Saturday, March 09, 2019

Ulang Tahun 39

3 Maret 2019 genap berusia 39. Kami rayakan sederhana dengan tiup lilin di rumah lalu makan siang di Panties Pizza. Ibu membelikan kue dari the Harvest dan bahagia itu sederhana. 

Birthday wishesnya terutama agar aku dan keluarga semoga diberikan kesehatan yg baik, makin sukses dan tetap bahagia. 






Resolusi Spiritual 2019

Resolusi 2019 saya tidak ingin melakukan apa-apa. Tapi justru ingin mengurangi banyak hal yg dulu sering saya lakukan: #lessismore
- mengurangi kecanduan smartphone
- mengurangi belanja barang konsumtif
- mengurangi makanan tidak sehat
- mengurangi gula garam lemak
- mengurangi junk food
- mengurangi malas2an
- mengurangi membicarakan keburukan orang
- mengurangi duduk di depan komputer
- mengurangi posting gak jelas di medsos
- mengurangi begadang
- mengurangi mikir
- mengurangi mengkritik
- mengurangi mengeluh
- mengurangi marah2
- mengurangi iri hati


Friday, March 08, 2019

Ultahku, MCU Ibu dan Melasti

Off 21 Feb - 5 maret

Off kali ini aku pulang Kamis, setelah semalam ke Balikpapan bareng Jamrudi karena aku exten sehari. Menginap di Esai lalu jam 11.30 terbang ke Bali direct dengan Citilink. 

Seperti biasa hari pertama mulai anter jemput anak sekolah, eh ban mobil pecah di Nyitdah. Akhirnya Nana dianter ibu naik motor. Lalu mampir ke kos mengecek tukang yang sedang mengerjakan paving. Kontrol ke dr. Daru dan akhirnya dirujuk cek Hep B dan C tapi hasilnya negatif. Habis MCU fungsi hati SPGT ku naik sedikit syukurlah tidak ada bibit viru hepatitis. 

Sabtu aku mulai gowes di seputar Nyitdah. Seharusnya hari itu ada rapat alumni Bisma tapi aku tak bisa karena harus mebat ngolah caru untuk mecaru besok. Sorenya aku bikin celana biru kantor di Kebon. 

Hari Minggu pagi kami olahraga di lapangan Beraban. Suasananya segar dan semua tertata rapi. Perlu dilanjutkan kesana terus. Siangnya kami menjenguk wayah Gek Muni yg dirawat intensif di Wisma Prasanti. Siang itu Nana mulai Demam ringan. Lalu sore hari kami mecaru jumah bedauh setelah bedangin selesai. 

Senin Nana libur karena belum fit. Citta nebeng Tiwik ke sekolah. Selasa 26 Feb ibu MCU di Kasih Ibu Tabanan. Lalu memyempatkan ambil efek gitar Zoom G3Xn di Tegal Jadi, sembari menunggu cek darah 2 jam pasca puasa. Rabu lanjut MCU bertemu dokter mata dan pap smears oleh dr. PA. 

Kamis cek kos dan sudah semua dipaving. Beres. Tinggal belikan gorden, kanopi dan pindah pintu gerbang ke belakang kalo jadi. 

Mulai 1 Maret aku mencoba jalan kaki setiap pagi untuk menguatkan stamina badanku. Dari berbagai artikel selalu menyarankan olahraga rutin untuk menurunkan tensi alami. Di sela browsing aku juga menemukan jadwal Yoga dan Meditasi di Tabanan. Semoga off depan bisa ikut rutin. Paginya aku ngayah mebersih di PuraCiwa. Citta dan Deba hari itu yang giliran demam dan batuk. Ke dokter Ayu di Kasih Ibu sambil jemput Nana karena Citta dijemput siang tadi lebih sahulu setelah ditelfon bu Hilda karena badannya hangat. Sambil mengambil hasil pap smear Ibu di KIH yang hasilnya masih tanda tanya. Kemungkinan hanya radang dan semoga tidak terjadi apa-apa ya. Mampir Starboost untuk makan malam. 

