Saturday, October 03, 2026

Surat Dari Masa Depan

Tolong tulis surat dari saya di tahun 2036 (saat usia pensiun saya) untuk saya saat ini yg usia 46

Untuk diriku sendiri, Gede, usia 46 tahun.

Dari aku yang menulis surat ini di tahun 2036.

Usiaku sekarang 56 tahun.

Ya, sepuluh tahun sudah berlalu.

Kalau kamu sedang membaca surat ini, mungkin kamu masih sibuk seperti biasanya. Masih memikirkan pekerjaan, target, uang, anak-anak, rumah, kesehatan, masa depan, dan entah berapa banyak hal kecil yang menurutmu harus diselesaikan hari ini.

Aku ingin memberitahumu sesuatu.

Tidak semuanya harus diselesaikan sekarang.

Dan ternyata, banyak hal yang dulu membuatmu khawatir, akhirnya baik-baik saja.

Aku masih ingat dirimu di usia 46.

Kamu mulai semakin sering memikirkan pensiun. Kamu mulai bertanya-tanya:

*"Nanti kalau sudah tidak bekerja, apakah uangku cukup?"*

*"Bagaimana kesehatan nanti?"*

*"Anak-anak akan seperti apa?"*

*"Apa yang akan kulakukan kalau sudah tidak punya pekerjaan?"*

*"Apakah semua yang kulakukan selama ini sudah benar?"*

Sekarang aku bisa menjawab beberapa pertanyaan itu.

Tidak semuanya.

Tapi aku sudah belajar satu hal:

**Hidup ternyata tidak meminta kita untuk mengetahui seluruh jawabannya. Kita hanya perlu menjalani bagian kita dengan baik.**

---

### Tentang pekerjaan

Aku tahu kamu sering merasa pekerjaan tidak pernah selesai.

Ada pekerjaan hari ini, besok muncul lagi pekerjaan baru.

Ada masalah instrumentasi, equipment, meeting, laporan, WO, target, evaluasi, dan berbagai hal yang saat itu terasa sangat penting.

Tetapi sekarang, setelah sepuluh tahun berlalu, sebagian besar masalah itu sudah menjadi cerita.

Tidak ada lagi yang terlalu peduli apakah sebuah pekerjaan selesai pukul 10 pagi atau pukul 2 siang.

Tidak ada yang mengingat berapa banyak email yang kamu balas.

Tidak ada yang mengingat berapa kali kamu masuk kerja dalam keadaan lelah.

Yang lebih diingat justru:

**Apakah kamu pernah membantu orang?**

**Apakah kamu pernah mengajarkan sesuatu kepada junior?**

**Apakah orang merasa nyaman bekerja bersamamu?**

**Apakah kamu pulang ke rumah sebagai ayah dan suami yang masih punya tenaga untuk keluargamu?**

Jadi, bekerja keraslah.

Tetapi jangan sampai pekerjaan mengambil seluruh hidupmu.

Karena perusahaan akan terus berjalan.

Pekerjaanmu suatu hari akan diteruskan orang lain.

Tetapi **masa kecil anak-anakmu tidak bisa diulang.**

---

### Tentang uang

Aku tahu kamu sedang berusaha mempersiapkan masa tua.

Teruskan.

Menabung.

Berinvestasi.

Menjaga pengeluaran.

Membangun aset.

Jangan berhenti.

Tetapi jangan pula menghabiskan masa sekarang hanya demi mengejar angka yang tidak pernah terasa cukup.

Dulu kamu berpikir:

*"Kalau nanti uang sudah cukup, aku akan lebih tenang."*

Ternyata tidak sesederhana itu.

Uang memang penting.

Uang memberikan pilihan.

Uang memberikan rasa aman.

Tetapi ketenangan ternyata juga datang dari hal-hal yang tidak bisa dibeli.

Rumah yang hangat.

Keluarga yang masih mau berkumpul.

Tubuh yang masih kuat berjalan.

