seputar mess hall, housing, kolam renang, klinik, parkir samping futsal hingga ke kebun kelapa arah lex plant. Siang itu begitu tenang menikmati view menawan.

Siangnya kami menuju generator room di Process Plant. Pak Widagdo menunjukkan cara meng-connect laptop ke Miratech Control System via RS232. Akhirnya sekitar jam 15.30 kami menyelesaikan training. 2 hal yg bisa ditiru dari Santan Process adalah adanya admin perempuan (cantik) dan coffee maker yg menyediakan kopi sepanjang hari. Tak ada yg bisa mengubah hidup kita kecuali kita yg mengubah sendiri. Mungkin itu quote of the day.

Tanpa direncanakan aku ikut pulang naik mobil Bukaka ke Balikpapan bersama Joko dan Mas Tono. Hendak hati memajukan skedul flight tapi karena harus nambah sekitar 900 ribu, niat itu diurungkan saja. Berangkat jam 16.30 dari Santan dan istirahat selama 40 menit di Samarinda, aku tiba di Surattown jam 20.30. Dan pagi ini aku menikmati kamar VIP Surattown menunggu flight ke Denpasar nanti sore. Astungkara.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Senin, Juli 30, 2012

Harga Oksigen

Harga Oksigen di Apotek Rp 25rb/ltr, harga Nitrogen Rp 9950/ltr. Dalam sehari manusia menghirup 2880 ltr Oksigen & 11.376 ltr Nitrogen. Oksigen & Nitrogen yg kita hirup jika harus dihargai dengan rupiah akan mencapai Rp.170jtaan/hr/manusia.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Darma Yatra ke Bromo

Pada tanggal 7 July 2012 kemaren Kadek ikut rombongan sembahyang ke pura Blambangan, Semeru dan Bromo. Rombongan yg diprakarsai Gusti Agung ini berbayar hanya 200 ribu per kepala.

Start dari Pandak jam 4 subuh dan keesokan malamnya 8 July jam 12 malam sudah sampai kembali ke rumah masing-masing. Berikut adalah jam-jam keberangkatan dan tempat persinggahannya. Mungkin bisa dijadikan catatan perjalanan berikutnya.

Pada Start di Pandak: 04.00
Rambutsiwi: 05.40
Gilimanuk: 07.45
Ketapang: 08.30
Muncar: 10.50
Muncar to Semeru: 11.45
Tiba Semeru: 17.00
Sembahyang: 19.00
Going to Bromo: 03.00
Sampe Bromo: 05.30
Start pulang dr Bromo: 12.45
Sampe Pandak: 12.00

Catatan: semua jam dalam WITA
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Selasa, Juli 24, 2012

Chairul Tanjung Si Anak Singkong (Buku#8)

Buku Chairul Tanjung Si Anak Singkong dibuka oleh sambutan Pemimpin Umum Kompas Gramedia, Jacob Oetama. CT kuliah di FKG UI angkatan 81 dari hasil gadai kain halus ibunya. "Belajarlah dengan serius, Nak" pinta ibunya.

Keuntungan pertama dari hasil memfotokopikan diktat teman2nya 15 ribu adalah momentum PD berikutnya. "Kuncinya adalah jaringan & kepercayaan. Dia pindah usaha fotokopi di bawah tangga kampus dgn meminta orang lain menjadi tukang fotokopi dan dia mendapat fee Rp 2.5/lembar.

Bisnis berikutnya CT mulai beralih menjadi pemasok alat-alat kedokteran di kampus. Dengan bantuan ayah temannya yg Jendral ia bisa berkenalan dgn importir dan mendapat jaminan Jenderal.

Karena aktivitasnya di kampus, CT pernah membantu 2 orang temannya untuk nego agar diluluskan kuliah Kewiraan. Dosennya adalah seorang Jenderal.

CT adalah mahasiswa yg aktif, seorang mahasiswa teladan, aktivis kampus sekaligus pebisnis. Ketua FKG angkatannya 81. Ia juga sebagai pelopor menolak masuknya "militer" ke kampus UI. Disitu pula ia menemukan satu kesimpulan bahwa politik itu jahat.

Tahun 84 ia pernah bisnis mobil dan pernah mempraktekkan tipu kecil-kecilan dengan memoles mobil seadanya lalu menjualnya dgn harga tinggi.