Sabtu pagi ibu seharusnya ngayah tapi Deba rewel karena demam dan batuk. Sayangnya susah sekali dikasi obat dan tidak mau makan sama sekali. Untung masih bisa nyonyok dan ajaib tanpa obat demam Deba sembuh. Siang aku cek kos sudah bersih semua tinggal ngecat waterproof tembok aja. 

Minggu aku ngayah ngolah caru, nampah siap dan bebek ulam banten dan ngias joli. Tiup lilin bapak ultah kue kiriman dari the harvest, wow dan makan siang di Panties Pizza yang hari itu ada promo. 

Senin melasti pagi dan sore. Pagi kami melasti sampai Bale Agung Beraban aja. Lalu sorenya lanjut  ke Tanah Lot bersama anak-anak setelah Nana dipulangkan cepat bareng Citta. 

Selasa akhirnya aku harus berangkat ke Balikpapan. Ibu mengantarkan aku sampai Minimart Pererenan lalu naik Gocar ke Bandara. Gocar siang itu mobilnya taksi warna biru muda. 

Sopirnya tiba2 menerima telfon dari istrinya yang mengatakan sedang inguh di kos. Bayar kos nunggak 2 bulan dan uang hanya sisa 300 ribu. Terenyuh rasanya mendengarnya. Ingin rasanya menangis betapa banyak orang2 yg hidupnya kurang beruntung. Bersyukur kami diberikan rezeki yang cukup setidaknya kami tidak punya hutang yang berarti. 

Semoga perjalanan hari ini selamat dan menjadi pengingat untuk selalu bersyukur dgn apa yg dimiliki saat ini. Swaha.




Attaka trip 25: Cuti, Ombak Gila dan Exten Sehari

12-20 Feb 2019

On kali ini hanya 9 hari karena kepotong cuti sehabis ibu opname DBD. Ke Attaka via Santan. Trip ini ombak sedang galau2nya. Sepuluh tahun terakhir baru kali ini ombaknya gila seperti ini. Perkutut terguncang2 malam itu mengantarkan kami menuju Attaka. Banyak kawan yang jackpot. 

Acting jadi TL maintenance sehari saja. Sisanya aktivitas full di LQ. WO tidak terlalu banyak. Banyak aktivitas light maintenance. Ada training CBT tentang induction to Pertamina. Training Human Performance malam hari bersama pak Sony di tanggal 16 Feb 2019. Esoknya Minggu konsultasi hasil MCU dengan dokter Fery Chandra di Santan. Senin cek gula darah ulang puasa dan 2 jam pasca puasa. Selasa cek gitar yang rusak potensiometernya. Beli tas utk wayah dan paktut. Malem ngejam di lobby sama Dodo dan Hanes. Ketika istirahat mau tidur di kamar, tensi naik ke 138. Padahal lagi santai. Mungkin karena pakai gelang 2 dan sehabis nyanyi? Entahlah. 

Esoknya aku eksten sehari dan malamnya pulang bersama Jamrudi ke Balikpapan ditemani camp bos Puji, Harnaen dan Yusuf. Malam itu menginap sebentar di Esai lalu esoknya ke Bali naik Citilink.






Paving, Cuti dan DBD

Off 23 Jan-11 Feb 2019

"Canda obat termurah, cinta obat terindah."

Off kali ini seperti biasa aku menginap dulu semalam di Balikpapan lalu berangkat esoknya dengan Citilink direct to Bali. Jumat pagi aku cek kos untuk pesen tanah persiapan pasang paving. Minggunya aku ngayah di pura lalu mengantarkan Nana Citta lomba mewarnai di KFC Tabanan. Deba kuajak di play ground di toko ponsel besar di samping KFC. 