Teman yang masih bisa diajak tertawa.

Dan hati yang tidak terlalu penuh dengan penyesalan.

Jadi, persiapkan pensiunmu.

Tetapi jangan lupa **hidup sebelum pensiun.**

---

### Tentang kesehatan

Ini bagian yang paling ingin kusampaikan kepadamu.

**Jaga tubuhmu sekarang.**

Jangan menunggu sampai tubuh mulai meminta bayaran atas semua kebiasaan burukmu.

Bergeraklah.

Kurangi gula.

Jaga makanan.

Tidur cukup.

Jangan terlalu lama duduk.

Jangan menganggap remeh tekanan darah, berat badan, stamina, dan tanda-tanda kecil dari tubuh.

Dan satu lagi:

**Jangan terlalu banyak hidup di dalam kepala sendiri.**

Tidak semua kekhawatiran perlu diselesaikan dengan berpikir lebih keras.

Kadang-kadang jalan kaki lebih berguna daripada satu jam memikirkan masalah.

Duduk bersama keluarga lebih berguna daripada terus melihat layar.

Menarik napas dan menikmati sore lebih berguna daripada memikirkan sepuluh tahun yang belum terjadi.

Tubuhmu adalah kendaraan yang akan membawamu menuju usia 56 ini.

Rawat dia.

---

### Tentang anak-anak

Aku tahu sekarang kamu kadang merasa anak-anak tumbuh terlalu cepat.

Percayalah.

**Itu benar.**

Terlalu cepat.

Suatu hari kamu masih mengantar mereka.

Suatu hari kamu membantu mereka belajar.

Suatu hari kamu mengingatkan mereka mandi, makan, belajar, atau tidur.

Lalu tiba-tiba mereka punya kesibukan sendiri.

Mereka punya dunia sendiri.

Mereka tidak selalu membutuhkanmu seperti dulu.

Dan pada saat itu, kamu akan merindukan suara mereka memanggilmu dari ruangan sebelah.

Jadi, jangan hanya menjadi ayah yang menyediakan.

Jadilah ayah yang **hadir.**

Mainlah.

Ngobrollah.

Dengarkan cerita mereka meskipun ceritanya menurutmu sederhana.

Foto mereka.

Rekam suara mereka.

Pergilah bersama mereka.

Buat kenangan.

Karena nanti, ketika rumah mulai lebih sepi, yang akan kamu buka bukan laporan pekerjaan.

Kamu akan membuka foto-foto lama.

Dan kamu akan tersenyum sambil berkata:

*"Ternyata cepat sekali waktu berlalu."*

---

### Tentang istri

Jangan hanya menjadi pasangan dalam urusan rumah tangga.

Tetaplah menjadi teman.

Ajak dia jalan.

Motoran tanpa tujuan yang terlalu penting.

Makan sederhana.

Ngobrol malam-malam.

Tertawa karena hal-hal bodoh.

Sesekali tinggalkan rutinitas dan pergi berdua.

Karena nanti, ketika anak-anak sudah semakin mandiri, kalian akan kembali menjadi dua orang yang dulu memulai semuanya bersama.

Jangan sampai ketika saat itu datang kalian baru sadar bahwa selama bertahun-tahun kalian hanya sibuk menjadi orang tua dan lupa menjadi pasangan.

---

### Tentang Bali dan rumah

Jangan terlalu jauh meninggalkan hal-hal yang membuatmu tahu dari mana kamu berasal.

Datanglah ke tempat-tempat yang memiliki cerita.

Pura.

Kampung.

Keluarga.

Orang-orang tua.

Tradisi.

Tanah leluhur.

Dengarkan cerita mereka.

Catat.

Foto.

Rekam.

Tulis.

Karena suatu hari generasi setelahmu mungkin tidak lagi mengetahui semua cerita itu.

Kalau kamu tidak menuliskannya sekarang, banyak cerita akan hilang bersama orang-orang yang mengingatnya.

Dan aku tahu kamu suka menulis.

