Wednesday, January 28, 2015

Pake Dopping

Atlet pake doping mendongkrak stamina, musisi ngedrug utk nambah inspirasi dan peserta pawai ogoh2 minum arak biar agak punyah apakah biar lbh kuat? Apakah anak muda nggak pede shg harus pake doping?

Wednesday, January 14, 2015

Evolusi Cara Belanja

Jaman dulu orang desa mau belanja ke kota harus nunggu angkutan umum ke denpasar, cari barang di pasar kumbasari, bayar. Jaman berikutnya pedagang grosir mendatangi penjual eceran ke desa2, tidak perlu naik angkutan umum, barang bisa kita miliki lebih cepat.
Kini pedagang dan pembeli sama2 duduk manis di rumah, kalo mau beli barang cukup masukkan hashtag, transfer, lalu besok barang sudah tiba di rumah kalo pake Tiki YES atau 3 hari kalo pake yg reguler.

Friday, January 02, 2015

Film Motivasi vs Film Humor

Film Merry Riana
"@MerryRiana: Jmlh Penonton film:
1) Merry Riana - 712.270
2) Hijrah Cinta - 711.205
3) Marmut Merah Jambu - 640.682
4) Assalamualaikum Beijing - 540.890"

Terbukti film motivasi lebih laris dibanding film humor. Apakah ini berarti anak2 muda endonesa kurang mendapat motivasi di sekolahnya? Apakah adik2 kita lebih dijejali otak kirinya daripada kecerdasan kreasinya? Apakah tas sekolah adik2 kita dipenuhi buku2 pelajaran sekolah drpd membawa peralatan untuk membuat hasta karya?

Thursday, January 01, 2015

Fotografer Banting Harga

Ini adalah tulisan setahun lalu.

Akhir2 ini prihatin melihat dan membaca cerita kawan2 fotografer yg sekian tahun telah belajar kemudian memutuskan hidup sebagai full time fotografer profesional, lalu memasang harga sekian juta rupiah dan menerima order2 dari berbagai kalangan masyarakat. Setelah sesi foto dilanjutkan dgn post processing yg memakan waktu banyak, begadang hingga subuh dan menguras cukup energi.
Kemudian, datanglah golongan fotografer yg belajar agak belakangan, merasa sedikit bisa lalu memasang label fotografer/photographer/photoworks dsb, di belakang namanya, lalu menerima pekerjaan fotografi dgn tarif yg membuat fotografer yg belajarnya agak duluan, kebakaran jenggot. Merusak harga istilah kasarnya dan cilakanya, konsumen yg notabene sebagian besar awam fotografi yg penting hasilnya "asal terang" ya tentu nyari harga yg lebih murah.
Pasar tlah bicara. Sebagian demand pasar mungkin pada level segitu. Kalau mau jujur, mungkin seperti itulah pasar fotografi sesungguhnya. Tidak perlu hasil yg terlalu "bagus" yg penting si "model" dlm foto terlihat terang dgn senyum yg manis sudah cukup bagi mereka. Mungkin kalo ada yg menawarkan gratis dgn hasil yg satu level di bawah yg bayarannya murah, bisa jadi mereka akan memilih yg gratis. Harga nomor satu, kualitas nomor 17.

Namun pasti ada level2 konsumen yg membutuhkan kualitas, lebih menghargai seni daripada sekedar foto "asal terang" yg tentu rela membayar dgn tarif yg lebih manusiawi. Ibarat iphone yg bnyk konsumennya meskipun harganya relatif lebih mahal dibanding merk lain.

Nah sebagai fotografer, tentu itu adalah pilihan. Mau jadi fotografer asal terang atau fotografer yg mempertahankan kualitas. Buktinya, yang saya tahu, banyak kok fotografer mahal tapi clietnya banyak.

Kalau mau sedikit out of box, jika memang kebutuhan pasar seperti itu, buatlah metode yg ekonomis. Dgn sedikit daya dan biaya bisa menghasilkan foto yg secara kualitas bagus namun dgn minimal menghabiskan tenaga dan waktu. Misalnya utk post procesing bisa dibuat action2 yg tinggal sekali klik sdh menghasilkam editan bagus. Tdk perlu susah payah begadang sampe pinggang mau patah. Cukup duduk setengah jam 20 halaman photobook sdh jadi, misalnya.

Sekedar urun rembug dr seorang pecinta fotografi.

Tuesday, December 23, 2014

Attaka Turn Around 2014

Setelah hampir setahun mempersiapkan akhirnya event ini terlaksana juga di akhir November ini, tepatnya 23-27 November 2014. Meskipun saya pas off tapi masih terbawa hingga ke rumah. Syukurlah project ini terlaksana dengan aman dan lancar. Meskipun ada insiden kecil tapi yang terpenting adalah tidak ada korban jiwa. Kegiatan ini cukup menguras energi dan awal-awal off kadang aku mimpi seputar suasana kerja di Attaka. Kadang mimpi meeting, mimpi kerja di office dll.

Kegiatan ini terakhir dilakukan sekitar tahun 2007. TA adalah aktivitas mematikan plant dan mengerjakan job-job yang perlu shutdown. Kali ini kegiatan utama dibagi 2 yaitu penggantian valve dan penggantian pipa-pipa yg sudah corroded. Sekitar 150 valve ukuran 1.5"-18". Valve kecil size 1/2", 3/4", 1" sekitar 300-ea. 29 WO untuk pekerjaan pipe replacement. Sebanyak 338 manpower dikerahkan sebagian besar dari Bukaka, Construction, Maintenance, Operator, FIQA hingga Exterran. Akomodasi menggunakan 186 bed di LQ, 20 di MTR2 dan 12 di MSI8. Sisanya tidur di Santan. Pp menggunakan 3 boat.

Sempat terjadi insiden saat preparation. Sekitar 3 hari sebelum TA ada supervisor construction yg kakinya tertimpa oil switch. Dan kejadian flash fire hari terakhir TA. Syukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.