Wednesday, November 13, 2019

Ibis Nusa Dua, Kondangan Ke Bajera, Odalan

"Jika banyak orang terlihat salah, itu tanda seseorang perlu belajar. Jika yang terlihat salah tidak lagi orang lain, tapi diri sendiri, itu tanda belajarnya sudah mulai. Begitu tidak ada lagi yang terlihat salah, maka belajarnya selesai."

Off 30 Okt - 13 Nov 2019. 

Rabu 30 Oktober kami ber-8 training BFF di Santan. Jam 14.30 kami langsung tancap menuju Balikpapan dan jam 19.30 sudah tiba, aku menginap di Golden Snail MT Haryono. Esoknya baru aku ke Bali dengan Citilink. 

Jumat 1 Nov kami berlalu menuju Ibis Nusadua. Menginap 2 malam. Pada hari Minggu kami mampir di pameran art bali dan juga mampir memberi bekal Tiwik di Asrama. Minggu sore kami tiba di Pandak. 4 Nov anjep sekolah dan mampir ke Nadhi Mart membelikan hadiah Nana Citta ultah. 5 November ke kos isi pulsa listrik, beli speaker aktif di Indrawan lalu tiup lilin sorenya di rumah ultah Nana. 

Rabu 6 Nov pagi odalan di prajapati dan siangnya kami kondangan ke Bajera, anak blidek Predi nikah ngalih sentana. Kamis ibu ngayah di pura Ciwa dan aku jemput anak-anak dan pulangnya mampir McD yang baru buka di bypass Tabanan. Jumat 8 Nov ibu ke dokter gigi di RS Nyitdah lalu siang hingga sore servis Splash 31.000 km. 

Sabtu 9 Nov Citta main di jero dan Nana ke Caca. Sorenya tiup lilin ultah Citta di jero dan makan malam bersama wayah ninik di warung CS Bedha. Minggu di rumah aja, pasang wastra di sanggah dan rekaman lagu ke 12, Lets Rock the Platforms. 

Senin 11 Nov ngayah pura Ciwa, pasang wastra, sore bawa banten dan setelah itu metebasan. Ibu pas tidak boleh alias M. Selasa pagi ngayah mebat dan sorenya odalan, aku pura sama anak-anak saja. Esoknya Rabu 13 Nov samsat vario merah dan sore odalan jumah bedangin, malamnya aku tak ke pura karena capek. 

Kamis pagi masih bisa anjep anak-anak sekolah, siangnya ibu anter aku sampe di Bali Buda dan deba titip mbah dona. Aku berangkat mundur sehari dan coba pertama kali pesawat Batik Air langsung dari DPS menuju SMD. Pesawat delay 1 jam. Jam 17.30 sore landing dan langsung naik gocar menuju Santan, mobilnya Brio. Jam 19.30 baru tiba di Santan, mampir makan di Marangkayu yang malam itu ada pasar malam. Esoknya aku ke Attaka bersama Wisnu naik Perkutut membawa oleh-oleh nasi kuning.


Ibis Nusa Dua, Kondangan dan Odalan

"Jika banyak orang terlihat salah, itu tanda seseorang perlu belajar. Jika yang terlihat salah tidak lagi orang lain, tapi diri sendiri, itu tanda belajarnya sudah mulai. Begitu tidak ada lagi yang terlihat salah, maka belajarnya selesai."

Off 30 Okt - 13 Nov
Rabu 30 Oktober kami ber-8 training BFF di Santan. Jam 14.30 kami langsung tancap menuju Balikpapan dan jam 19.30 sudah tiba, aku menginap di Golden Snail MT Haryono. Esoknya baru aku ke Bali dengan Citilink. 

Jumat 1 Nov kami berlalu menuju Ibis Nusadua. Menginap 2 malam. Pada hari Minggu kami mampir di pameran art bali dan juga mampir memberi bekal Tiwik di Asrama. Minggu sore kami tiba di Pandak. 4 Nov anjep sekolah dan mampir ke Nadhi Mart membelikan hadiah Nana Citta ultah. 5 November ke kos isi pulsa listrik, beli speaker aktif di Indrawan lalu tiup lilin sorenya di rumah ultah Nana. 

