Wednesday, April 04, 2018

Nyepi, MCU dan Tijili

16 Mar - 3 Apr 2018

"Semua kedamaian berawal dari kedamaian di dalam diri."

Off kali ini cuti, jadi aku off total 19 hari karena kepotong bayar hutang 2 hari. Kamis sore itu aku ke Balikpapan sama Gusti. Sialnya, siomay yg aku pesan dari camp boss Puji ketinggalan di kamarnya Johnson di Santan. Akhirnya James yg kebagian rejeki anak soleh. 

Jumat pagi itu aku terbang dengan Lion menuju Bali via Makazzar. Gocar mengantarkan aku ke Pandak menyusuri jalanan sepi menjelang esok Nyepi. Ogoh-ogoh sudah mulai dikeluarkan untuk diarak nanti sore. 

Nyepi kali ini bertepatan dengan Saraswati. Sebelum jam 6 kami sembahyang Saraswati. Anak-anak begitu excited dan banyak nanya kenapa kita tidak boleh keluar dan pantangan Nyepi lainnya. Pagi ke rumah mbah Dona sebentar. Pecalang melarang penduduk ke jalan di luar sana. Jadilah setelah sore tiba jalanan depan rumah kami ramai orang lalu lalang. Nana dan Citta asyik naik sepeda dan sepatu roda. Deba ikutan boncengan dengan Citta. Nyepi kali itu berkesan sekali. Malamnya aku abadikan langit Nyepi yg cerah dipenuhi bintang. Ngembak pun kami habiskan istirahat di rumah. 

Senin kami mengunjungi Matahari Denpasar. Seperti biasa anak2 minta diantar ke Gramedia. Selasa 20 Maret jam 6 subuh aku berangkat ke Prodia Denpasar untuk MCU. Mampir ke Rimo untuk beli speaker simbadda dan ke Gramedia beli ampi gitar. Malamnya anterin Citta dan Nana cabut ke dokter gigi.

Rabu ke Beachwalk untuk memuaskan hasrat shopping ibu dan janji belikan mainan anak2 karena sudah pinter cabut gigi semalam. 

Kamis mejenukan ke pekak pakyan tape meskipun ngabennya masih lama. Jumat aku mengunjungi kasih ibu untuk rutin USG tiroid sekalian ambil hasil MCU di Prodia. Astungkara hasilnya sehat dan semoga selanjutnya tetap sehat. 

Malam minggu, sepulang sekolah kami berangkat ke Benoa untuk menginap di Tijili Hotel yg instagrammable banget. Tiwik juga kemah ke Kintamani hari itu. Paginya aku foto-foto selfie bersama gitar untuk lomba foto Yamaha. Esoknya hari minggu kami pulang dengan ceria dan bahagia. Lanjut membuat foto-foto cloning untuk lomba foto Yamaha. 

Senin sekolah dimulai. Nana dan deba ikut imunisasi JE gratis di sekolah. Selasa nambal ban motor yg pecah kena steples dan anterin Citta kirim jawaban kuis Bobo. Sorenya ganti kran kamar mandi atas yg pecah nipplenya sekalian diganti dengan model baru yg lebih mudah dioperasikan anak2.

Rabu aku ikut ngiringang pekak pakyan tape ngaben. Siangnya langsung cus ke Denpasar beli TV Samsung 43 inch di Teuku Umar sekalian ambil hasil tes darah TSH dan FT4. Kamis ke jero. Jumat sempat ke Kasih Ibu Tabanan untuk EKG ulang karena ada indikasi LVH. Astungkara sehat sekaligus konsultasi dengan spesialis Jantung. 

Sabtu, Kliwon, Landep adalah tumpek landep bertepatan dengan purnama kedasa. Kami sembahyang di pura ciwa. Malamnya kami sembahyang tumpek landep jumah bedauh ditemani hujan dengan petir bersahutan. Minggu kami istirahat di rumah saja dan Senin mumpung anak2 masih libur paskah, kami ke Bali zoo untuk memuaskan anak2 naik kuda poni. 