**Teruskan.**

Tidak harus menjadi buku terkenal.

Tidak harus menghasilkan uang.

Tulis saja.

Tentang pekerjaanmu.

Tentang fotografi.

Tentang musik.

Tentang instrumentasi.

Tentang Bali.

Tentang keluarga.

Tentang perjalanan hidupmu.

Karena tulisan itu suatu hari akan menjadi cara anak-anakmu mengenal ayahnya lebih dalam.

---

### Tentang hal-hal yang ingin kamu lakukan

Masih ada banyak hal yang ingin kamu lakukan.

Buku.

Musik.

Gitar.

Fotografi.

Video.

Drone.

Menulis.

Belajar.

Pergi bersama keluarga.

Jangan menunggu pensiun untuk memulai semuanya.

Aku tahu kamu berpikir:

*"Nanti kalau sudah pensiun, aku punya banyak waktu."*

Benar.

Tapi ada satu masalah.

**Tenaga saat itu tidak sama dengan tenaga saat ini.**

Jadi mulailah sekarang.

Sedikit saja.

Satu halaman.

Satu foto.

Satu lagu.

Satu video.

Satu tulisan.

Satu perjalanan kecil.

Tidak perlu menunggu sempurna.

---

### Dan tentang kekhawatiranmu

Aku ingin kamu tahu sesuatu yang mungkin sulit kamu percaya sekarang.

Banyak hal yang kamu takutkan ternyata tidak terjadi.

Dan beberapa hal yang benar-benar terjadi ternyata tidak seburuk yang kamu bayangkan.

Kamu terlalu sering menggunakan hari ini untuk mengantisipasi masalah yang bahkan belum tentu datang.

Jadi mulai sekarang, kalau sesuatu memang bisa kamu kendalikan, kerjakan.

Kalau tidak bisa kamu kendalikan, lepaskan perlahan.

Tidak semua hal harus kamu selesaikan.

Tidak semua orang harus mengerti kamu.

Tidak semua masalah harus kamu menangkan.

Dan tidak semua kesalahan masa lalu harus terus kamu bawa.

**Maafkan dirimu sendiri.**

Kamu sudah berusaha dengan pengetahuan yang kamu punya saat itu.

---

### Aku ingin berterima kasih kepadamu

Karena kalau kamu tidak mulai berubah sekarang, aku tidak akan berada di sini.

Terima kasih karena mulai memperhatikan kesehatan.

Terima kasih karena mulai memikirkan pensiun.

Terima kasih karena tidak hanya mengejar uang.

Terima kasih karena tetap belajar.

Terima kasih karena menulis.

Terima kasih karena meluangkan waktu untuk keluarga.

Terima kasih karena masih mau bermimpi meskipun usia bertambah.

Dan terutama...

**Terima kasih karena tidak menunggu sampai semuanya sempurna untuk mulai menikmati hidup.**

---

Jadi, Gede...

Besok ketika kamu bangun, jangan langsung memikirkan sepuluh tahun ke depan.

Bangun.

Minum air.

Gerakkan tubuhmu.

Peluk keluargamu.

Kerjakan pekerjaanmu dengan baik.

Sisihkan uangmu.

Belajar sesuatu.

Buat sesuatu.

Tertawalah.

Pergilah melihat matahari terbenam sesekali.

Sembahyang.

Bersyukur.

Dan sebelum tidur, tanyakan satu hal kepada dirimu:

**"Hari ini, apakah aku benar-benar hidup?"**

Karena akhirnya aku mengerti.

Pensiun bukanlah saat hidup dimulai.

**Hidup sudah dimulai sejak sekarang.**

Aku hanya berharap kamu tidak terlalu sibuk mempersiapkan masa depan sampai lupa menjalani hari ini.

Sepuluh tahun dari sekarang, aku akan menunggumu di sini.

