Friday, January 08, 2021
Thursday, December 24, 2020
Tanya Jawab Meditasi Bali Usada
Mulai 7 November hingga 26 Desember 2020 selama 8 minggu setiap Sabtu malam aku mengikuti kelas Usada1 LiveOL melalui zoom yang diasuh pak Martinus dan bu Farida dengan guru utama Pak Merta Ada.
TANYA:
Pak Martin, kalau sakitnya gangguan di tiroid dan gangguan kecemasan organ mana saja yg dirasakan?
JAWAB:
Pada saat melakukan penyembuhan rasakan secara bergantian: cakra mahkota, cakra tenggorokan, dan tiroid nya.
Untuk kecemasan : Cakra solar plexus, cakra dada, jantung, dan isi perut bagian perbagian
TANYA:
Pak Martin. Kalo badan gak tahan dingin apa yg dirasakan ya? Beberapa tahun terakhir saya jadi tdk tahan dingin. Di kamar, anak2 bilang gerah padahal saya dah pake jaket. 🙏🙏
JAWAB:
Bapak harus rajin merasakan ke-36 bagian badan terutama di ototnya, khsusunya lebih sering/lama di bagian dada dan perut. Pada saat penyembuhan arahkan pikiran harmonis di cakra dasar, cakra solar plexus, dan satu persatu bagian perutnya.
Pada saat di perut, rasakan levernya lebih lama. Ditambahkan juga merasakan tulang punggungnya bagian perbagian Pak dari bawah ke atas.
TANYA:
Penyembuhan Darah Tinggi
Darah tinggi; dapat disebabkan karena faktor genetik atau gangguan pada jantung.
Cakra dasar dengan tulang dan ginjal; cakra dada dan jantung; serta otak bagian kiri.
Note: ini brosur utk kelas berikutnya
Tuesday, December 15, 2020
Bedugul, Warung Dedari, Rekam 11 Lagu
Off 19 Nov - 15 Des 2020 (cuti)
Off kali ini aku cuti 6 hari, jadi di rumah sekitar 27 hari dipotong 3 hari berangkat awal untuk swab. Ke Bali Kamis tgl 19 Nov pagi dengan naik Lion paling pagi. Sekitar jam 1 siang aku sampe di Pandak dengan naik gocar.
Jumat pagi anter ibu kumpul tugas ke sekolah bareng eba. Makan siang di depan sekolah, ibu kangen katanya momen2 makan disana. Sabtu bersama Ninik dan Wayah makan siang di warung Dedari Baturiti, astungkara mereka senang. Minggu ibu ngayah di pura desa. Senin pagi jam 6 bersama ibu dan deba berangkat ke Kintamani, Nana dan citta di rumah dijaga mbok dek. Kami sarapan di cafe El Lago yg masih sepi. View gunung dan danaunya memang keren. Nana dan Citta mulai ulangan online hari itu, selama 2 minggu ke depan.
Selasa 24 Nov pagi aku ngayah di pura desa, rekaman lagu Dua Purnama. Rabu aku gowes sendiri seputar Nyitdah, siangnya instal ulang laptop dan ganti kibord lalu ke kos mebanten n cek pompa, makan siang di paon makmo, lanjut ke jero tapi wayah gak ada.
Kamis 26 Nov ke galeria sekeluarga tapi sebelum berangkat deba rekam lagu baby shark di rumah. Sepulang dari gale Citta muntah. Jumat 27 Nov pagi2 gowes di seputar kebilbil. Lalu rekam lagu AKHLAK, Everday is Loving You dan Cerita Dari Desa Pagi Ini.
Sabtu 28 Nov kami piknik menuju Kebun Raya Bedugul. Belum puas tiba2 hujan turun sehabis makan siang. Jadinya kami menunggu di mobil. Karena hujannya lama kami keluar menuju taman danu camp, ternyata tempatnya keren banget. Pulangnya dari Bedugul ibu dan anak2 agak drop.
