Saturday, December 08, 2018

Teroris dan Lalat

Teroris itu mirip dengan lalat yang mau menghancurkan sebuah toko. Karena lalatnya tidak bisa mengangkat bahkan cangkir kecil sekali pun, maka ia masuki telinga banteng besar agar bantengnya mengamuk menghancurkan.

Sebarkan Cinta di Sosial Media

Pendukung capres A boleh gusar tatkala capres jagoannya dijelek-jelekkan pendukung capres B. Pendukung capres B pun boleh senang tatkala pendukungnya sendiri menemukan keburukan2 capres A. Jangan lupa itu hanyalah panggung sandiwara politik belaka. Jangan habiskan energi utk meladeni mereka. Biarkan mereka bersandiwara di atas sana. Kita cukup jd penonton yang imut saja dari bawah sini.  

Jangan lupa kembali ke rumah, sayangi istri dan anakmu. Tumbuhkanlah cinta, agar cinta yang kau tebar di social media. Bukan kemarahan apalagi menumbuhkan permusuhan. Karena yg rugi kita juga, bukan para politikus jahat yg bersandiwara di atas sana. 

Disaat rakyat sebuah negara sudah komen gini kepada para politikusnya, "biar aja mereka berkelahi, kita tonton dari jauh sambil ngopi," maka negara itu sudah aman sentausa.

Kebanyakan Smartphone = Kurang Peka

Smartphone membuat kita jadi kurang peka dgn sekitar. Karena sibuk main HP kau tak melihat ibu tua yang hendak duduk di tempat dudukmu, saat kau naik bis. Karena sibuk main HP kau tak melihat gusar orang tuamu karena mereka dijawab sekenanya (sambil matamu tetap tertuju ke HP), saat engkau ditanya sesuatu. Karena sibuk main HP kau lupa untuk menyapa orang sekitar saat kau sedang nongkrong di warung kopi paling mahal di pusat kota. Karena sibuk main HP kau lupa mengelap ingus anakmu sehingga ingusnya sedikit tertelan. 

Karena kau terlalu sibuk main HP kau lupa menelfon orang tuamu di ujung sana, sekedar menanyakan apakah obat rutinnya sudah diminum hari itu. Karena kau terlalu sibuk main HP sehingga kau lupa bahwa ada dunia nyata yang perlu dijalani dengan happy, bukan sebatas dunia social media yg kini dipenuhi pertarungan politik yg katanya baru belajar demokrasi. Karena kau terlalu sibuk main HP, kau tak melihat anak2mu juga sibuk main HP, sehingga merek lupa untuk sekedar mandi sore. Karena kau selalu sibuk pegang HP, sehingga kau jadi lupa memegang tangan suami kesayanganmu yang sedari tadi menahan gusar karena tak diperhatikan. 

HYGGE - Bahagia ala Denmark

Denmark menjadi salah satu negara dengan tingkat kebahagiaan tertinggi di dunia. Konon katanya ini tak terlepas dari tradisi hygge yang diwarisi masyarakat sana. Hygge berarti kesenangan jiwa. 

Dalam bukunya yang berjudul Book of Hygge: Danish Secrets to Happy Living, Wiking menguraikan cara-cara praktis untuk menciptakan hygge dalam kehidupan Anda. Kuncinya adalah kebersamaan, kehadiran, kesenangan, relaksasi, dan kenyamanan. Berikut adalah 6 cara menciptakan suasana menyenangkan ala hygge:

1. Ciptakan suasana yang nyaman
2. Miliki seperangkat alat dan bahan untuk memanjakan diri
3. Belajar kerajinan tangan
4. Makan enak ala hygge
5. Memulai tradisi baru dengan orang yang Anda cintai
6. Bersyukur untuk hal-hal sederhana

Namun yang yang unik adalah, meskipun indeks kebahagiaannya tinggi, Denmark juga sebagai negara dengan pengguna obat anti depresan tertinggi di dunia. 

Kenapa bisa begitu?


YOLO

YOLO (You Only Life Once) ngetrend sejak beberapa tahun belakangan. Merujuk kepada generasi jaman now yang tidak mau ribet memikirkan masa depan, yg penting sekarang happy. Generasi milenial konon jadi biang keroknya dan dituduh hidup egois tanpa memikirkan gimana hari esok, yang penting sekarang kita bersenang-senang. 

Generasi jenis ini konon mengisi harinya dengan nongkrong di kafe, nonton film terkini, liburan ke berbagai daerah beberapa kali setahun hingga tak terlalu perduli dengan isu-isu sejenis global warming. Tidak terlalu peduli dengan investasi jangka panjang seperti membeli rumah atau membuka rekening reksadana. Kalian termasuk generasi yang mana?