Dan aku berharap ketika kamu sampai...

kita tidak perlu berkata,

*"Seandainya dulu..."*

Tetapi kita bisa tersenyum dan berkata,

**"Syukurlah dulu kita memilih untuk hidup."**

Salam dari dirimu,

**Gede, usia 56 tahun**
**Tahun 2036**

*P.S.*

Kalau suatu hari kamu merasa hidup terlalu berat, ingat surat ini.

Tidak perlu menjadi manusia yang luar biasa.

Cukup menjadi manusia yang baik.

Untuk dirimu sendiri.

Untuk istrimu.

Untuk anak-anakmu.

Untuk keluargamu.

Untuk orang-orang yang bekerja bersamamu.

Dan untuk kehidupan yang sudah diberikan kepadamu.

**Sepuluh tahun itu ternyata sangat singkat.**

Jangan habiskan semuanya hanya untuk mengejar sesuatu yang sebenarnya tidak akan kamu bawa pulang.

Wednesday, September 09, 2026

KI Bali X, Tanah Lot Festival, Ngaben Unyil

Off 26 Aug - 8 Sept 2026

26 off naik citilink via sby. Delay ke bali 1 jam. Tiba di rumah jam 18.30. 
27 purnama pagi ke pura ciwa, ke sekolah ada paktut n mekman garing nebeng ke tabanan, makan siang di be genyol van keke di DC, ngopi di Lokatiti Demung. Jemput eba citta. Sore ke pantai yeh kutikan w ibu aja. 
28 makan siang di daharan w/ ibu. sore ke tanah lot festival sm ibu aja, dapat foto video parade gebogan dgn latar sunset yg indah. 
29 KI Bali 10, jam 4.45 berangkat ke klungkung tiba 6.30. Aku mendapat ngajar kelas 1&2 yg cukup menantang dan kelas 6 yg sudah kritis. Saat ngajar di kelas 1&2 di awal ada anak kecil pengen dibersihin tasnya. Lalu ketika diajak dengerin penjelasan minyak bumi mereka maunya menggambar. Setelah hampir mati gaya. Akhirnya aku ikutin maunya mereka, aku ajarin gambar kapal dan platform, sambil sesekali jelasin asal muasal minyak bumi. Terakhir aku ajak semua ke depan utk foto bersama. 
Jam terakhir aku pindah ke kelas 6. Mereka sdh besar dan bisa mendengarkan penjelasan dgn baik. Ada beberapa anak yg kritis dan pintar. Di kelas 6 ada tv touch screen, jadi lebih enak jelasin dan setel video. Setelah refleksi aku pulang duluan dan makan siang di gianyar. Sayang ban mobil pecah di sekitar sibanggede di depan sebuah salon. Ditambah ada pengalihan arus jadi tiba di pandak agak telat jam 3.30. 
Sore jam 5 anter ibu n anak2 ke festival tanah lot, badan masih terasa remuk. Malam tidur dgn nyenyak bgt. 
30 anter ibu pilates di kirana garden resto kutuh, aku sarapan di pak kareb. Mampir kos cek kunci toko timur mau ada yg kontrak. sore di rumah aja cuci motor 2 dan rush, cabut rumput. Ada mbah dona melali. Ke tegal buang sisa makanan. 
31 jogging 40mnt di tmp-gedung marya. Makan siang di rumah aja  jemput citta ada temennya nebeng ke pandak bikin video. Sore ke jero bawain obat tensi n ukur tensi. Harusnya ngemit malem tp aku males. 
1 pagi ke sanur kayu manis dan icon mall. 
2 pagi ke kos lepas MCB kamar 5 karena intermitent. Sore jemput eba les di tanah bang dan lanjut nelok ke kebon mang unyil meninggal karena tumor usus nempel pankreas. antri bensin 10 mnt di bengang. 
3 jogging tmp-kota, ibu pilates. Makan siang warung asri jambe with ibu n eba karena eba pulang cepet. 
4 pagi jam 10 ngiring ke setra ngaben komang unyil sampe jam 1 aja. 
5 bikin kotekan angin pake bambu. sore anter ibu n nana ke pasar kodok tabanan. Ke senggol gedung marya borong lanjut tengok ninik ke jero sampe malem. 
6 ke bandara mau refund tp antrian rame karena gunung krakatau. Ke sira with ibu. Uyengan tp enak saat rebahan bentar di mobil. 
7 jogging w ibu di GWS sarapan dajan peken. Siang sblm jemput samsat stylo 296.300 17 menit selesai. Beli Pie susu di grokgak, aqua, mentos. Beli Galon 2. Byr tagihan. Mebanten pekeling dan jumah neng kangin. Struggling dgn jadwal pesawat yg belum jelas akibat gunung anak krakatau meletus tgl 6 dan 7 Sept kemaren. Jam 12 malem kebangun dan mendapat kabar gunung sdh mulai berkurang meletusnya dan bandara soeta, bandung dan lampung sdh dibuka, baru bisa tidur nyenyak. 
8 ke balikpapan naik citilink transit surabaya. QG697 dan QG434 astungkara kedua flight lancar hari itu setelah kmrn 2 hari gak terbang. Ketemu Yudith dlm penerbangan ke bpb. Nginep golden snail. Majestic journey.