Selasa 29 Jan sepulang dari anter anak-anak sekolah aku menuju Kasih Ibu Denpasar untuk MCU rutin tahunan. Pagi itu ibu mulai demam. MCU ibu jadinya dibatalkan. Sepulang dari MCU badan ibu masih panas padahal udah minum obat. Esoknya Rabu pun badannya tetap panas. Sorenya ke dokter Muliawan di Kediri. Namun demam masih berlanjut. Rabu itu nangkil pura Puseh bersama kak dan mbak Wanda. Siang aku konsul SGPT yang naik ke dokter internist dr Agus Sastrawan Sp.PD. Obat tensi diganti dan disarankan minum hormon tiroid selama sebulan. Tapi obat tidak aku minum.

Kamis 31 Jan pagi cek darah di Kasih Ibu Tabanan. Trombosit turun ke 137 dari seharusnya 150. Dokter menyarankan opname. Namun kamar di KIH full. Akhirnya ke Wisma Prashanti, tp di WP tidak dirujuk opname. Akhirnya rawat jalan, balik ke rumah. 

Esok subuhnya panasnya belum juga turun. Manteng di 39-39.6, subuh jam 5 aku ajak ke Kasih Ibu tapi tidak ada tindakan apa-apa. Pagi2 jam 6.30 aku telfon RS Mangusada Badung, ada kamar kosong kelas VIP. Langsung tancap gas kesana. Anak-anak diliburkan saja. 

Jumat 1 Feb setelah cek trombosit turun ke 90 akhirnya masuk kamar setelah beberapa waktu di UGD. Wayah dan Ninik menyusul ke RS. Anak2 sore itu diinapkan di rumah pandak sama Tiwik dan Mbah Doba. Deba diajak nginep di rumah sakit. Kadek juga malam itu menginap di RS.

Sabtu 2 Feb trombosit pagi 55, sore 53. Nana Citra nginep di jero, deba dan Tiwik di RS. Minggu 3 Feb anak2 melali ke RS bersama Wayah dan Ninik, ada Kak Wanda juga kesana. Trombosit pagi itu mulai naik ke 54. Malamnya Tiwik di rumah, Nana Citta nginep di jero naik Go Car ke jeronya. Malam itu aku sama Deba aja jagain ibu di RS. 

Senin anak2 diliburkan dan main puas di jero. Pagi itu trombosit sudah semakin naik ke 70. Malamnya Tiwik nginep di RS. Selasa 5 Feb bertepatan dengan Imlek, ibu diijinkan pulang dari RS dengan trombosit 94. Seharusnya pagi itu aku berangkat kerja namun cuti 6 hari. Setiba di rumah ada Enik dan Kak Garing yang mau ke Klungkung. 

Esoknya Rabu, Nana sekolah tapi Citta masih mau libur. Belanja rempong karena Deba selalu pingin ikut anter jemput sekolah. Kamis masih anjep anak-anak plus Deba karena ibu masih masa pemulihan di rumah. 

Jumat 8 Feb sepulang dari sekolah ibu kontrol ke Mangusada dgn dokter Cilik. Servis motor. Siang kembali jemput anak-anak. Sorenya sepulang dari jemput Nana, kepala sedikit goyang, setelah kuukur tensi 140/80. Istirahat saja. Malemnya sudah normal lagi tensi. Kecapekan dan makanan seminggu terakhir beli terus nasi bungkus yang berbumbu dan asin. Sabtu Minggu 9-10 Feb istirahat di rumah aja. Ibu semakin pulih kondisinya. Hari itu datang paving di kos dengan harga 6.98juta sebanyak 97 meter persegi. 

Senin 11 Feb waktunya berangkat ke Balikpapan. Dengan bersusah payah ibu mengantarkan aku hingga Pom Bensin Pererenan saja. Citilink hari itu terbang ontime. 

Semoga aura kesehatan datang dari segala penjuru. Swaha.