Ia kemudian menjadi pelopor seminar Talasemia dan hebatnya ia selalu mencari dukungan dari pejabat kampus dan orang-orang besar. Ia pula memelopori untuk membangun gedung khusus dan yayasan Talasemia.

Saat mempunyai keinginan jadi dosen ia dinasehati oleh dosennya, "Kamu itu punya selera bisnis yang lain daripada yg lain, bakat juga ada. Latihan sejak awal kuliah pun sudah dilakukan. Lupakan keinginan jadi dosen. Bicara pengabdian, banyak cara untuk mewujudkan itu."

Kegagalan pertama berbisnis saat mulai merambah bisnis alat kesehatan di luar kampus. Ketika CT masih suka mentraktir belasan temannya di kantornya yg menjadi "markas" teman-temannya. Akhirnya dengan gaya manajemen seperti itu usahanya bangkrut.

Pola pendidikan orang tuanya pula yg berperan besar dalam perkembangannya, mendidik lebih kepada bentuk dan contoh konkret.

Ketika kecil ia sekolah di SD dan SMP Katolik Vanlith yg mendidik dengan disiplin yg tinggi. SMA 1 Budi Utomo ia belajar teater. Dari teater ini ia belajar banyak hal, mulai dari teknik olah tubuh, olah vokal, kejujuran serta peduli pada sesama.

Ketika SMA ia pernah mendapat tugas untuk membeli tambang untuk tugas praktikum. Kalau saja ia tidak menawar harga tambang mungkin ia tidak akan bisa membeli es shanghai. Kesempatan tidak hanya dicari, tapi juga diciptakan.

Ia menjabat sebagai ketua alumus Boedoet dan terpanggil untuk melakukan reuni. Reuni dihadiri hingga 10 ribu orang dan mendapat rekor MURI, berhasil mengumpulkan 300 juta. Reuni berikutnya hingga 3 milyar. Dana ini digunakan untuk membenahi sekolah dari infrastruktur hingga SDM. Hebat!

Saat krisis moneter melanda Indonesia CT membeli Bank Mega dengan mendapat pinajaman lunak 120M dari BI. CT juga mendirikan bank syariah swasta pertama di Indonesia, Bank Mega Syariah tahun 2001.

Pernah menjabat sebagai Ketum PBSI berhasil mempertahankan piala Thomas pada tahun 2002. Pasca tsunami melanda Aceh CT mendirikan Rumah Anak Madani (RAM) tempat menampung anak-anak korban bencana. Juga mendirikan CTF dengan menerima anak-anak cerdas yg miskin. CT akhirnya menjadi wakil ketua dewan penasihat MUI.

Trans TV memulai siarannya Desember 2001 dengan biaya 400 M. Awal-awal mengudara TV ini harus menombok biaya operasional 30 M / bulan. Gila. Sejak Juli 2003 keuntungan sudah mulai mengalir. 4 Agustus 2006 CT membeli 55% saham TV7 dari Kompas Gramedia. Akhirnya menjadi Trans 7.

16 April 2010 CT membeli 40% saham Carrefour Indonesia. Saat itu Carrefour Indonesia menjadi milik orang Indonesia. Tahun itu memiliki 79 gerai dengan 63 hipermarket dan 16 supermarket.

CT sering mendapat dugaan negatif mulai dari dianggap dekat dengan penguasa dan ABRI hingga melakukan monopoli. Bahkan dianggap anteknya Anthony Salim. Tapi ia tak peduli. Kolusi yg baik antara pengusaha dan penguasa harus ditujukan untuk kemakmuran rakyat.

Menurut CT tahun 2025 akan terjadi aging population dimana usia produktif masa kini akan semakin menua. Setelah itu kemampuan ekonomi akan melemah. Untuk itu, selagi bisa dan mampu kita bekerja keras saat ini. Tidak boleh mengeluh capek dan harus bekerja keras.

30 tahun CT berbisnis mulai tahun 1981 pada masa awal kuliah hingga akhirnya bisnisnya berubah nama dari Para Group menjadi CT Corpora pada akhir 2011. CT Corp terdiri dari 3 subholding yaitu Mega Corp, Trans Corp dan CT Global Resources. Mega Corp bergerak di bidang perbankan, asuransi, pembiayaan dan pasar modal. Trans Corp di bidang media, lifestyle, hiburan dengan Trans TV, Trans 7, Detik.com juga Carrefour. CT Global Resources bergerak di bidang perkebunan.