Rabu 6 Nov pagi odalan di prajapati dan siangnya kami kondangan ke Bajera, anak blidek Predi nikah ngalih sentana. Kamis ibu ngayah di pura Ciwa dan aku jemput anak-anak dan pulangnya mampir McD yang baru buka di bypass Tabanan. Jumat 8 Nov ibu ke dokter gigi di RS Nyitdah lalu siang hingga sore servis Splash 31.000 km. 

Sabtu 9 Nov Citta main di jero dan Nana ke Caca. Sorenya tiup lilin ultah Citta di jero dan makan malam bersama wayah ninik di warung CS Bedha. Minggu di rumah aja, pasang wastra di sanggah dan rekaman lagu ke 12, Lets Rock the Platforms. 

Senin 11 Nov ngayah pura Ciwa, pasang wastra, sore bawa banten dan setelah itu metebasan. Ibu pas tidak boleh alias M. Selasa pagi ngayah mebat dan sorenya odalan, aku pura sama anak-anak saja. Esoknya Rabu 13 Nov samsat vario merah dan sore odalan jumah bedangin, malamnya aku tak ke pura karena capek. 

Kamis pagi masih bisa anjep anak-anak sekolah, siangnya ibu anter aku sampe di Bali Buda dan deba titip mbah dona. Aku berangkat mundur sehari dan coba pertama kali pesawat Batik Air langsung dari DPS menuju SMD. Pesawat delay 1 jam. Jam 17.30 sore landing dan langsung naik gocar menuju Santan, mobilnya Brio. Jam 19.30 baru tiba di Santan, mampir makan di Marangkayu yang malam itu ada pasar malam. Esoknya aku ke Attaka bersama Wisnu naik Perkutut membawa oleh-oleh nasi kuning.



Mas Gatot dan Komandan Apris

Mas Gatot Raharjo dan Pak Apris adalah dua pekerja di Attaka Field, wilayah kerja lepas pantai di Pertamina Hulu Kalimantan Timur. Mas Gatot adalah salah seorang QHSSE Spesialist yang bertugas memastikan pelaksanaan HSSE berjalan dengan baik di area kerja Attaka Field. Sedangkan Pak Apris bekerja sebagai Lead Mechanic yang bertugas menjaga dan merawat peralatan mekanikal di area kerja Attaka Field. 

Kedua insan Pertamina ini memiliki jadwal kerja 2-2 yaitu 2 minggu on duty, 2 minggu off duty. Mereka bekerja di Attaka Field dengan perjalanan yang memakan waktu sekitar 6 jam dari Balikpapan menuju Santan dengan perjalanan darat, disambung dengan boat selama 1,5 jam menuju area lepas pantai. Jika mas Gatot sudah sekitar 16 tahun bekerja di Attaka, sementara Pak Apris telah bekerja di Attaka selama lebih dari 30 tahun. Jika dikonversi sesuai schedule 2-2, maka separuh hidup mereka dedikasikan untuk bekerja di lepas pantai, meninggalkan keluarga, jauh dari anak-istri, bekerja di daerah dengan resiko tinggi baik resiko alam maupun resiko proses. Namun mereka berjuang tak kenal lelah, pantang menyerah, mengabdi untuk negeri, menjadi insan Pertamina yang berguna bagi bangsa dan negara. 






Tuesday, November 12, 2019

Pak Yomo Sang Kuli Minyak Lepas Pantai

Pagi-pagi sebelum matahari terbit, saat orang-orang sedang bermimpi, Pak Yomo bersama rekan-rekan kerja yang lain, berangkat keliling anjungan untuk mengejar mimpi. Ia bekerja sebagai operator produksi yang mempunyai tugas untuk memastikan sumur-sumur minyak mengalir dengan lancar. Ia bekerja dengan jadwal 2-2, 2 minggu on duty dan 2 minggu off duty.