Minggu 29 Nov gowes kebilbil. Beli atap seng dan rekam lagu Rahasia Tuhan. Senin 30 Nov purnama, aku sama ibu sembahyang ke pura ciwa.
Di awal Desember lanjut ulangan anak2, beliin ibu obat dan termometer yang lagi ngedrop, batuk pilek. Rabu 2 Des eypr dan baikin atap belakang rumah sama Pak Ming. Kamis 3 Des di rumah aja rekam lagu Mentari Bersinar dan Lakukan Yang Terbaik. Jumat 4 Des servis splash di kediri, sorenya ke pangkung tibah sama ibu dan eba. Sabtu ke Seminyak Village sama ibu dan eba, melihat mall baru, rekam lagu Mejalan ke Pura dan rekam ulang Adi Luh Ayu. Minggu pagi 6 Des ke batu tampih dan anak2 mulai belajar piano dan dikasi tantangan lagu Lihat Kebunku dengan hadiah 300 robux.
Senin 7 Des swab sama ibu, ke gale ganti lensa kacanata dan beli celana. Mampir di mangrove dan bendungan. Selasa 8 Des gowes, Rabu 9 Des nyoblos Jaya Wira. Lalu siangnya ambil hasil swab nana citta eba ditungguin Ninik dan Wayah di rumah, pulangnya nana agak panas, tapi malamnya sudah sembuh sehabis minum obat.
Kamis 10 Des di runah aja videoin album nana citta. Jumat 11 Des makan siang di valencia, ke kos kasitau mbak lina kurang bayar sekitar 4 bulan, sorenya cukur, hujan deres malemnya. Off ini pula aku menyelesaikan merekam 11 lagu terbaru. Jadi total sudah sekitar 30 lagu sudah direkam 2 tahun terakhir.
Sabtu 12 Des ibu, nana dan eba anter aku sampe Kerobokan untuk berangkat ke Balikpapan naik Citilink via Surabaya, hujan goyang2 sepanjang jalan. Malemnya kami berempat nginep esai (aku, Mugi, Surya, Bang Jay).
Minggu pagi 13 Dea kami naik gocar menuju Pasir Ridge untuk swab lalu menginap di housing DP 1B untuk karantina bersama Ary Bhuana dan Mugi hingga Selasa tgl 15 Des. Senin pagi aku jogging seputar jalan di sekitar housing. Aku juga coba membuat video vlog karantina ini.
Senin tengah malam hasilnya keluar dan semua dinyatakan negatif. Selasa olahraga seputar housing dan lapangan bola. Rabu 16 Des jam 9 pagi kami berangkat menuju Attaka lewat santan. Semoga semua makhluk berbahagia.
Monday, December 14, 2020
Attaka Trip 45: Karantina SWAB, Acting dan Rapid
On 4-18 November 2020 (cuti)
On kali ini aku berangkat 3 hari lebih awal ke pasir ridge untuk melakukan swab dan karantina di pasir ridge. Rabu 4 Nov berangkat menuju Attaka via Santan dan naik seabus via propane. Esoknya menghadiri presentasi multivariable transmitter tapi ditunda ke minggu depan. Jumat kami kumpul di LQ dan mulai syuting video AKHLAK dengan aktor dari maintenance dan production. Sabtu 7 dan 8 Nov ngerjain air dryer di Juliet, 9 dan 10 Nov di LQ aja.
Mulai Rabu hingga Sabtu 11-14 acting karena bos Sigit cuti untuk istri melahirkan. Minggu Yudith ngerjain air dryer Hotel sekalian bikin revisi video Akhlak. Senin dan Selasa di LQ aja. On kali ini aku cuti jadi naik 15 hari saja.
Rapid tes juga mulai dilakukan untuk hari ke H+10 dan H-3 off duty. Sempat waktu itu Jamrudi reaktif dan diturunkan ke Santan, lalu swab di RS. PKT. Syukur hasilnya negatif dan teman2 pulang dengan senang meskipun last minute beli tiketnya. Makin seru lah pokoknya.