Bagi CT semua orang berhak berhasil dan mengubah nasib masing-masing serta bebas memiliki cita-cita setinggi langit.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Chairul Tanjung Si Anak Singkong (Book#8)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Senin, Juli 23, 2012

10 Kelucuan Dik Nana (Part 6)

Dalam usianya yang ke 32 bulan ini Nana makin jahil, makin lucu, makin pintar tapi jujur dan lugu. Kelucuan Part 6 ini adalah kelucuan Nana dalam kurun 2 bulan terakhir setelah 5x10 kelucuan sebelumnya. Semoga bisa dinikmati.

1. Nana Masih Kecil vs Sudah Besar
Ketika bisa melakukan sesuatu, Nana kadang dipuji "Pinter ya Nana, soalnya sudah besar". Suatu hari ketika ia tak bisa mengambil bubble di atas meja yg agak tinggi ia komen sendiri, "Nana masih kecil ya Bu. Belum bisa ambil sendiri."

2. Nyonyok Masih Kecil
Nana sering melihat ibu netekin adiknya, Citta, dalam posisi tidur, miring, dan Citta tiduran di samping ibu, lalu proses mimik ASI dimulai. Suatu ketika Citta nangis, dalam bayangan Nana mungkin adiknya minta nyonyok (netek). Spontan ia naik ke tempat tidur, mengambil posisi persis seperti ibunya netekin, tidur di samping Citta lalu membuka sedikit baju kayak mau ngeluarin tetek. "Ibu, nyonyok (tetek) Nana masih kecil, belum bisa nyonyokin (netekin) Citta. Nana masih kecil ya." Spontan aja kami ngakak menyaksikan muka lugu Nana.

3. Obat Dingin
Suatu pagi ketika bapak minum obat batuk, Nana ikutan ngambil obat panasnya yg slalu stand by di atas rak. Kemudian Nana dikasi tahu kalo ia gak sakit gak usah minum obat, "Nana kan gak sakit. Itu obat panas Dik buat sakit panas." Nana membalas, "Kalo gitu ambilin obat dingin aja Pak, Nana mau minum obat dingin aja." Gubrakss.

4. Dilarang Bobo
Suatu pagi ketika sudah bangun Nana diminta keluar kamar buat lukis-lukis atau main lilin-lilinan. Mungkin ia masih agak ngantuk sehingga gak mau segera keluar tapi masih saja tidur-tiduran di atas kasur. Sambil nunjuk jendela ia ngeles, "Bu masih gelap kok. Boleh kok bobo". Karena mendung langit memang kelihatan masih gelap.

5. Ibu Takut Tokek
Di rumah Nana ada tokek yg suka sembunyi di balik gorden jendela. Suatu pagi ibunya Nana kaget setengah mati ketika hendak membuka gorden dan jendela, tak disangka tokek nongol di belakang gorden dan memperlihatkan tampangnya yg "mengerikan". Ibu meloncat dan berlari. Nana tiba-tiba datang dan dengan PD-nya ia berkata, "Ibu takut ya. Nana berani kok sama tokek. Nana kan sudah besar." Sambil ngintip-ngintip gorden jendela.

6. Bapak Motret Sama Temen
Pagi-pagi bapak sudah bersiap mau moto lalu pamitan sama Nana, "Nana, di rumah ya jagain ibu dan adik Citta. Bapak mau moto sama temen bapak." Nana membalas dengan mimik serius, "Iya Nana juga mau difoto sama temen-temen Nana nanti." "Temen-temen yang mana, Dik?" tanya bapak. "Temen-temen Nana di sekolah TK." Jawabnya asal. Sekolah aja belum Dik.

7. Tiwik Hamil Ya?
Ketika habis maem bareng kakak Tiwik, Nana melihat perut Tiwi kembung karena duduk, "Perut Tiwik besar. Tiwik hamil ya," komen Nana tanpa dosa.

8. Plesetan Pok Ami Ami
Nana sudah mulai hapal lagu-lagu anak-anak. Tak jarang ia mempelesetkan beberapa lagu dengan mengganti liriknya sesuka dia. Ketika malam sehabis dibikinin susu ia bernyanyi pok ami ami, "Pok ami ami beyayang kupu-kupu. Siang minum susu kalo malem maem nasi goreng," teriaknya dengan muka jahil.

