Thursday, March 15, 2018

Attaka Trip 13 (Cuti Nyepi)

7-15 March

"The distance between dream and reality is called action."

Sore itu hujan, angin cukup kencang dan ombak bergejolak sedikit galak. Kami rebutan turun ke living quarter, menghindari hujan di awal Maret. Sore itu GM shop sepi, beberapa hari ini semua aktivitas distop karena ada insiden yang menyebabkan LWC dan mereset IFO. North Offshore kebakaran jenggot. Beberapa bulan terakhir insiden bertubi-tubi terjadi mulai dari cedera tangan di Lima, kapal nabrak CP dan Delta dan yang terakhir baru saja terjadi. Semua aktivitas rutin yg dilakukan tanpa permit. Kemudian muncullah sistem pelaporan SWA yang dipermudah. HES memakai motto baru usulan saya "SWA Semudah Selfie".

Water tank LQ masih belum beres. Pekerjaan boleh berlanjut meskipun habis "memakan" korban. Project WTU CP dan Bravo dilanjutkan dengan lancar. Hazard Hunt dan Maintenance Patrol pun digalakkan. 

Di hari Jumat aku pesan pentol dan kami makan bareng sehabis coordination meeting merayakan ultah. Berat badan naik menjadi 81.8 kg dan hanya sempat olahraga sekali 15 menit di helipad. Diet tak bisa dilakukan. Hanya sedikit mengurangi makan malam. 

Mendapat kiriman paket souvenir dari CPC yang berisi polo shirt, topi dan camera strap kulit. Lumayan hadiah terakhir menjelang EOC. Townhall dilakukan dari Duri dengan bintang tamu pak J Johnson yg memaparkan bisnis performance. Smart badge baru pun datang sebagai pengganti yang rusak yg kupesan beberapa minggu yg lalu. 

Trip ini aku cuti dalam rangka Nyepi. Namun mundur 2 hari bayar hutang hari. Aku bawa siomay bikinan mas Puji sebanyak 2 kotak. Dan pagi ini jam 4.30 aku sudah tiba di bandara Sepinggan setelah semalam berkejaran dengan hujan nail Innova dari Santan bersama Gusti. 

Sayangnya aku lupa bawa siomay. Menyesalnya setengah mati. Kukontak James untuk dibawa pulang. Padahal rencana dimakan bersama saat Nyepi. Yah bukan rezekimu, Nak.

Pagi ini aku bersiap terbang ke Bali via Makazzar. Semoga selamat sampai tujuan. Astungkara.


Wednesday, March 07, 2018

Odalan, Ultah dan Kolam Renang

Off 21 Feb-6 Mar 2018

"Kepintaran tidak selalu berujung pada kedamaian. Bahkan sering berujung pada kerumitan. Di titik inilah seseorang memerlukan kepolosan."

Rabu malam jam 20.00 kami mendarat mulus di Ngurah Rai Airport setelah melewati barisan awan hujan dosertai petir tipis menjelang landing. Pesawat mengalami keterlambatan hampir 2 jam namun kami hanya mendapat biskuat dan oreo remuk. Malam itu aku naik gojek yang disopiri orang timor. 

Keesokan pagi seperti biasa ternak teri dan ternak babi. Anter anak anter istri, anter anak bareng bini. Tiga hari di awal off badan kok pegel luar biasa. Akhirnya aku pijat di Canggu pada hari Jumat.

Sabtu adalah tumpek wayang. Kami nongkrong ke BW setelah sembahyang bersama di pura ciwa paginya. Anak-anak libur hari itu. Hari minggu ngayah mebersih di pura ciwa, siangnya kami sekeluarga ke jero mengunjungi wayah dan ninik. Wayah sudah tidak sakit lagi. Namun masih suka mengeluh dan galau dengan perut kembungnya. 

Senin ngayah di pura ciwa lagi. Kali ini masang wastra sekaligus masang wastra jumah bedauh. Hanya sedikit yang ngayah di pura berhubung ada 40 KK yang tak ke pura karena ada keluarga yang meninggal. Selasa kami di rumah saja. Rabu 28 Feb mebat di pura. Beli kolam renang untuk di rumah dan juga hari itu adalah hari terakhir bli Ines bekerja dengan Chevron. Ada beberapa wakil perusahaan yang berkunjung ke rumahnya. Sore hari ada metebasan dan lanjut ngunggahang di pura. Nana Citta dan Deba senang sekali berlarian di halaman pura bersama Dinda. Paktu dan mekluh juga hadir yang pulang kemaren sorenya. 

Kamis 1 Maret 2018 purnamaning sasih kesanga odalan di pura ciwa. Kami sembahyang bersama dan anak-anak hingga jam 8 malam saja. Aku lanjut hingga tengah malam. Jam 23.00 odalan sampun puput. 