Pak Yomo sudah bekerja selama 35 tahun di Attaka Field, North Offshore, Pertamina Hulu Kalimantan Timur. Awalnya ia bekerja sebagai karyawan kontraktor, karena prestasi dan dedikasi terhadap perusahaan, kemudian di hire sebagai pegawai tetap. Pak Yomo sejak awal bekerja sebagai operator produksi, bekerja dari remote ke remote, dari STS ke STS di area Attaka Field. Barangkali ia sudah hapal hingga sudut-sudut anjungan. Baginya sumur minyak dan gas sudah menjadi seperti anak sendiri, ia rawat dan jaga dengan hati. Hanya dengan meraba flow line ia tahu apakah sumurnya sudah mulai mengalirkan minyak atau lagi ngambek. Jika sumur-sumur ngambek, tidak mau mengalir, dengan kepiawaiannya dan kesabarannya, tak ada sumur yang tak bisa takluk olehnya. 

Pak Yomo adalah sosok yang bersahabat, memiliki integritas, pekerja keras dan pantang menyerah. Jika bekerja bersama dengan beliau, harus siapkan fisik dan mental, karena ia adalah pekerja tak kenal lelah. Bagaimana ia bisa bekerja selama itu, di tempat kerja yang sama? Menurutnya, keikhlasan dalam bekerja adalah yang paling utama. Mensyukuri setiap jengkal rejeki yang mengalir lewat dia. 

"Jika kita sudah memberikan yang terbaik untuk perusahaan, maka perusahaan pasti akan memberikan yang terbaik bagi kita", kisahnya di sela-sela istirahat di sebuah control room anjungan remote. 

Pekerja Pertamina memang seharusnya demikian. Berdedikasi untuk perusahaan, berintegritas dan memberikan hasil melebihi keinginan pelanggan. Disamping itu insan Pertamina sudah berkewajiban menjaga kejujuran dalam bekerja, menerima setiap tantangan baru yang diberikan perusahaan, serta mendukung setiap program perusahaan untuk menghasilkan produksi yang ditargetkan. 

Tahun ini, bapak yang mempunyai motto hidup "hidup gembira panjang usia" ini memasuki masa purnakarya. Ketika ditanya apakah ada impian yang belum tercapai, ia menjawab dengan lugas, semua impiannya sudah tercapai bahkan Tuhan telah memberikan berlimpah rejeki selama bekerja di Attaka Field. Terima kasih atas sumbangsih untuk perusahaan, bangsa, negara dan industri minyak indonesia dan dunia. Semoga di masa pensiun ini Pak Yomo beserta keluarga tetap diberikan kesehatan dan panjang usia.

#pertaminaemployeejurnalism #EnergiUntukMaju #essay #pertamina

Tuesday, November 05, 2019

Hutan Raya Pertamina, Wujud Nyata Pertamina Sayangi Bumi

Bumi dengan berbagai permasalahannya telah menjadi perhatian tidak sedikit pecinta lingkungan baik tingkat nasional maupun tingkat dunia. Sejak dulu hingga saat ini bumi memiliki berbagai masalah mulai dari masalah yang ditimbulkan oleh perubahan iklim, ledakan populasi yang tak terkendali, penipisan sumber daya alam, penipisan lapisan ozon akibat efek rumah kaca, penggundulan hutan, kepunahan keanekaragaman hayati, fenomena hujan asam, pembuangan limbah beracun secara sembarangan, hingga rekayasa genetika. Para aktivis pecinta lingkungan telah bekerja keras berupaya melakukan berbagai program dan tak bosannya mengajak masyarakat dunia untuk berperan aktif dalam upaya penyelamatan bumi dari permasalahan yang ada. 

Di tempat kerja kami yakni Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) di Daerah Operasi Laut Bagian Utara (North Offshore) telah lama melakukan berbagai program dan aktivitas untuk mendukung program-program menyayangi bumi kita tercinta. Mulai dari melakukan pemisahan terhadap jenis sampah menjadi 3 bagian, memastikan kadar minyak dalam air buangan limbah sisa produksi yang dibuang ke laut tidak lebih dari 25 ppm, melakukan inovasi pada mesin generator dengan memasang tekonologi Catalytic Converter untuk mengurangi polusi CO dalam sisa pembakaran yang dibuang ke udara. Disamping itu ada juga program penghematan energi listrik mulai dari mengganti AC (air conditioner) dengan teknologi inverter yang lebih hemat listrik, penggunaan lampu LED di proses area yang lebih hemat energi (nyala lebih terang untuk watt yang sama), penggunaan sun switch yaitu perangkat yang  otomatis mematikan lampu penerangan di platform-platform ketika hari sudah terang. 