9. Pie Susu Udah di Perut
Pagi-pagi Nana biasanya dikasi sarapan susu dan kue-kue kecil. Ketika diberikan pie susu dan ditinggal ke kamar nemenin Citta. Ketika keluar, pie susu sudah habis dan ibu bertanya ke Nana, "Dimana pie susunya Nana?" "Pie susu udah di perut Nana, Bu!" Jawabnya polos tanpa melihat ibunya karena ia sibuk mainin lego.

10. Ngeles Gak Mau Ambil Alat Masak
Suatu sore ibunya disuruh ambilin alat-alat masak. "Nana ambil sendiri dong, kan udah besar," paksa ibunya. Nana bersikukuh gak mau diambilin, "Kan ibu yg lebih besar, ibu dong yang ambilin." Ah Nana ngelesnya udah pinter. Nurun siapa ya?
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Attaka Readers Club

Seperti pembicaraan saya dengan Gatot Rahardjo di bus Balikpapan-Santan juga ngobrol singkat dengan Herry Irawan sembari menunggu boat ke Golf, ada baiknya kita segera bentuk kelompok baca di Attaka. Mungkin beberapa tujuannya antara lain untuk meningkatkan pengetahuan, sharing ilmu, juga cost cutting, menghemat waktu membaca buku karena anggota lain membuat ringkasan.

Disamping itu, konon menurut penelitian dengan membaca secara rutin juga akan meningkatkan daya ingat atau memperlambat kepikunan.

Kemungkinan kegiatannya mencakup sbb:
- Sharing buku, anggota membuat daftar buku yg dimiliki masing-masing, trus anggota lain bisa meminjam.
- Seminggu sekali melakukan sharing buku yg sudah dibaca, lalu diskusi dengan yang lain.
- Membuat ringkasan buku yg sudah dibaca kemudian dishare ke yang lain
- Sharing e-book melalui smartphone, PC, tablet dll, atau sharing link download e-book, juga alamat toko buku online.
- Dengan sharing buku ini juga menghemat pembelian buku para anggota, berarti menghemat biaya bulanan.
- Membuat blog untuk menampung hasil diskusi atau hasil meringkas buku agar bisa juga diakses oleh orang lain yg berminat.

Teknis pelaksanaannya:
- Setiap anggota hanya boleh meminjam 1 buku anggota lainnya, boleh meminjam setelah buku sebelumnya dikembalikan.

Saya kira segitu dulu sebagai pembuka. Untuk nama klub ada 3 pilihan:
- Attaka Readers Club (ARC)
- Klub Baca Attaka (KBA)
- Kelompok Baca Attaka (KBA)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Attaka Readers Club

Seperti pembicaraan saya dengan Gatot Rahardjo di bus Balikpapan-Santan juga ngobrol singkat dengan Herry Irawan sembari menunggu boat ke Golf, ada baiknya kita segera bentuk kelompok baca di Attaka. Mungkin beberapa tujuannya antara lain untuk meningkatkan pengetahuan, sharing ilmu, juga cost cutting, menghemat waktu membaca buku karena anggota lain membuat ringkasan.

Disamping itu, konon menurut penelitian dengan membaca secara rutin juga akan meningkatkan daya ingat atau memperlambat kepikunan.

Kemungkinan kegiatannya mencakup sbb:
- Sharing buku, anggota membuat daftar buku yg dimiliki masing-masing, trus anggota lain bisa meminjam.
- Seminggu sekali melakukan sharing buku yg sudah dibaca, lalu diskusi dengan yang lain.
- Membuat ringkasan buku yg sudah dibaca kemudian dishare ke yang lain
- Sharing e-book melalui smartphone, PC, tablet dll, atau sharing link download e-book, juga alamat toko buku online.
- Dengan sharing buku ini juga menghemat pembelian buku para anggota, berarti menghemat biaya bulanan.
- Membuat blog untuk menampung hasil diskusi atau hasil meringkas buku agar bisa juga diakses oleh orang lain yg berminat.

Teknis pelaksanaannya:
- Setiap anggota hanya boleh meminjam 1 buku anggota lainnya, boleh meminjam setelah buku sebelumnya dikembalikan.