Selasa adalah waktunya bapak berangkat kerja. Ibu mengantar aku hingga bandara dan sorenya aku janji ketemu dokter Arlyn di Pasir Ridge untuk konsultasi hasil MCU. Sehabis itu aku menuju Majesty untuk melepas lelah. Malemnya seperti biasa menginap di esai. Sore itu menjelang landing yang mendung, masih terlihat tumpahan minyak sehabis kebakaran tanker beberapa hari lalu. 

Buku Ranacittagayatri pun sudah jadi. Nana Citta senang dibuatkan buku. Nana sedang membuat gambar dengan crayon di atas kertas A3 untuk lomba lukis ultah Bobo ke 45. Nana juga bulan ini mulai belajar ngevlog, membuat video termasuk video saat liburan di Tijili. Di rumah sewa perosotan dari pondok bayi rental. Main kolam renang di rumah. Aku bawa kopi untuk Eka dan desain logo jaket NOFM. Membuat ayunan di bawah puun waru depan rumah. Mencoba irig+amplitube+quatiloop+audacity. Beli kazoo alat musik tiup dan direkam saat nyanyikan Perfectnya Ed Sheeran. Aku juga pesen topi sebanyak 2 lusin dari Helmy dengan tulisan "Lets Rock the Platform" untuk dibagi ke temen2. 

Ahkirnya sore ini aku kembali berkhayal di pojokan CB. Colibri yg mengantarkan kami dari Bontang ke Attaka setelah naik bus mulai jam 7 dari Balikpapan. Semoga selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan. 

Friday, March 30, 2018

Test Kebahagiaan

7 Tes yang Membuktikan Hidupmu itu Sudah Bahagia

Banyak orang mengklaim bahwa diri mereka sudah bahagia. Nyatanya, sebagian besar orang masih belum bisa bahagia seutuhnya karena ulah mereka sendiri. Tanpa disadari sifat negatif yang dipelihara ini adalah penghalang untuk merasakan kebahagiaan.

Yakin kamu sudah bahagia dengan hidupmu sendiri? Coba tes dulu dengan tanda-tandanya di bawah ini.

1. Apakah kamu masih iri dengan kebahagiaan orang lain?

Jika merasa sudah bahagia, maka kamu gak mungkin iri dengan keberhasilan orang lain. Kamu bakal ikut merasa bahagia ketika melihat kesuksesan orang lain. Alih-alih merasa iri, keberhasilan mereka ini membuatmu termotivasi dan ikut belajar untuk meraih kesuksesan serupa.

2. Apakah kamu masih selalu mengeluh dan sulit mengucapkan rasa syukur?

Tantangan tentu pasti dihadapi oleh semua orang. Nah, untuk membedakan seseorang itu bahagia atau tidak adalah lewat sifatnya saat sedang menghadapi tantangan dalam hidup. Jika dia selalu bisa meminimalisasi sifat mengeluh dan lebih banyak bersyukur, maka dia memang bahagia dan bisa mensyukuri hidupnya. Apakah kamu sudah begini?

3. Apakah kamu sudah berusaha semaksimal mungkin untuk berbagi kebahagiaan?

Orang yang bahagia dengan hidupnya itu akan berusaha untuk berbagi kebahagiaan. Dia merasa bahwa rezeki itu hanya titipan dan harta sifatnya hanya sementara. Jadi, dia juga akan berusaha untuk membahagiakan hidup orang lain dengan rajin berbagi, mumpung dia masih punya.

4. Apakah kamu masih menghitung untung rugi saat menolong orang lain?

Saat kamu benar-benar bahagia, kamu gak akan menghitung rugi ketika sedang berbagi. Fokusmu hanyalah untuk berbagi dan meringankan beban orang lain. Kamu gak akan mengkalkulasi seberapa besar uang yang sudah digelontorkan atau tenaga yang sudah disisihkan untuk membantu orang yang membutuhkan.

5. Apakah kamu masih membandingkan pencapaianmu dengan orang lain?

Merasa bahagia artinya kamu merasa bahwa hidupnya sudah berkecukupan sesuai dengan porsinya. Kamu gak akan membandingkan pencapaian diri sendiri dengan orang lain. Kamu merasa bahwa apa yang kamu dan orang lain dapatkan itu sudah sesuai porsinya.