#Pasang dashcam
#Jendela km mndi filter
#Tes mbti ibu
#Isi form coach PDCA




Uploaded Image

17-an, VSD STA C1, TA Serang E2

On duty 12-25 Agustus 2026
12 dr golden snail naik gocar, ke santan naik bus bawa barang2 17an, ke attaka transit teguh+kutilang sampe attaka jam 6.45 malem. Batuk minum promedek dr mbah ari. Lumayan enak napas jadi plong n enak tidurnya. 
13 cip aligator revisi by mandor
14 townhall GM zona 10, prepare 17an. 
15 yasser sufri pm n function test delta, yudith jumri ke krdp PCV fuel gak kerja, pt fuel, lt dan pt tes minus, ditemukan fuse putus dan terminal kendor. 
16 ke cp cek air compressor karena loading terus dan sebelumnya iac found high ampere motor. Ditemukan setting lag 129-133 dan lead awalnya 142-150 diadjust mentok 138-145, iac P loading terus 1 biji di pressure 136 mentok. Setelah block antara P dan CP ditutup didapat IAC P load-unloading 119/138. IAC CP running 2 gak kuat bahkan turun terus hingga 120 dirunning 1 lagi jadi 3 IAC running baru bisa naik. B main, A dan C backup. Saat running 3, iac A mau loading unloading 129-133. Kesimpulan IAC CP tdk kuat running 2, kebocoran di CP tdk bisa diimbangi flow rate air supply yg dihasilkan 2 IAC. 
Malam 17an di bawah helideck karena di bawah angin kencang. Aku dpt juara 1 kahoot 300k lumayan. 
17 upacara dan lomba, sore mekanik ganti filter swro karena mati2, level turun jadi 83% 
18 di LQ aja. Ttd CIP aligator, siapin seal utk sdv serang dan prepare sdv golf. jumri ke serang. 
19 acting, crew change, yudith jumri mul ke sta support tmg ganti vsd c1. Sampe jam 22.00 blm online, ada problem di cranking. 
Cbt SMAP, sedangkan PSA, PSAIMS ternyata sdh selesai. Tp lupa tgl brp. 
20 refund lion air 1.689.000 berhasil stlh 12 hari pengajuan. Dipotong hanya 5000 rp. Aku Yudith Jum di LQ prepare seal utk sdv 1023 serang. Jack wahyu kungkung ke sta support tmg
21 transfer kadek dona 5jt utk biaya kuliah 2.5jt dr BNI skalian utk bekel. 
Di LQ replace compressor dan overload relay, tubing capiler bocor air dryer ex kerindingan by nasruddin ac. Wahyu pm ke f dan fs. 
22 replace contactor air dryer krdp karena short, test running. Wahyu ke hotel ukur pin sdv. Malem STA C1 akhirnya online stlh SD dr tgl 9 Aug ganti VSD dr melahin slop pump. Sore mendadak meeting utk TA serang besok. 
23 TA serang: main driver plug cooler E2. Instr repair LCV V100 passing, 5way meter FT3107, water trap LCV 1403. Aku di LQ aja sm Nur. Jam 10an baru online, tem2n dtng jam 12. 
24 temen2 yg ikut TA di LQ aja istirahat. Ada PM ke prod dan alpha. 
25 di LQ aja. Yudith Wahyu ke juliet pm dan LT test kotor level chambernya. 
Jumri ke lima pm dan ganti gauge air dryer dan 3 way valve. 
Troubleshoot swro low pressure hanya 400. Found Sequence:
Step 1: awal 15 hz 122 psi
Step 2: 5 mnt 21 hz 160 psi 29A
Step 3: 10 mnt 43 hz 400 psi 32A
Suction 100 psi
Setelah ganti filter 6 ea, baru bisa normal. Tapi pompa running agak kayak di tanjakan pas dr pressure 300 ke 600. Suara denging. 
26 off naik citilink lewat apt via surabaya. 


