Wednesday, September 05, 2012

Jalan ke Bali Safari n Marine Park

Sabtu 1 September 2012 jam 08.00 pagi kami (Bapak, Ibu, Nana, Citta, Budek, Iin dan Tiwi) berangkat menuju Bali Safari n Marine Park (BSMP) di Gianyar yg berjarak 36 km dari rumah kami. Jam 9 lewat kami tiba dengan selamat dan langsung menuju tiket box. Ada promo sehingga harga tiket seharga hanya 75.000 per orang untuk pengunjung di atas 3 tahun. Nana dan Citta masuk free. Kami dipasangi gelang kertas sebagai tanda tiket.

Di dalam sudah menunggu mobil safari yg mengantarkan kami menuju lobby barong berjarak sekitar 3 menit dari main gate. Dari lobby barong inilah tempat adventure dimulai. Kami mulai ke arah kanan melihat banyak aquarium besar dengan berbagai ikan termasuk Piranha.

Lalu lanjut ke arah utara melihat buaya dan tempat lewat leopard. Namun siang itu nihil. Leopard lagi malas jalan kayaknya. Lanjut perjalanan ke utara ada Hanuman Stage tempat atraksi binatang. Atraksinya sedikit, lebih seru atraksi di Bali Zoo. Namun yg mengesankan yaitu atraksi Orang Utan yg berinisiatif memungut sampah.

Lanjut ke utara lagi kami menikmati sajian pasar souvenir dan berujung menyaksikan Elephant Show. Aksi panggung terbukanya sungguh teatrikal. Pokoknya bagus. Worthed dengan bayar segitu.

Lalu kami menuju gate to safari riding. Bus safari mengantar kami berkeliling ke areal luas menyusuri jalanan hutan dengan aneka binatang di kanan dan kiri. Nana sangat menikmati safari ini, serasa di cerita "Barney ke Kebun Binatang" serunya.

Karena sudah lelah kami bersiap pulang dan mampir makan di tepi sawah di seberang jalan BSMP. Semoga menjadi pengalaman yg berkesan buat Nana dan Citta. Yang lebih mengagumkan adalah orang yg punya BSMP ini. Harapnnya hanya satu, semoga kelak di Tabanan ada tempat semacam ini sehingga kami tak perlu terlalu jauh untuk bisa menikmati hiburan sekelas ini.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, September 04, 2012

Kosakata Khas Balikpapan

Pertama kali menginjakkan kaki di Balikpapan sekitar bulan Oktober 2003 menemukan suatu yg beda khususnya mengenai bahasa. Yang paling kentara adalah penggunaan "kah" di setiap akhir kalimat tanya. "Sudah makan, kah?"

Semakin hari semakin banyak menemukan istilah dan kata baru. Kosakata terbanyak berasal dari bahasa daerah Banjar dan Bugis sebagai masyarakat lokal terbanyak di Kalimantan Timur.

Berikut adalah beberapa kosakata khas Balikpapan yang baru pertama kali saya temukan di Balikpapan: boleh lah, mantap memang, bujur pang, bodok, pembualan, Pakabar geng, kepuhunan, ganal, muyak, bungul, keleleran, puki anjing, puki ayam, tai lasso, kompa, pangsiun, sebatang dulu, lakompe, leke-leke, ini nah, kucik-kucik, angsul, lakonde, lakompe, iyakah, bujur, iya pang, bubuhan, mucil, kurang lebih aja.

Ada yg lain? Silahkan ditambahkan. Buat menambah perbendaharaan kosakata kita sebagai rakyat Indonesia yg multietnis. Hingga kini berarti sudah hampir 9 tahun aku dan 59 orang temenku tlah di Balikpapan. Entah sampai kapan.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Ngitung Kos-kosan

Iseng-iseng ngitung biaya dan penghasilan usaha kos-kosan.

Penghasilan kos 5 kamar/bulan dan 2 ruko:
5 x 400rb = 2.000.000/bulan
2 x 750rb = 1.500.000/bulan
Total: 3.5jt/bulan

5 kamar x 3m x 4.5m = 67.5 m2
2 ruko x 3m x 6m = 36 m2
Total 103.5 m2 x 2.1jt/m2 = 218jt
Dibulatkan 220 jt/kos 5 kamar+2 ruko

Jika bunga bank 8.5% per tahun, maka jika pinjam uang 200 juta maka bunga per bulan adalah:
8.5% x 200 : 12 = 1.500.000/bulan

Jika cicilan maximal adalah 3.5jt/bulan maka cicilan murni dikurang bunga adalah 2jt/bulan.

2jt+1.5jt=3.5jt/bulan

200jt/2jt cicilan/bln = 100 bulan = 8 thn 4 bulan

Bunga total: 1.5jt x 110jt = 165jt bunga dlm 8 thn-an

200jt+165jt=365jt total 9 thn kedepan harga rumah

Jika pinjam hanya 100jt
100jt x 8.5% : 12 = 750rb/bln

Jika dicicil 2 jt/bulan maka:
100jt:2jt=50 bln = 4thn 2 bln.
Dengan untung 750rb/bulan


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sunday, September 02, 2012

Sopir Mabok

Akhir-akhir ini makin sering melihat sopir gak beres: nyetir sambil nelfon. Beberapa kali saya juga nyetir di belakang sopir "mabok" ini. Kadang mobilnya oleng kanan oleng kiri persis mabok.

