Thursday, April 04, 2019

Persiapan Karya, Psikotest dan Treadmill

"Tanpa sinar matahari yg panas, bunga matahari tidak mekar. Tanpa kesulitan, jiwa tidak akan mekar." 

Off 21 Maret - 2 April 2019

Off kali ini kepotong 2 hari psikotes dan wawancara di Balikpapan. Menginap 3 malam di Reddoorz bersama kawan2, Sabtu siang baru ke Bali naik Citilink. Off ini disibukkan ngayah terus persiapan Karya Agung 20 April nanti. 

Sabtu sore itu aku tiba di Pandak dan teman2 Nana lagi main di rumah, kubawakan segepok roti O dan amplang. Minggu pagi ngayah ngecat bedogol di pura Ƨiwa, sorenya makan di bebek Lapas Tabanan. Selama seminggu anak2 libur karena kelas 6 ujian pemantapan. 

Senin pagi hendak ngayah tiba2 ada telfon Tiwik jatuh naik kendaraan. Langsung kuajak ke RS Nyitdah. Sore jemput Nana yg main di rumah Caca, sebelumnya mampir Mikotiam Kediri. Selasa ngayah ngecat bedogol lagi dan bikin katik sanggah cukcuk, siangnya Nunas rayunan. Makan siang yang mewah. Siang itu ibu ke BW bersama anak2 dan mama Alin. Aku bebas rekaman di rumah. 

Rabu treadmill di Kasih Ibu dengan dokter Sugiada. Hasilnya jantung bagus, normal excersice test. Hanya saja start awal sebelum mulai treadmill denyut sudah agak tinggi 110 dan tensi 140. Test berlangsung 6.5 menit untuk mencapai denyut 155. 
Astungkara jantungku sehat.

Pulangnya mampir ke kos, beli pisau di Kediri dan siang ke Jero mengunjungi Ninik Wayah yang habis odalan di Pura Ciwa kemaren. Kamis agak siang kami makan siang di Bebek Tepi Sawah Ubud makan2 ultahku yang terkambat. Oya zebelum ke Ubud mampir BNI ngambil souvenir ultah dan Nyepi yg terlambat. 

Jumat pagi ngiring ke Beji Kebon. Siangnya diantar anak2 dan ibu, aku konsultasi ke dokter Dewa Surawan. Dokter mengatakan lanjutkan obat, kondisi aman2 saja. Dari umur sangat jauh dari jantung ataupun stroke. Astungkara bisa selalu sehat lahir bathin. Sabtu ngayah ngecat pelinggih jro Dukuh. Beli betutu di Tabanan untuk oton Deba sore itu, toko Nyoman beli eteh2 untuk paktut Garing. Minggu 31 Maret ngayah pura Ciwa sama Deba. Ngecat prada pintu kori agung. Senin mulai antar jemput anak sekolah, ngayah ngecat ukiran di pintu kori agung. Puas bisa ngayah dan astungkara selalu sehat. Sore anter ibu ke Tiki Abiantuwung dan mampir nasi jinggo bu Jero Kediri, pedesnya minta ampun. Malam menyempatkan rekam lagu Di Bawah Pohon Jambu. 

Off ini mulai olahraga tiap pagi selama 15 menit. Ketika psikotes di Balikpapan juga sempat olahraga jogging 2x. Selama di Bali sempat sekali naik sepeda dan 2x jogging. Semoga selalu sehat bersama keluarga.

Selasa pagi masih sempat anter anak sekolah. Karena semua ke pura, ibu sama Deba anter aku sampai di Nyanyi saja. Lalu order gojek sampe banjar semer, lalu nyambung ke bandara dengan go car. Setiba di Balikpapan aku langsung ke Majesty, pulangnya mampir beli spool gitar di Hobbiest dan makan malam ayam bersama Dodok. 

Rabu pagi kami menuju Attaka via Santan. Para operator sudah berangkat sehari sebelumnya, jadi bisa hanya jalan 1 saja. Tiba di Santan jam 13.30, kami istirahat di housing 7 untuk lanjut ke Attaka jam 16.30 sore. Semoga perjalanan ini diberkahi dan penuh bermanfaat. Svaha.




Wednesday, March 27, 2019

Tiga Malam di Balikpapan

Kali ini aku menginap 3 malam di Reddoorz near Taman Bekapai. Hari Rabu kami crew change lewat Santan, hujan menyejukkan hati kami setiba di Dock Site. Selama sekitar 6 jam kami menembus jalanan Bontang Balikpapan. Turun di depan Hakaya lalu berempat naik Go Car ke ruko bandar. Aku, Bembeng, Anang, Widodo menginap bareng di Reddoorz, Gantino menyusul sorenya dari Tenggarong. 