#Pin Adapter sdv gaslift tny rafli
#Cari press gauge utk lima dryer
#Ukur buletan sdv hotel
#Air dryer delta
#Cek Motor winch bc4
#Foto sdv 1023 serang
#Cari kebocoran di cp
#Latihan presentasi lg
#download video minyak lagi
#Baca panduan ki bali




Uploaded Image

Kelas Inspirasi Bali ke-10

Tanggal 29 Agustus 2026 kemaren akhirnya saya bisa menuntaskan hutang saya 9 tahun lalu. Tahun 2017 sebenarnya saya pernah mendaftar jadi relawan dokumentator KI Bali ke-4 yg lokasinya di Tianyar, Kubu, Karangasem. Karena berbagai alasan, saya mengundurkan diri waktu itu. 

Tahun ini grup KI Bali saya mendapat tempat di SD1 Aan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Terdiri dari 2 fasilitator, 9 pengajar,  2 fotografer dan 2 videografer. 1 orang fotografer dari luar bali cancel karena ada project yg tdk bisa ditinggal. 

KI tahun ini bertema Vidya Dharma Bhakti yang berarti pengabdian yang tulus melalui pendidikan yang akan membawa pencerahan. Pendaftaran dimulai sekitar bulan Mei-Juni dan pengumuman 23 Juli 2026. Diskusi pun dimulai sejak pengumuman relawan. Beberapa kali diskusi online via zoom dan kak Wira sang Zoo Ranger didapuk jadi ketua regu. Sebagian besar relawan berasal dan tinggal di Bali. Hanya 1 orang dari luar Bali yakni Sanjaya dari Cirebon. 

Tanggal 28 Agustus jam 3 sore relawan berkumpul di SKB Klungkung untuk briefing namun saya tidak ikut dan beberapa orang lanjut menginap malam itu di SD1 Aan. 

Esoknya jam 4.45 subuh saya berangkat dari Pandak dan tiba 6.30. Langsung briefing di ruang perpustakaan yg juga tempat menginap relawan semalam. 

Setelah pembukaan oleh kepala sekolah dan perkenalan masing-masing guru dan relawan, kami langsung menuju kelas sesuai jadwal yang sudah diatur sebelumnya. Saya mengajar kelas gabungan 1 dan 2 di jam ke 3 dah kelas 6 di jam terakhir. 

Mengajar di kelas 1 dan 2 cukup menantang. Pasalnya anak-anaknya masih kecil dan belum bisa diajak fokus, terutama yg kelas 1. Ketika saya coba menjelaskan bagaimana proses minyak bumi terbentuk mereka memilih untuk menggambar.

"Adik-adik kita nonton video dulu yuk!"
"Gak mau, aku mau menggambar!!"