Ketika ke Denpasar kemaren ada satu kemacetan kecil di pertigaan Muding. Satu mobil Innova hitam jadi sumber kemacetan. Setelah diamati ternyata si sopir sedang menelfon dengan tangan kiri. Bahkan dalam kemacetan itupun ia belum menghentikan aksi nelfonnya. Payah.

Kemaren juga menemukan sopir gila saat lewat di Kediri. Saya kira ia mengambil kiri, walaupun tanpa lampu sign, karena irama mobilnya mengarah ke kiri. Saya hendak nyalip, eh ia malah banting kanan hampir nyerempet bagian kiri mobil saya. Spontan saya pencet klakson panjang. Ketika berhasil mendahului, si sopir juga sedang nelfon. Brengsieeek.

Tidak hanya mobil, pengendara motorpun semakin ugal, khususnya ABG. Naik motor dengan tangan kiri sms-an, tanpa helm, motor oleng kanan-kiri dan yg paling parah naik motornya ngebut dengan konsentrasi setengah-setengah. Setengah ke jalan, setengah ke HP.

Ya kalo jatuh dan mampus sendiri sih gapapa. Tapi kalo mencelekai orang lain dan menyebabkan jadi ikut terlibat urusan polisi kan berabe. Mungkin ini efek smartphone, gak hanya phone-nya yg smart. Orangnya juga smart, buktinya makin bisa multitasking saat berkendara. Hehe.

Mungkin efek modernisasi, tapi pemerintah seperti demam panggung menanggulangi atau memanage kemajuan ini. Sehingga faktor-faktor esensial tak tersentuh. Misalnya jaman sekarang anak SD sudah naik motor kesana-kemari. Jaman saya dulu baru "boleh" naik motor ketika masuk SMA. Masuk awal tahun 2010, anak-anak SMP sudah mulai berlomba-lomba naik motor ke sekolah, ada yg semata-mata gaya. Ada juga yg memang karena tak ada pilihan kendaraan lain.

Mungkin 5 atau 10 tahun lagi anak SD akan berlomba-lomba naik motor matic ke sekolah. Lalu parkir sekolahnya akan dipenuhi puluhan motor matic berbagai merek. Ketika turun dari motor, ditelinganya sudah nempel earphone wireless yg lagi dengerin musik dan siap menerima panggilan. Lalu disisi lain ada seorang anak yg menangis tak mau sekolah karena orang tuanya tak mampu membelikan motor matic merk tertentu keluaran teranyar. Who knows. Who care.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Lelaki Bali 4M

Setelah hampir 3 tahun menikah dan tinggal di desa dengan segala jenis manusia di dalamnya, berdasarkan pengamatan pribadi, ujungnya saya bisa menyimpulkan: ada 4 hal yg musti dikuasai laki-laki Bali yang hidup di desa.

1. Mebat
Mebat atau meracik/mengolah bumbu dan makanan. Dalam kehidupan tradisional Bali, biasanya jika keluarga atau tetangga ada yg melakukan hajatan, maka yg bergerak sebagai tukang olah makanan/bumbu dan memasaknya adalah laki-laki. Sementara yg wanita merangkai banten.

2. Meceki
Dalam setiap acara sosial kemasyarakatan tradisional Bali kadang ada saat-saat jeda/kosong misalnya malam hari atau di hari raya Galungan/Nyepi. Biasanya untuk bergaul antar lelaki dengan cara main gaple atau ceki di Bale Banjar atau di rumah salah seorang penduduk.

3. Minum
Mungkin minum menjadi salah satu image macho di Bali. Ada anggapan dengan minum berarti gaul, macho, dan sejenisnya. Memang perbuatan ini jelas salah namun tak ada satu organisasi adatpun yg "mengharamkan" anak mudanya minum-minum.

4. Mebanjaran
Mebanjaran atau bersosialisasi adalah salah satu poin penting kehidupan bermasyarakat di kampung. Masyarakat Bali adalah masyarakat komunal dan suka berkumpul, berkegiatan bersama. Sehingga orang yg tak suka berkumpul dianggap "melanggar" aturan dan "wajib" dikucilkan, harusnya dibina dan diarahkan ke arah yg lebih baik.

Bisa jadi pendapat hasil kesimpulan saya ini terlalu sempit, tapi harus diakui demikianlah adanya yg saya amati. Tentu 4M di atas tidak mutlak adanya. Masih banyak cara yg bisa ditempuh untuk berkehidupan sosial dan tidak semua lelaki Bali melakukan 4M tersebut. Tapi dengan menguasai 4M itu setidaknya memudahkan kehidupan sosial lelaki Bali di desa.

"Diketik di WC saat boker subu-subuh"

Powered by Telkomsel BlackBerry®