Thursday, October 31, 2013
MCU Mertua
Melihat keadaan ini, aku dan istri sepakat untuk memeriksakan Aji ke dokter di kota. Beberapa hari lalu Aji ke dokter karena keluhan susah buang air kecil dan dokter di kampung memberikan penghancur batu. Esoknya kami antar Aji ke RS Kasih Ibu Tabanan untuk memeriksa darah dan urine. Ditemukan sel darah merah dalam urine. Juga ada sedikit lebih di kolesterol. Namun secara umum bagus dan sehat.
Syukurlah keadaan Aji tidak terlalu mengkhawatirkan. Setidaknya kami sudah tahu keadaan kesehatan orang tua kami secara medis. Semoga kami senantiasa diberi kesehatan untuk menjalankan setiap kewajiban kami.
Gede A Setiawan
(gedeasetiawan@yahoo.com)
Tuesday, October 22, 2013
Terjebak Macet di Kilo 23
Bis hanya jalan sedikit-sedikit. Hati jadi was-was. Aku tanya sopir, tak tahu. Tapi menurutnya, kalau lancar hanya sisa 1/2 jam saja menjelang bandara Sepinggan. Waktu terus berputar. Akhirnya tepat jam 1 aku putuskan turun dan nyari ojek di ujung sana. Tak jua ketemu, akhirnya aku cegat setiap mobil pribadi yg lewat. Sebuah Avanza hitam menghampiri aku. Katanya, ia akan menjemput tamu dari Singapura di Bandara. Pas!
Kami berlalu lancar menuju sisa perjalanan ke Balikpapan. Sembari ngobrol akhirnya kutahu si sopir berasal dari Yogyakarta, rumahnya di belakang Ambarukmo. Sejak tahun 2000 ia sudah ke Kaltim dan menetap di Tenggarong. Ia bekerja sebagai ahli reparasi aki mobil dan motor.
Jam 2 tepat aku tiba di Sepinggan. Setelah memberi tips kepada si sopir, aku berlalu menuju ruang tunggu. Karena waktunya agak mepet, aku makan di Solaria saja. Jam 3 kurang panggilan boading pun terdengar. Aku masuk dan aku baru sadar kalau aku lupa nitip expense report di kantor bandara.
Pesawat mendarat di Makazzar dan aku menunggu di ruang tunggu 5. Beberapa bule tampak menunggu di deretan kursi di depanku. Terdengar pengumuman pesawat Lion ke Bali ditunda hingga pukul 17.15, terlambat 45 menit dari seharusnya. Ah parah.
Gede A Setiawan
(gedeasetiawan@yahoo.com)
Sunday, October 20, 2013
Sembilan Tahun Lebih
Jika ini benar, maka irama kerjaku akan bertransformasi dari berkeliaran ke lapangan menjadi mendekam dalam ruangan 3x4 meter persegi, tak beda dengan bui.
Masa on minggu ini terasa lama sekali, 2 minggu serasa sebulan. Dimulai dengan berangkat 1 hari lebih awal ke Balikpapan dalam rangka mengikuti training HMI di Pasir Ridge selama 4 hari hingga Kamis 10 Oktober. Jumat naik ke Attaka, kerja full time pada hari Sabtu, Minggu dan Senin. Karena Selasa harus ke Jakarta mengikuti aptitude test. Rabu sore balik ke Balikpapan dan Kamis ke Attaka lagi.
Jumat, Sabtu, Minggu dikasi kerjaan padat merayap. Kerjaan berisiko shutdown dan LPO seperti diberikan untuk menguji diriku. Apakah ini semacam ujian terakhir? Apakah ini benar-benar yg terakhir. Jawabannya pada minggu-minggu ini dan semoga setiap langkah yg ku lalui adalah petunjuk terang dariNya.
Dan hari ini adalah hari Senin, aku dalam Peacock 3 menembus pagi yg belum lengkap, menerjang ombak yg sedikit berontak, menuju Santan lalu pulang ke Bali. Aku pulang 2 hari lebih awal karena hari Rabu adalah Galungan.
Jika berita itu benar maka 20 Oktober 2013 kudeklarasikan sebagai hari terakhir menjadi tukang kontrol sistem. Jika berita itu bisa dipertanggungjawabkan, maka sudah 9 tahun-4 bulan-12 hari aku menjadi kuli minyak lepas pantai. Memasuki era dan semangat baru. Semoga aku bisa menjalankan setiap tugas yg diamanatkan kepadaku.
Gede A Setiawan
(gedeasetiawan@yahoo.com)
Puisi Orang Instrument
Nafasku adalah hembusan air supply bertekanan 150 psi
Degup jantungku adalah haskel pump AW60 dengan perbandingan satu per enampuluh
Mataku adalah level gauge yg siap mengamati ketinggian level liquid di gross separator
Hidungku adalah gas detector mendeteksi lebih cepat daripada apapun
Tanganku adalah pressure gauge yg mampu meraba dan merasakan tekanan dalam flow line
Telingaku adalah flow meter yg hanya dengan mendengar bisa merasakan aliran di OGOL atau OGGL
Gede A Setiawan
(gedeasetiawan@yahoo.com)
Thursday, October 17, 2013
24 Jam di Jakarta
Jam 7.45 tepat kami berangkat dan perjalanan lancar menuju Balikpapan, dengan hanya 1/2 jam istirahat di Samarinda. Sebagian besar tidak makan di tempat termasuk aku. Jam 13.30 kami tiba di Balikpapan dengan selamat. Lega sudah.