Esoknya Jumat kami odalan di merajan rumah pusat. Semua keluarga besar berkumpul jadi satu. Malemnya lanjut ngerainin di sanggah bethara yang putus di pura ciwa. Di sela odalan, Sabtu 3 Maret 2018 adalah ultahku ke 38. Kami rayakan makan sore di warung makan Cantik di Munggu sepulang dari BW karena hari itu Candilicious buka dan aku beli sepatu Adidas baru hadiah ulang tahunku. Minggu 4 Maret lebar karya. Jam 9 pagi kami ke pura dan jam 11.30 sampun puput. Sorenya paktu dan paktut meluasang ke dasaran poleng di Kebon. Mepekeling atau komunikasi yang jadi momok. Ibu nelok bersama ibu-ibu PKK. Malemnya aku megebagan di rumah pak Dogler. Bapaknya yang manggu meninggal karena stroke. 

Esok Senin pagi aku mengikuti prosesi ngaben mulai dari metektekan di pagi hari hingga ngiringang ke setra. Sementara paktu dan paktut mepekeling di rumah dan pura. Siang kami nekat ke Denpasar, rumpies kitchen dan Gramedia. 

Lalu Selasa 6 Maret seperti biasa setelah anter anak2 ke sekolah, ibu mengantarkan aku ke Canggu lalu lanjut ke bandara naik gocar yang disopiri orang timor lagi. 

Off ini benar-benar sibuk. Aktivitas full odalan pura ciwa karena sudah 2x odalan aku tak hadir. Tak sempat mikirin diet, olahraga pun jadi mandeg dan latihan nyetir jadi putus. Ngurus IMB juga terlantar. Rencana melali ke Bajera dan Klungkung jadi kandas. Namun di sela istirahat di rumah aku masih sempat main2 rekaman gitar dan coba rekaman juru pencar versi blues. Aku coba cetak buku ranacitta di percetakan buku di Jogja. Kiriman paket belum datang.  

Anyway, ibu jadi berubah jauh lebih sabar menghadapi anak-anak. Efek baiknya Citta jadi good girl. Benar kata orang bijak. Ketika kita berubah, orang lain bahkan dunia pun berubah.


Ultah di Angka Keramat

Satu hal menarik dari angka 76. Ketika kuliah tahun 99 aku kos di rumah dengan nomor 76. Empat tahun kemudian tahun 2003 aku training dan kerja di perusahaan dengan logo 76. 13 tahun berikutnya di tahun 2016 aku diijinkan belajar subsea wells di laut dalam dengan nomor sumur Bangka 7 dan 6. Dua tahun berikutnya tahun 2018 adalah ultahku yang ke 38 separuh dari angka 76, di sela perusahaan ini menjelang EOC. 

Tak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua sudah diatur oleh Sang Maha Planner. Jika peka kita seharusnya bisa membaca tanda-tanda alam yang terjadi dalam setiap langkah kita. Semoga di ultah ini makin sukses, bahagia dan panjang umur. 


Sunday, March 04, 2018

Bli Ines Dapat Pesangon

Sejak kena serangan stroke 5 November 2016 hingga sekarang bli Ines belum sadar dan ada perubahan yang berarti. 
Perusahaan memutuskan tanggal 28 Februari 2018 bli Ines mendapat pesangon dengan nilai yang lebih banyak daripada pensiun normal. Keputusan ini diambil lantaran saat EOC perusahaan baru belum tentu mau ambil dan hitungan pesangonnya lebih bagus sekarang. 

Semoga diberikan yang terbaik buat bli Ines dan keluarga. Saya bantu sebisanya. Swaha. 


Friday, March 02, 2018

Modernisasi Mengalahkan Tradisi

Liric & Song by bligedebagus

Ada Gek Dwi dan Gek Tri tak sempat belajar bikin sampian
Sepulang kuliah mereka sibuk ke salon, menicure, pedicure atau sekedar creambath
Juga luluran di spa paling terkenal di pusat kota

Luh Mirah, Luh Ayu tak sempat bantu ortunya ngulat tipat
Aktivitas padat sosialitanya membuat ia harus selalu bergaya
Berselfie ria dan juga tak lupa upload di social media

Rahmang & Gustut kini sudah tak pernah baca kekawin atau pupuh ginada
Mereka disibukkan dengan jadwal meeting bersama orang-orang penting
Bertemu di tempat minum kopi yang dipenuhi wifi

Yan Dodgler, Tut Mancrut lupa cara ngulat klatkat sudamala
Mereka sibuk dengan melakoni bisnis maklar tanah
Mereka ikut andil jual beli tanah warisan, milik warga di pedesaan

Nang Lecir, Nang Dogler kini lupa caranya mecil siap
Atau sekedar mangin celeng ngamah di belakang rumah
kini mereka sibuk mecil gadget
bahkan nyari pokemon hingga ke ujung desa

Reff:
Modernisasi mengalahkan tradisi
Hidup modern terlihat mewah dan bergengsi
Meskipun banyak makan biaya
Entah untuk menyenangkan siapa