Kesemua program tersebut berujung pada penghematan penggunaan bahan bakar gas alam dan berujung pada lebih sedikitnya gas buangan yang dibuang ke udara lepas. Disamping itu di lapangan kami sudah lama mewajibkan setiap karyawannya menggunakan botol minum sendiri untuk mengurangi sampah plastik dari botol air mineral. Yang terbaru adalah dengan memanfaatkan udara panas buangan dari AC (air conditioner) digunakan sebagai pemanas air untuk kamar mandi. Disamping lebih hemat listrik karena tidak perlu memasang water heater, juga mengurangi panas buangan yang dibuang ke udara. 

Dalam skala yang lebih luas, Pertamina sebagai korporasi raksasa di Indonesia, telah melakukan banyak sekali program-program yang peduli lingkungan yang tertuang dalam program CSR (Corporate Social Responsibility) dan diwujudkan dalam program Community Development. Mulai dari program efisiensi energi yang telah melakukan lebih dari 1.000 inovasi energi dengan penurunan sekitar 1.600 GWh tenaga listrik. Ada juga program menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca yang telah menurunkan emisi setara dengan 5,6 Juta Ton CO2e dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Pengelolaan limbah B3 yang dihasilkan dari kegiatan operasi Pertamina dengan menerapkan 3R (reduce, reuse, recycle), dalam waktu 5 tahun Pertamina telah berhasil menurunkan sebanyak lebih dari 400 ribu ton limbah B3. Disamping itu Pertamina juga berhasil menurunkan limbah non B3 sebanyak lebih dari 158 juta ton. Program konservasi air berhasil menurunkan penggunaan air dalam proses industri sebanyak 15.000 meter kubik. Ada pula banyak program penyelamatan keanekaragaman hayati, penghijauan, coastal clean up, pengembangan energi terbarukan, hingga memproduksi BBM ramah lingkungan. 
Disamping program-program yang telah berjalan, ada baiknya Pertamina mempertimbangkan beberapa program berikut sebagai tambahan program yang telah ada. Misalnya untuk menghemat penggunaan BBM, setiap karyawan Pertamina sebaiknya menghindari penggunaan kendaraan pribadi untuk bepergian ke kantor. Karyawan wajib menggunakan kendaraan umum, atau bisa juga menggunakan sepeda untuk ke tempat kerja (bike to work), sehat dan ramah lingkungan. 

Di samping itu Pertamina agar lebih gencar mempromosikan program penghematan BBM ke masyarakat, khususnya masyarakat-masyarakat di kota besar dengan menampilkan fakta-fakta cadangan minyak kita yang semakin menurun hingga seberapa banyak kita mengimpor BBM dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan energi harian. Dari sisi pribadi, setiap karyawan Pertamina juga bisa menjadi agen perubahan dengan memanfaatkan pemanas air tenaga matahari untuk kamar mandi di rumah masing-masing, hemat listrik sekaligus ramah lingkungan. Aktivitas lain juga bisa mencoba melaksanakan program earth hour, mematikan peralatan listrik di rumah selama 1 jam setiap hari. Terkesan sepele, tapi jika dilakukan oleh ribuan karyawan di berbagai pelosok negeri akan bisa berdampak luar biasa. 

Yang terakhir adalah membuat hutan buatan. Pertamina bisa membeli ratusan hektar lahan di area perkotaaan, kemudian ditanami pohon peneduh dan dalam beberapa tahun ke depan akan tercipta sebuah hutan buatan dengan nama "Hutan Raya Pertamina", dilengkapi dengan fasilitas jogging track yang membuat para penggemar jogging bisa menikmati udara segar di tengah polusi udara kota yang kian hari kian meninggi. Semoga terwujud. 

#pertaminaemployeejournalism #EnergiUntukMaju