Malamnya aku memilih tidur cepat untuk menyiapkan stamina psikotes esok hari. Pagi ketika bangun badan segar hendak jogging, namun hujan rintik-rintik. Sarapan nasi kuning di depan ruko, ketemu Widodo yang habis jogging. Separuh hari aku habiskan istirahat di kamar hotel. Kamis 21 Maret jam 14.00 aku mulai psikotest di IT Experience room MOB Pasir Ridge. Erickson menjemput kami di hotel lalu kami berenam berangkat menuju kantor setelah makan siang di Coto Makassar pinggir laut. Tes berlangsung sekitar 1 jam 15 menit secara online. Ada 11 modul yang harus diselesaikan dengan batasan waktu. 2 tes terakhir adalah personality test tanpa batas waktu. Selesai tes aku mampir BC melihat gitar dan buku di Gramedia. Malam harinya kami makan bebek di dekat Balcony. Pulang jalan kaki menyusuri trotoar dari BC hingga ruko bandar seperti ketika kami FDT dulu. Sudah lama tak ngumpul2 seperti ini. Malam hari tidurku nyenyak sekali. 

Hari Jumat pagi aku jogging 1/2 jam hingga kantor Walikota. Trotoar lurus dan rapi pagi itu membuat suasana jogging nyaman sekali. Sepulang sarapan nasi kuning mata jadi sedikit ngantuk, aku tidur sebentar. Jam 12.30 aku menuju kantor besar lagi untuk wawancara dengan psikolog juga secara online. 1/2 jam kuhabiskan wawancara dengan fasilitas teleconference dengan berbagai pertanyaan: apa aktivitas sehari-hari di offshore, apa yang dilakukan untuk menghadapi perubahan dari CVX ke PHKT, apa perubahan dari peralihan ini, apa kendala yang pernah dihadapi di tempat kerja, bagaimana cara menangani kalo ada konflik, apa prestasi yang pernah dicapai dan apa harapan untuk PHKT. Sorenya sehabis wawancara bersama Kharisman menuju eWalk tapi tidak lama, aku lalu pulang dan malamnya makan mie goreng kakilima dekat hotel. Malam itu di lobby ngobrol dengan seorang bapak pebisnis dari Batam. Cerita banyak soal Singapur dan Batam. 

Sabtu pagi aku jogging lagi di seputar taman Bekapai, viewnya menyejukkan sekali, damai. Taman bekapai diapit oleh landmark penting Balikpapan. Di sebelah utara ada Novotel, Mega Lestari dan PLN. Di sebalah timur adalah Polresta Balikpapan. Barat gedung Balikpapan bekas bioskop jaman dulu. Sebelah selatan di seberang jalan adalah ruko Bandara, deretan pertokoan tempat aku menginap. 

Sarapan nasi kuning depan polres, lalu packing untuk pulang ke Bali. Aku sudah tak sabar bertemu para bidadariku. Semoga perjalanan ini tak sia-sia, semoga apa yang sudah kami rencanakan berjalan dengan lancar, swaha. 

Psikotes sebanyak 11 subtes, dengan bisa mengerjakan soal sebanyak, dlm waktu:
Subtest 1 32 of 60 3 menit 53
Subtest 2 20 of 50 4 menit 40
Subtest 3 34 of 72 4 menit 47
Subtest 4 25 of 60 4 menit 42
Subtest 5 41 of 60 5 menit 68
Berhitung angka 35 of 40 7m 88
Gabungan bagian 16 of 26 7m 62 
Hubungan kata 40 of 40 4m 100
Abstraksi non verbal 30 of 30 10m 100
Work Personality Analytic 8 menit
Work Behavioral Assessment13 menit

Rata-rata bisa mengerjakan 67% soal. Ya lumayanlah. Tapi belum dihitung benarnya. 




Friday, March 22, 2019

Attaka Trip 26 - Nyepi, Ngeband dan Psikotest

"Kadang kita harus membiarkan segalanya berlalu, utk memberi ruang pada sesuatu yg lebih baik datang di kehidupan kita."

On 6-22 Maret 2019.
On kali ini sedikit istimewa karena aku pakai celana biru pertamina dan sepatu pantovel coklat. Kayak pegawai kantoran. Bahkan ketika ngobrol di pesawat, aku langsung dituduh karyawan pertamina. Seperti biasa istriku mengantar hingga pererenan dan Citilink tiba di Balikpapan telat 1.5 jam. Menginap di Esai dan ke Attaka via Bontang. 

