Saturday, March 09, 2019

Apa Gunanya Virus, Pak?

Sejatinya tubuh bisa menyembuhkan dirinya sendiri, obat hanya penjaga. Coba perhatikan di balik serangan virus. Tak ada obat pembunuh virus yang diberikan. Namun yang diberikan hanya pereda panas, pereda sakit, pereda mual dan vitamin guna meningkatkan kekebalan tubuh. Tubuh bisa menyembuhkan dirinya sendiri ketika kekebalan, stamina, daya tahan tubuh ada di titik optimalnya. 

"Apa gunanya virus, Pak?" tanya anakku yang paling besar.

Aku bingung menjawabnya bagaimana. Tapi di balik serangan virus2 jahat itu. Ada segudang doa2 dikumandangkan dr saudara, sahabat, handai taulan untuk kesembuhan. Ada tubuh yg diistirahatkan sembari menunggu antibodi menjalankan tugasnya. Ada kesabaran ditumbuhkan mulai dari sabar terhadap petugas yg kurang sigap, sabar dgn biaya kesehatan yg mahal, sabar dari kondisi menyiksa ketika virus menyerang. Di balik serangan virus ada pelayanan ditingkatkan utk meredam sang ego. Ada pengingat bahwa kita saling membutuhkan satu sama lainnya. Ada pengorbanan mendalam dari orang2 tercinta.  Sangat indah. 

"Trus apakah virus itu jahat atau tidak, Pak?" tanya anakku lagi.

Aku kembali bingung dibuatnya. Tapi melihat hal2 yg ditimbulkan virus tadi aku jadi berfikir terbalik. Jangan2 sebenarnya sang virus adalah malaikat penolong berwajah penjahat. Bisa jadi... 

Konon kata, kebahagiaan manusia ada 3. Bahagia karena menerima sesuatu, seperti anak kecil girang ketika dibelikan permen. Bahagia karena memberikan sesuatu, seperti ketika orang tua membelikan baju anak bayinya. Dan kebahagiaan terakhir adalah ketika kita bisa bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki. #sokfilosofis


Ulang Tahun 39

3 Maret 2019 genap berusia 39. Kami rayakan sederhana dengan tiup lilin di rumah lalu makan siang di Panties Pizza. Ibu membelikan kue dari the Harvest dan bahagia itu sederhana. 

Birthday wishesnya terutama agar aku dan keluarga semoga diberikan kesehatan yg baik, makin sukses dan tetap bahagia. 






Resolusi Spiritual 2019

Resolusi 2019 saya tidak ingin melakukan apa-apa. Tapi justru ingin mengurangi banyak hal yg dulu sering saya lakukan: #lessismore
- mengurangi kecanduan smartphone
- mengurangi belanja barang konsumtif
- mengurangi makanan tidak sehat
- mengurangi gula garam lemak
- mengurangi junk food
- mengurangi malas2an
- mengurangi membicarakan keburukan orang
- mengurangi duduk di depan komputer
- mengurangi posting gak jelas di medsos
- mengurangi begadang
- mengurangi mikir
- mengurangi mengkritik
- mengurangi mengeluh
- mengurangi marah2
- mengurangi iri hati


Friday, March 08, 2019

Ultahku, MCU Ibu dan Melasti

Off 21 Feb - 5 maret

Off kali ini aku pulang Kamis, setelah semalam ke Balikpapan bareng Jamrudi karena aku exten sehari. Menginap di Esai lalu jam 11.30 terbang ke Bali direct dengan Citilink. 

Seperti biasa hari pertama mulai anter jemput anak sekolah, eh ban mobil pecah di Nyitdah. Akhirnya Nana dianter ibu naik motor. Lalu mampir ke kos mengecek tukang yang sedang mengerjakan paving. Kontrol ke dr. Daru dan akhirnya dirujuk cek Hep B dan C tapi hasilnya negatif. Habis MCU fungsi hati SPGT ku naik sedikit syukurlah tidak ada bibit viru hepatitis. 

Sabtu aku mulai gowes di seputar Nyitdah. Seharusnya hari itu ada rapat alumni Bisma tapi aku tak bisa karena harus mebat ngolah caru untuk mecaru besok. Sorenya aku bikin celana biru kantor di Kebon. 

Hari Minggu pagi kami olahraga di lapangan Beraban. Suasananya segar dan semua tertata rapi. Perlu dilanjutkan kesana terus. Siangnya kami menjenguk wayah Gek Muni yg dirawat intensif di Wisma Prasanti. Siang itu Nana mulai Demam ringan. Lalu sore hari kami mecaru jumah bedauh setelah bedangin selesai. 