Rabu sore 18 Nov aku dan bang Jay menuju Santan lalu tancap ke Balikpapan diantar pak KDO. Lewat dari jam 1 malam kami tiba di esai dan pak KDO langsung kembali ke Marangkayu. Jam 4.30 aku sudah menuju bandara lagi untuk naik Lion paling pagi ke Bali dan jam 10.30 landing di Bali. Horeeee... off kali ini 4 minggu semoga termanfaatkan dengan baik.
Monday, November 23, 2020
Filosopi Sepeda
Hidup ini seperti naik sepeda. Jika serasa melelahkan artinya jalananmu sedang menanjak dan bisa jadi suatu saat kamu akan sampai puncak. Jika kamu sedang santai, hati-hati, jalanan sedang rata atau bisa jadi menurun.
Hidup ini seperti naik sepeda, kita harus tetap bergerak ke depan dan mengayuh agar seimbang. Hidup pun seperti itu harus seimbang, jangan berlebihan apalagi ekstrim. Bersepeda pun perlu mengatur irama, kadang perlu mempercepat sepeda atau memperlambatnya. Jika lelah, maka istirahatlah. Jika haus minumlah.
Hidup seperti naik sepeda. Jika kita melihat sepeda orang lain lebih mahal kita tak boleh iri apalagi minder. Jika sepeda orang lain lebih murah kita tak boleh sombong apalagi menghina. Jika sepeda orang lain lebih bagus maka jadikan itu motivasi agar kita bisa beli lagi yg lebih bagus, itupun jika kita memang butuh. Kadang orang lain melihat miring sepeda kita yg kurang bagus, biarkan saja. Yang masalah mereka bukan kita. Bersyukur dengan apa-apa yang sudah kita miliki.
Hidup seperti naik sepeda. Kadang jalanannya mulus, kadang berkerikil tajam. Kadang menanjak, kadang menurun. Roda sepeda pun berputar. Kadang pentil sepedanya di atas, kadang di bawah. Agar tak terlalu terpengaruh fluktuasi kehidupan maka kita perlu tinggal di tengah-tengah roda, tak terlalu di bawah, tak terlalu di atas. Jika susah tak perlu terlalu bersedih, jika senang tak perlu gembira berlebih.
Hidup itu kadang seperti naik sepeda yang ngikutin truk besar dari belakang. Mau nyalip susah, mau ngikutin kena asap hitam. Kalo kecepatan kita sama dengan truk kita tak kan bisa mendahuluinya. Satu-satunya cara adalah kita perlu meningkatkan kecepatan untuk mendahuluinya atau bisa juga berganti kendaraan.
Hidup itu seperti naik sepeda santai, bukan sepeda balap. Karena tak terlalu penting tiba di tempat tujuan lebih awal, yang lebih penting kita sudah menikmati pemanandangan setiap perjalanan. Hidup bukanlah perlombaan, namun sebuah perjalanan yg harus dinikmati dengan bahagia.
Hidup itu seperti naik sepeda. Kadang ada yg beli sepeda mahal-mahal sekedar untuk pamer dan gengsi, tidak salah, itu adalah pilihan mereka. Ada juga yg membeli sepeda dgn tujuan untuk olahraga. Dalam hidup kadang kita membeli barang-barang diperbudak keinginan, bukan sesuai kebutuhan.
Hidup itu seperti naik sepeda, kadang kita pun bisa terjatuh. Namun yang paling penting adalah kita harus segera bangkit, lalu melanjutkan perjalanan untuk segera sampai tujuan.
Ada hidup yang seperti naik sepeda statis. Sudah lelah memutar pedal dan berkeringat namun kita tak sampai kemana-mana. Kadang kita hidup sekedar hidup, menjalankan kehidupan yg tidak seharusnya dilakukan, kita tak sampai kemana-mana, tak menemukan apa-apa.
Salam "sedikit bicara, banyak bersepeda"
Subscribe to:
Posts (Atom)