Kamis adalah Nyepi dan aku memilih bekerja di office aja, bos sebenarnya memberikan dispensasi. Jumat training new SWP seharian di rec hall. Malem tensi naik 134 atau 125. Pengukuran pertama 134, kedua dan ketiga 125. Sabtu PM di CP. Minggu nasi bakar di meeting room. 

Selasa Rabu aku acting TL. Selasa pagi kami standown meeting karena ada tangan terjepit di Serang. Siang aku ikut meeting mengenai PM Compliance dengan para TL. Kamis malam maij band maij drum dan bas sambil IG live. Jumat makan nasi kuning di rec hall dan Sabtu coba RS View. Juga mencipta lagu "Di Bawah Pohon Jambu". Sementara teman2 service 2050 di Serang.

Minggu kami service 302A yang dibarengi drill sore harinya. Korban dari Bravo diangkat dengan personal basket ke LQ. Senin dan Selasa kami PM dan function test di Foxtrot sambil jalan-jalan melepas penat, tensi sedikit turun. 

Selasa sore ORT diaktifkan karena Melahin fannya terbakar. Selasa malam menjelang pulang kami main band lagi. Aku bernyanyi dan bernyanyi ternyata membuat tensi agak naik. 

Sama sekali tidak berani olahraga karena di sore hari tensi biasanya agak naik. Berat masih stabil dan aku imbangi dengan mengurangi nasi di makan siang dan malam. 

Rabu pagi, di sela rintik menyela di antara gelap, kami menembus gelombang menuju Santan dengan Kepodang. Selama 2 hari kami akan mengikuti psikotes dan wawancara di kantor besar. Menginap di reddoorz bersama kawan2. Sabtu siang baru pulang dengan Citilink direct. 

Semoga perjalanan dan tantangan ini membuat pertumbuhan jiwa yg indah. Swaha.




Saturday, March 09, 2019

Value Keluarga Kami

Value keluarga:
- Berdoa sebelum melakukan kegiatan
- Hormat kepada orang tua
- Tolong menolong
- Senyum/ramah kepada orang
- Jujur dan tidak mencuri
- Rendah hati
- Disiplin
- Welas asih
- Bilang jika tidak suka atau jika tidak setuju (assertive). 
- Terima yang tidak bisa diubah (acceptance).

Apa Gunanya Virus, Pak?

Sejatinya tubuh bisa menyembuhkan dirinya sendiri, obat hanya penjaga. Coba perhatikan di balik serangan virus. Tak ada obat pembunuh virus yang diberikan. Namun yang diberikan hanya pereda panas, pereda sakit, pereda mual dan vitamin guna meningkatkan kekebalan tubuh. Tubuh bisa menyembuhkan dirinya sendiri ketika kekebalan, stamina, daya tahan tubuh ada di titik optimalnya. 

"Apa gunanya virus, Pak?" tanya anakku yang paling besar.

Aku bingung menjawabnya bagaimana. Tapi di balik serangan virus2 jahat itu. Ada segudang doa2 dikumandangkan dr saudara, sahabat, handai taulan untuk kesembuhan. Ada tubuh yg diistirahatkan sembari menunggu antibodi menjalankan tugasnya. Ada kesabaran ditumbuhkan mulai dari sabar terhadap petugas yg kurang sigap, sabar dgn biaya kesehatan yg mahal, sabar dari kondisi menyiksa ketika virus menyerang. Di balik serangan virus ada pelayanan ditingkatkan utk meredam sang ego. Ada pengingat bahwa kita saling membutuhkan satu sama lainnya. Ada pengorbanan mendalam dari orang2 tercinta.  Sangat indah. 

"Trus apakah virus itu jahat atau tidak, Pak?" tanya anakku lagi.

Aku kembali bingung dibuatnya. Tapi melihat hal2 yg ditimbulkan virus tadi aku jadi berfikir terbalik. Jangan2 sebenarnya sang virus adalah malaikat penolong berwajah penjahat. Bisa jadi... 

Konon kata, kebahagiaan manusia ada 3. Bahagia karena menerima sesuatu, seperti anak kecil girang ketika dibelikan permen. Bahagia karena memberikan sesuatu, seperti ketika orang tua membelikan baju anak bayinya. Dan kebahagiaan terakhir adalah ketika kita bisa bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki. #sokfilosofis