Senin Nana libur karena belum fit. Citta nebeng Tiwik ke sekolah. Selasa 26 Feb ibu MCU di Kasih Ibu Tabanan. Lalu memyempatkan ambil efek gitar Zoom G3Xn di Tegal Jadi, sembari menunggu cek darah 2 jam pasca puasa. Rabu lanjut MCU bertemu dokter mata dan pap smears oleh dr. PA. 

Kamis cek kos dan sudah semua dipaving. Beres. Tinggal belikan gorden, kanopi dan pindah pintu gerbang ke belakang kalo jadi. 

Mulai 1 Maret aku mencoba jalan kaki setiap pagi untuk menguatkan stamina badanku. Dari berbagai artikel selalu menyarankan olahraga rutin untuk menurunkan tensi alami. Di sela browsing aku juga menemukan jadwal Yoga dan Meditasi di Tabanan. Semoga off depan bisa ikut rutin. Paginya aku ngayah mebersih di PuraCiwa. Citta dan Deba hari itu yang giliran demam dan batuk. Ke dokter Ayu di Kasih Ibu sambil jemput Nana karena Citta dijemput siang tadi lebih sahulu setelah ditelfon bu Hilda karena badannya hangat. Sambil mengambil hasil pap smear Ibu di KIH yang hasilnya masih tanda tanya. Kemungkinan hanya radang dan semoga tidak terjadi apa-apa ya. Mampir Starboost untuk makan malam. 

Sabtu pagi ibu seharusnya ngayah tapi Deba rewel karena demam dan batuk. Sayangnya susah sekali dikasi obat dan tidak mau makan sama sekali. Untung masih bisa nyonyok dan ajaib tanpa obat demam Deba sembuh. Siang aku cek kos sudah bersih semua tinggal ngecat waterproof tembok aja. 

Minggu aku ngayah ngolah caru, nampah siap dan bebek ulam banten dan ngias joli. Tiup lilin bapak ultah kue kiriman dari the harvest, wow dan makan siang di Panties Pizza yang hari itu ada promo. 

Senin melasti pagi dan sore. Pagi kami melasti sampai Bale Agung Beraban aja. Lalu sorenya lanjut  ke Tanah Lot bersama anak-anak setelah Nana dipulangkan cepat bareng Citta. 

Selasa akhirnya aku harus berangkat ke Balikpapan. Ibu mengantarkan aku sampai Minimart Pererenan lalu naik Gocar ke Bandara. Gocar siang itu mobilnya taksi warna biru muda. 

Sopirnya tiba2 menerima telfon dari istrinya yang mengatakan sedang inguh di kos. Bayar kos nunggak 2 bulan dan uang hanya sisa 300 ribu. Terenyuh rasanya mendengarnya. Ingin rasanya menangis betapa banyak orang2 yg hidupnya kurang beruntung. Bersyukur kami diberikan rezeki yang cukup setidaknya kami tidak punya hutang yang berarti. 

Semoga perjalanan hari ini selamat dan menjadi pengingat untuk selalu bersyukur dgn apa yg dimiliki saat ini. Swaha.




Attaka trip 25: Cuti, Ombak Gila dan Exten Sehari

12-20 Feb 2019

On kali ini hanya 9 hari karena kepotong cuti sehabis ibu opname DBD. Ke Attaka via Santan. Trip ini ombak sedang galau2nya. Sepuluh tahun terakhir baru kali ini ombaknya gila seperti ini. Perkutut terguncang2 malam itu mengantarkan kami menuju Attaka. Banyak kawan yang jackpot. 

Acting jadi TL maintenance sehari saja. Sisanya aktivitas full di LQ. WO tidak terlalu banyak. Banyak aktivitas light maintenance. Ada training CBT tentang induction to Pertamina. Training Human Performance malam hari bersama pak Sony di tanggal 16 Feb 2019. Esoknya Minggu konsultasi hasil MCU dengan dokter Fery Chandra di Santan. Senin cek gula darah ulang puasa dan 2 jam pasca puasa. Selasa cek gitar yang rusak potensiometernya. Beli tas utk wayah dan paktut. Malem ngejam di lobby sama Dodo dan Hanes. Ketika istirahat mau tidur di kamar, tensi naik ke 138. Padahal lagi santai. Mungkin karena pakai gelang 2 dan sehabis nyanyi? Entahlah. 

Esoknya aku eksten sehari dan malamnya pulang bersama Jamrudi ke Balikpapan ditemani camp bos Puji, Harnaen dan Yusuf. Malam itu menginap sebentar di Esai lalu esoknya ke Bali naik Citilink.