Saya kira segitu dulu sebagai pembuka. Untuk nama klub ada 3 pilihan:
- Attaka Readers Club (ARC)
- Klub Baca Attaka (KBA)
- Kelompok Baca Attaka (KBA)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Selasa, Juli 17, 2012

Foto Senilai Setengah Lusin Donuts

"Saya kalo sama friend ya gak usah dibayar juga gak papa. Tapi friend sih friend, tapi ngerti dong. Emang saya ke lokasi mantenan gak pake bbm?" Demikian kata presenter Olga Syahputra saat ditanya tentang dimintanya ia jadi MC kawinan temennya.

Pernahkah Anda dibayar kurang dari ekspektasi? Dulu ketika kuliah saya suka bikin website sederhana. Suatu hari temen dari prodi lain minta tolong dibuatkan website prodi-nya. Setelah selesai saya dikasi amplop, ketika dibuka isinya 20 ribu perak doang. Biaya ngenet buat upload file website aja gak balik modal. Tapi it's okay. Buat cari pengalaman.

Jaman kerja saya pernah ikutan lomba desain cover log book dan juara. Hadiahnya cuman memory card reader murahan senilai 60 ribu perak. Marah? Nggak karena saya (mencoba) ikhlas.

Beberapa minggu lalu saya memotret prewedding teman yg baru pulang dari Eropah. Eropah coy! Dia sih judulnya minta tolong. Ketika mengambil hasil editan foto ke rumah, saya pancing dengan menyindir "jangan lupa bawa oleh-oleh Eropa ya". Yang datang hanya setengah lusin Dunkin Donuts, setengah saja haha.

Memang sih judulnya minta tolong, saya juga niatnya menolong (berusaha) secara ikhlas. Mengutip komentarnya Olga di atas, friend sih friend tapi ngerti dong. Emang saya memotret gak pake bbm aka bensin? Haha.. #curcol-fotografer

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Action Plan Toko Online

Action plan tinggal plan jika gak ada action. Sudah 6 bulan dirancang tapi sepertinya saya harus jalan sendiri, gak bisa mengharap orang lain yg tak se-visi.

Action Plan Menyiapkan Toko Online:
- Siapkan nama toko yg mudah diingat
- Siapkan website/blog/facebook/twitter/email
- Cari agen lukisan+souvenir paling murah di Bali
- Ajak agen kerjasama agar menyediakan barang+harga termurah
- Foto beberapa produk dan upload ke website/facebook/blog
- Belajar promosi online via Twitter+Facebook+blog
- Belajar SEO (search engine optimization)
- Tanya info ke JNE bagaimana cara langganan kirim paket+biaya
- Membuat artikel tips belanja online untuk di-share di website
- Membuat artikel2 lain: tips memilih barang secara online
- Siapkan eBook gratis+CD gratis utk hadiah jika pembeli membeli produk lebih dari xxx rupiah

Tambahan:
- cari produk paling laris di toko online
- pelajari cara kerja toko online yg sudah bagus
- tentukan desain website
- tips memilih souvenir pernikahan
- tips membeli lukisan

Januari 2012
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Off di Bulan Juli

Rabu 4 Juli off pulang ke Bali via Makazzar dengan Lion dan Garuda jam 18.00. Tiba di rumah sudah agak malam, Nana yg menunggu tak sabar akhirnya lelap. 5 Juli sudah diajakin gowes sama adik-adikku ke Tanah Lot. Tapi aku sama Nana menyusul di kebilbil. Asyik foto-foto dengan kamera IR dan HP. Jumat 6 Juli jalan ke Hardy's sama Nana dan Iin. Juga mampir di Niaga ngambil uang buat biaya sanggah. Ganti ATM karena yg lama sudah expired. Sabtu 7 Juli jalan bersama keluarga ditambah Budek, Iin, Tiwik ke PKB ke 34 di Art Centre. Kami cuma beli buku di Gramedia dan menikmati aneka masakan Bali di aula lesehan. Minggu 8 Juli aku survey sanggah di kapal bersama Kak Suarya, Paktut dan Komang Kade. Didapat harga 47 jutaan. Sore hari aku, ibu dan Citta nganter Nana ikut meramaikan lomba mewarnai di bencingah Puri Kediri.

Hari Senin 9 Juli kami main ke jero namun sebelumnya survei playgroup Taman Agustus. Ketika itu kami sepakat akan menyekolahkan Nana disana. Sebelum ke Jero Paktut pinjem mobil buat bayar DP sanggah. 10 Juli aku luangkan waktu angkut barang rumah Angga Buana tahap I untuk off ini. Juga ganti meteran listrik, gratis. Tukar remote Telkomvision yg rusak dengan yg bekas orang.