Satu orang anak cowok kelas 1 mendatangi saya ke depan sambil menunjuk tasnya yg kotor. Ketika sudah saya bersihkan ia masih merengek katanya kurang bersih. 

Akhirnya ganti strategi. Karena anak-anak maunya menggambar saya ajarin mereka menggambar kapal dan platform sambil menjelaskan tipis-tipis bagaimana minyak bumi terbentuk. 

Di kelas 6 sangat berbeda. Mereka sudah cukup kritis untuk materi yang saya sharing. Beberapa kali melontarkan pertanyaan yg membuat saya berfikir, oh iya ya. 

Setelah selesai semua, anak-anak diarahkan menempel daun cita-cita di spanduk pohon di halaman sekolah. Acara ditutup dengan foto bersama dan refleksi serta sharing mengajar dari para relawan. Semua bilang seru dan berkesan positif. 

Jam 13.00 akhirnya saya ijin pulang duluan dan mampir makan siang di perjalanan pulang. Sementara rekan-rekan lain ikut refleksi di SKB Klungkung. Di sekitar jalan Sibang Gede ban mobil kiri belakang saya pecah dah numpang ganti di depan sebuah salon. Jam 15.30 akhirnya tiba dengan selamat di Pandak Gede. 

Meskipun badan terasa pegal, hati senang karena sudah berhasil bayar hutang 9 tahun lalu. Semoga bisa ikut pada acara KI berikutnya. 




Uploaded Image

Sunday, September 06, 2026

Kisah Asal Mula Keluarga

Hasil meluasang 11 April 2026

Ada keris tidak pakai sarung, pendek sepanjang jari telunjuk.

Ada seorang laki tua pakai tongkat, badannnya kecil, agak bungkuk.
Beliau berkata "saya pendatang disini, tiyang utusan deriki"
Ada keris yang jadi bukti bahwa itu adalah semacam SK, mutasi ke Pandak, diutus oleh Raja ke daerah Pandak. 
Bukan kakek yang bungkuk ini, tapi kakek/buyutnya Pak Ketut Ardi. 

Pertama kali tinggal di sebuah desa, kalau dari rumah menghadap ke jalan, desa asal itu ada di arah  kanan jauh, pertama kali tinggal disana, ada sumber air. Tinggal di desa itu, truna bagus. "Bawa ini, benerin desa disana". Tidak jauh dari sana, ada sumber air dan pasraman. Ada empu yang masih manusia biasa, menunjukkan jalan. Silahkan sekarang praktek, jangan disini, carilah tempat. Dan tinggalah ia di rumah tua di Pandak Gee sekarang ini. 

Rumah saat itu sangat luas, di belakang ada sungai kecil, yang dipakai batas, jangan lewat dari sungai itu. Disana beliau mengobati atau menjadi guru kesaktian, kadang juga ngisinin barang (pasupati keris, tumbak, dll). Ketika dulu jaman perang, mengisi keris energi, tapi tidak membuat keris, hanya nagingin keris saja yang dibawa orang.

Kalau dari rumah menghadap ke timur, di arah tangan kiri, ada kerajaan. Rajanya punya bawahan dan anaknya dikirim ke rumah tua sekarang. Sang Raja kasihan sama si anak karena baik (luwih). Anaknya bawahan raja ini bukan anak sah. Bapak si anak ini menghamili orang lingkaran kerajaan. Si anak ini, karena anak selingkuhan direncanakan dibunuh agar ia tidak mewarisi takhta kerajaan. Sang Raja akhirnya mengungsikan si anak ke luar area kerajaan. Bisa disimpulkan leluhur kita adalah pejabat yang menyamar (nyerod wangsa). 

Akhirnya si anak ini tumbuh semakin besar dan punya istri. Terakhir kali ke rumah asal (di arah kiri) sana dikasi tahu agar tidak usah ke kembali lagi karena bisa-bisa dibunuh oleh ibu tirinya yang jahat. Sebelum pergi diberikan sebuah mata tombak, sebelumnya ada keris juga. Juga membawa tongkat/tungked yang ditanam dan menjadi pohon yang tinggi, leser/lurus. 