6. Apakah kamu masih peduli dengan komentar orang lain?

Orang yang bahagia itu fokus pada hidupnya sendiri dan gak akan mengurusi hal lain yang bukan kapasitasnya. Orang ini gak akan memedulikan komentar orang lain di sekitarnya. Baginya, komentar buruk dari orang lain gak akan memengaruhi kebahagiaannya.

7. Apakah kamu selalu optimis dan berusaha untuk melakukan yang terbaik?

Selalu bahagia, orang ini juga selalu diliputi suasana hati yang baik dan atmosfer positif. Salah satunya, dia akan selalu optimis untuk melakukan yang terbaik dalam hidupnya. Sifat pesimis tidak ada di dalam kamus hidupnya.

Yakin sudah bahagia dengan hidupmu?

Sumber: idtimes

Friday, March 23, 2018

Renungan Nyepi

Umat Hindu merayakan kehadiran tahun baru Caka dengan cara Menyepi ataun melalui introspeksi diri.

Mereka akan membaca hidup ke belakang untuk melangkah ke depan, menuju _*Moksartham jagaddhi-taya ca iti dharma.*_ (kesejahteraan hidup material dan pembebasan dari keseng-saraan duniawi).

Bagi orang suci bijaksana, pencapaian alam sunyi merupakan pencapaian tingkat tinggi _(ambek sang paramartha pandita huwus limpad sakeng sunyata)._

Orang bijaklah yang berhasil memasuki alam sepi _(sunyata)._ Alam sunyata ini ada di alam makro _(bhuwana agung),_ tapi juga ada di alam mikro _(bhuwana alit)._

Pencarian sepi di dalam sang diri merupakan pencarian kedamaian abadi melalui praktik Nyepi.

Menyepi dari keramaian mencari sepi yang menjauhkan kesepian batin yang sepi. Hanya di dalam sepi lah orang bisa mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian sejati. Ia sepi dari: Keakuan, 
pertengkaran, penikmatan duniawi, dan sepi pula dari hiruk-pikuk perlombaan pencapaian harta, kedudukkan, dan harga diri.
Ia betul-betul minggir menyepi dari semua "keramaian" itu. 

Apa yang dikejar dunia, ia justru menyepi darinya. Untuk itulah orang perlu memahami cara mencari sepi. 

*Cara mencari sepi bukanlah melalui keramaian, karena sepi tidak ada di dalam keramaian.*

*Carilah Aku sampai ke dalam, sampai yang paling dalam dimana Aku berada.*

Odalan Pura Ciwa 1 Maret 2018

Punia besar Ambara guna + komang 10jt
Punia biasa 4.905jt 
Punia total 14.900.500
Anak duwe 4.8jt
19.700.500 total punia + anak duwe

Outcome 1jt
Gong 2jt
Sari nunas tirta 200k
Sari mlaspas 200k
Tajen ayam 200jt
715k sampian dll
4.516.000 total outcome

Saldo 15.189.000

Ada rencana merenovasi penyengker di utara pura biaya sekitar 50 juta.


9 Fakta Nyepi

1. Menghemat listrik 60%, setara Rp 4 Miliar atau sekitar 290 Megawatt.
2. Menghemat 500.000 liter Solar atau Rp 3 miliar (PLTGU Pemaron dan PLTG Gilimanuk dimatikan).
3. Bandara ditutup dan 480 penerbangan stop.
4. Enam (6) pelabuhan kapal tutup (32 kapal tidak beroperasi di Gilimanuk).
5. 1,5 juta pengguna internet tdk online (setara kuota 97,5 TB atau Rp 1,9M dgn asumsi setiap orang memakai 65 MB/hari dan harga paket data 20rb/GB). 
6. Sekitar 3.625-an ogoh2 diarak sehari menjelang Nyepi (ada 1.488 desa adat di Bali)
7. Bebas 20.000 ton CO2 dalam sehari.
8. "Word Silent Day" 21 Maret diinspirasi dari Hari Raya Nyepi yg disetujui PBB.
9. Bali gelap gulita selama 24 jam. 

Rahajeng Nyepi Çaka 1940 & Rahajeng Saraswati Sanisçara Umanis Watugunung. Sabtu 17 Maret 2018