Seminggu di rumah akhirnya pada Rabu Umanis 11 Juli Citta natab memperingati dina lahirnya. Kamis esoknya 12 Juli kami berempat menuju Kasta Gumani imunisasi Citta IPD yang ke-2. Aku kesana dulu taruh buku agara dapat nomor kecil juga sempatkan survey tanah di jalan menuju Bongan. Setelah 13 tahun tak ke sana jalanan sudah ramai dan iklan rumah berhamburan di kiri kanan jalan. Prospektif.

Refreshing kami lalui di hari Jumat 13 Juli ke Galeria. 14 Juli angkut barang lagi dan lanjut clean up rumah tercapai 90%. Tinggal finishing mbok Dek nantinya. Sore harinya di malam minggu aku anter Nana ke Tabanan Creative di Taman Kota. Sayang hujan gerimis membuat kami tak bisa lama-lama disana. Minggu 15 Juli kondangan ke Jero atas ngeteluninnya anak Rah Anik sekalian nunjukin ibu dan kadek tanah di daerah Bongan. Senin 16 Juli adalah hari terakhir off ku. Maksud hati mulai menyekolahkan Nana di Taman Agustus, tapi secara spontan kami mengurungkan niat karena terlalu jauh. Akhirnya kami sekedar lewat di TK Yowana di BTN Taman Sekar Kediri. Tragis, di dalamnya ada dagang snack gak jelas juga dagang bakso dan siomay keliling masuk ke halaman sekolah. Kami pulang tanpa mampir, tapi malah mampir ke Mama Shop dan Dunkin Donuts. Nana lahap sekali kalo dikasi makanan bule ini.

Akhirnya sejarah ditoreh kembali, kami survey ke TK Luhur Damai dan akhirnya kami sepakat akan menyekolahkan Nana disini saja. Dekat dan kualitasnya cukup bisa dipegang dari hasil ngobrol kami dengan Ibu Joan, kepala sekolahnya. Biaya total tahun pertama sekitar 1,9 juta ditambah biaya bulanan 140 ribu. Sehingga dalam setahun jadinya sekitar 3,6 juta buat biaya "main" Nana.

Rabu 17 Juli akhirnya aku kembali mencari sesuap nasi, segenggam berlian. Mencoba flight baru Citilink via Surabaya yg berangkat jam 12.15 dari Bali lalu lanjut jam 14.20 ke Balikpapan. Setelah cek in baru tahu kalo tiket diundur ke 12.55 dan parahnya tak ada pemberitahuan. Lebih parah lagi, tiket tidak konekting sehingga di Surabaya aku harus cek in lagi, artinya 40 ribu melayang lagi.

Malam ini aku kesepian di Suratown hanya ditemani BB, S2 dan TV yg suara "ngerosok". Ini adalah "another one night story at oil city".
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Senin, Juli 02, 2012

Buku #7 - 7 Keajaiban Rezeki

Tak sengaja saya menemukan e-book buku ini "7 Kejaiban Rezeki" di dropbox jaringan komputer kantor. Kemudian saya transfer ke HP dan dalam sehari buku sebanyak 165 halaman ini saya lahap habis. Saya sebenarnya punya buku lain karya Ippho - Percepatan Rezeki, namun belum sempat saya baca. Malah ini yang didapat belakangan, duluan habis. Ini adalah buku ke-7 yang saya baca di tahun 2012.


Buku yang terdiri dari 7 bab ini menggunakan bahasa yang santai dan mudah dicerna, mudah dimengerti oleh awam sekalipun. Ippho menekankan untuk pembangunan karakter dari dalam diri dulu, keluarga dan kehidupan sosial. Setelah mampu menguasai dan mengendalikan ketiganya secara otomatis akan menguasai lingkar langit dan pembela abadi, atau yang ia istilahkan dengan lingkar semesta dan lingkar pencipta. Tentu saja dibahas dari sudut pandang otak kanan, right?