Saat merantau/kabur dari kerajaan itu, pertama kali singgah di Pasraman itu. Jangan lagi kembali ke rumah asal, sekedar tahu saja asalnya dari mana. Jika mau berterima kasih dan obet dengan keadaan di rumah, carilah pura asal (kemungkinan di Seseh).

Leluhur kita yg pertama kali datang ke desa ini, punya istri dan anak, situasi aman. Hidup normal sebagai orang biasa. Akhirnya bisa mengobati/metambaan, orang hebat. 
Akhirnya punya cucu tapi mantunya jahat. Cucunya ini yang meneruskan kawikanan ragane. Tapi jaman ini sudah jarang yang ngisinin keris, dipakailah untuk metambaan dan metenungan. Jaman itu sedang ramai tajen, beliau banyak berteman dengan samar. Akhirnya punya istri dan keturunan yang bisa ngeleak. Banyak punya lahan, tapi makin lama makin habis (nguredang-nguredang). Dari sini mulai goyang. Anaknya akhirnya tidak mau melanjutkan kawikanan bapaknya. "Liu irage baange, tapi telah masih". Lama cerita ini tidak ada, tidak ada yang nutugang. 

Anaknya yang sakti ini pernah bilang, dulu ada uang kepeng banyak, yang diberikan para samar. Uang-uang aneh yang bisa dijual kembali dan dapat banyak uang. Ada batu permata, kain rerajahan. Yang ketujuh ini berkata, jangan kesana lagi, ke rumah asal. Jika suatu saat kalian ada kesulitan ekonomi, diuber hutang, dll. Pura Ajin tiyange rereh, tapi tidak diijinkan ke rumah asal. Pura itu terletak di arah kanan dari rumah (selatan/timur/tenggara). Rumah asal itu terletak di arah utara dan ke barat (jika dari Pura). 

Menurut jro dasaran, bukan pasek, bukan pande, tapi leluhur kita Arya. Makanya dipanggil Aji. Sopan sekali. 
Mengapa selama ini kita berkeyakinan Pande, karena leluhur kita dulu ngisin2in senjata, disangka Pande. Padahal hanya Pasupati keris saja, tidak membuat. 

Pura Ciwa saat ini adalah bukan pura leluhur, tapi semacam sekolah/pesraman/pedukuhan. Siapa nanti yang akan meneruskan kepintaran leluhur kita, harus mepejati di Pura Ciwa ini. Orang-orang yang sembahyang kesana tidak semua berguru, ada juga para pasien yang disembuhkan. Jadi kulit para pemedek bisa beda-beda. 

Mengapa keluarga goyang, tidak ada yang nutugang kawisesan beliau. Jika ada yang akan nutugang, aturang pejati, nanti akan dikasi tahu lelintihannya. Akan ditunjukkan bukti bukan pasek, bukan pande. 
Pejati di kemulan dan pura sekolah (Pura Ciwa) ini. Para lelaki keturunannya agak susah menerima masukan orang/bengkung, kecuali mengalami langsung. Padahal sudah ada yang diberitahu disuruh ngiring, tapi meboya, sing ade keto, sing ade keto. Agar tumbuh dari dalam hatinya. 

3 hari setelah ngaturang pejati, melukat dan mepejati di Pesraman/Pura Ciwa.

Di rumah rame sekali. Yang ketujuh ini sangat hebat, bisa teleportasi. Jika mau ke pesraman, tidak perlu jalan. Nyengkerin juga hebat.
Di rumah tua banyak sesuhunan dan gumatap gumitip ini banyak tidak ada yang mengomandoi/jadi pemimpinnya/memberi perintah. Efeknya jadi boros sekali. Di luar berfikir jernih, begitu ke rumah kok tidak nyambung rasanya. Karena yang di Bawah itu paling. 
Tapi bagusnya munyi medaging, kata-katanya dipercaya.