Setelah menggesek kartu di Blue Sky Lounge dan meminta tolong petugas untuk melakukan check in, aku menyantap burger yg tadi aku pesan di Texas Chicken, ditemani secangkir teh dan segelas air mineral. Jam 15.30 kami take off menuju Jakarta. Ternyata susunan nomor seat pesawat sedikit berubah. Nomor seat dimulai dari 20 di belakang business class. Kursi di sebelah kiri bukan DEF tapi HJK. Terlihat beda antara penumpang Garuda dengan maskapai lain, lebih rapi dan berkelas, sementara aku terlihat masih kucel dengan kaos dan sweater casual.
Jam 17.05 WIB kami landing dengan selamat, lalu menuju pintu kedatangan 2F. Aku berada di posisi 25 di antrian taxi Blue Bird. Tampaknya taxi ini tak ada saingan di Jakarta. Aku ditawari seorang petugas untuk mencari taxi Blue Bird di atas, naik lift, katanya. Awalnya aku ragu, tapi beberapa orang setuju dan akupun jadi tak ragu, itung-itung biar lebih cepat. Ternyata kami dicegatkan taxi di drop zone di pintu keberangkatan. Sopir taxi memberi 10 ribuan ke petugas yg mengantarku tadi setelah memasukkan aku ke taxinya.
Kami memasuki tol dengan plang "Angke-Grogol-Cawang". Kemudian masuk ke lajur "Slipi-Senayan-Kebayoran". Di sebelah kiri kulihat Season City, Untar dan FM1 Boutique Hotel. Taxi tetap melaju lancar, konon karena sedang hari libur. Di sebelah kanan kulihat Podomoro City. Setelah memasuki lajur "Semanggi-Kuningan-Mampang", ku melewati jembatan Semanggi dengan Plaza Semangginya.
Sekitar satu jam aku tiba di Plaza Ciputat Mas, survey dulu agar besok siap tempur. Kemudian taxi menurunkan aku di Mercure Simatupang. Check in sekitar jam 19.00 lalu aku langsung menuju kamar 301 Superior Class dan memesan bebek goreng karena perut sudah keroncongan. Hotelnya asik bergaya kontemporer dan berhiaskan kartun Jakarta di dinding di atas kepala. Jendela kamarku menghadap ke timur.
Badan terasa pegal, kemudian aku memutuskan untuk massage yg disediakan hotel. Cukup 1 jam badan terasa segar dan aku lanjutkan baca-baca contoh soal psikotes yg kubeli beberapa hari lalu di Gramedia BC, Balikpapan. Jam 23.00 WIB aku terlelap.
Keesokan paginya, setelah sarapan, aku memesan taxi menuju Plaza Ciputat Mas. Ketika tiba di blok B/B di depan kantor PT. SDM-SR, aku bertemu peserta tes lainnya dan juga mas Agung yg melamar posisi sama. Kantor masih tutup dan baru buka jam 07.45.
Jam 8 test dimulai dengan test hitung, lalu test pengetahuan umum, test intelegensi umum, test melihat bentuk, test hitung deret, test papi kostick dan ditutup dengan test Pauli yg menjumlahkan ratusan deretan angka. Tangan pegal dan mata berkunang-kunang.
Jam 11.30 test komplit dengan muka masih tegang dan tangan pegal, kutelfon sopir taxi yg tadi pagi mengantar aku. Ia sudah siap di parkir blok dan kami pun berlalu menuju bandara lewat Slipi, jarak paling cepat menurut sang sopir taxi. Kali itu aku bersama mas Agung Sunarto karena kami mempunyai flight number yg sama, GA572 menuju Balikpapan jam 15.30 WIB. Ia akan mengikuti FFD test di Pasir Ridge. Tak disangka perjalanan lancar, taxi melesat dengan cepat. Estimasi awal adalah 2 jam, bahkan ada teman yg ngasi ancer-ancer 3 jam. Jakarta gak bisa ditebak, katanya serius. Hanya 1 jam kami sudah tiba lalu langsung check in dan masuk Mandiri Lounge yg terletak sebelum ruang tunggu 2F. Kamipun menghabiskan waktu 3 jam untuk makan siang, membaca, membaca dan membaca di lounge yg ramai itu.
Jam 16.30 kami baru boarding, bahkan jam 17.30 akhirnya baru bisa take off. Seperti sudah biasa, tak ada penjelasan kenapa delay dan sebagainya, bahkan untuk maskapai plat merah sekelas Garuda yg mendapat the Best Regional Airlines dari badan penerbangan Eropah. Aneh.
Jam 20.30 WITA kami landing dgn selamat di Sepinggan, Balikpapan. Satu taxi dengan mas Agung, aku menuju Suraton dan mas Agung menuju Novotel.
Antara landing dan take off total butuh waktu 24,5 jam. Hanya sehari aku di Jakarta kali ini. Semoga setiap langkah mendapat petunjukNya dan semoga apa yg aku lalui mendapat jalan yg terang begitu pula jalan selanjutnya.
Gede A Setiawan
(gedeasetiawan@yahoo.com)