Meskipun dibahas dari sudut Islami, tapi saya rasa apa yang disampaikan Ippho bersifat universal. Banyak pula ia ambil dari ilmu motivasi modern yang saya temukan dalam buku-buku motivasi dari orang bule. Salah satu hal yang paling nempel dan membuka pikiran saya adalah dorongan untuk bersedekah dulu, maka kemudahan akan mengikuti. Bukan sukses dulu baru bersedekah. Materi yang lain adalah mengutamakan sepasang bidadari yang tak lain adalah istri dan orang tua kita. Jika kita tak punya orang tua, ia menyarankan untuk membahagiakan teman-teman orang tua kita. Maka Ia akan membalas membahagiakan dan memudahkan rezeki kita. Ia juga menguatkan bahwa ilmu bersedekah ini juga berlaku umum bahkan orang atheispun kena "efek" hukum alam ini. Ini juga bersesuaian dengan hukum karma yang saya ketahui selama ini.


Salah satu dorongan membaca buku ini adalah take action, melakukan segera apa yang disarankan. Apalah artinya jika sebuah ilmu hanya untuk dibaca namun tak diamalkan. Salah satu cara menyebarkan ilmu adalah dengan meminjamkan buku yang kita baca, atau menghimbau teman/saudara dll untuk membeli dan membaca buku yang kita rasa bagus. Semoga saya bisa take action.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Review Project 366 - a Half Year to Go

Tanggal 1 July tepat setengah tahun atau 183 hari telah berlalu di tahun 2012 yang berjumlah 366 hari ini. Begitu juga Project iseng saya "Project 366 Photos of 366 Days" telah berjalan selama setengah tahun. Suka duka susah senang terekam ke dalam setiap lembar foto yang mewakili masing-masing hari. Project yang awalnya diikuti oleh sekitar 10 orang ini perlahan ditinggalkan karena berbagai alasan. Antara lain kesibukan dan ketidaksempatan mengambil dan mengupload gambar.


Bersyukur saya masih punya waktu dan kesempatan untuk melengkapi setiap hari dengan satu foto, mengupload via Facebook dan Flickr. Meskipun beberapa kali keteteran karena jaringan internet sering lambat bahkan down, namun akhirnya proses upload dirapel untuk 3 atau 4 hari. Yang penting foto diambil pada hari bersangkutan. Proses upload yang lambat hanyalah masalah teknis yang sama sekali tidak mengurangi prinsip dari project iseng ini.


Gadget yang saya gunakan mulai dari kamera Nikon DSLR D300s dan D70, Samsung Galaxy Tab dengan kamera 3.2 MP, Nokia E75 dengan kamera 3.2 MP, Blackberry Curve 3G dengan kamera cuma 2 MP dan Samsung Galaxy SII dengan kamera mumpuni 8 MP, lumayan. Pada awal Juni saya sempat pula membeli lensa fisheye buat handphone di Kaskus. Efek fisheye-nya yang unik membuat proses foto memfoto jadi lebih menarik dan unik. Sayang hasil foto masih ada pignet di sekeliling foto.


Yang paling sering dipakai motret adalah tentu saja handphone. Sebelum membeli SII yang paling sering dipakai adalah E75 dan BB. DSLR menduduki tempat terakhir, karena jika sering-sering dipake khawatir akan merusak socket memory card-nya. Setelah Tab saya hibahkan ke istri dan anak, akhirnya saya memutuskan menggantinya dengan SII. Hasil foto yang lumayan bagus membuat semangat memotret jadi makin gila. Sejak pertama beli tanggal 22 April 2012 hingga kini (2 July) saya sudah mengambil gambar sebanyak 2023 foto. Jika dirata-rata maka sehari 20 foto. What a wonderful number. Jika satu foto rata-rata 3 MB maka sehari makan memory 60 MB atau sebulan menjadi 1.8 GB. Bisa dihitung berapa kebutuhan memory dalam setahun.


Sejak Instagram dibuka untuk Android maka aksi memotret dengan handphone makin menggila. Mungkin disinilah tempat pelampiasan saya. Fotografi menjadi tempat menumpahkan segala emosi. Setiap foto mungkin mewakili emosi saya dari hari ke hari, mewakili suasana hati hari itu.


Masih ada 183 hari lagi untuk melengkapi project ini. Semoga hari ke hari berjalan lancar dan mulus. Bisa memotret dan mengupload berarti saya masih bisa menguasai atau me-manage hari dengan cantik. Semoga semua pikiran baik datang dari segala penjuru.


Published with Blogger-droid v2.0.4