Wednesday, March 27, 2019

Tiga Malam di Balikpapan

Kali ini aku menginap 3 malam di Reddoorz near Taman Bekapai. Hari Rabu kami crew change lewat Santan, hujan menyejukkan hati kami setiba di Dock Site. Selama sekitar 6 jam kami menembus jalanan Bontang Balikpapan. Turun di depan Hakaya lalu berempat naik Go Car ke ruko bandar. Aku, Bembeng, Anang, Widodo menginap bareng di Reddoorz, Gantino menyusul sorenya dari Tenggarong. 

Malamnya aku memilih tidur cepat untuk menyiapkan stamina psikotes esok hari. Pagi ketika bangun badan segar hendak jogging, namun hujan rintik-rintik. Sarapan nasi kuning di depan ruko, ketemu Widodo yang habis jogging. Separuh hari aku habiskan istirahat di kamar hotel. Kamis 21 Maret jam 14.00 aku mulai psikotest di IT Experience room MOB Pasir Ridge. Erickson menjemput kami di hotel lalu kami berenam berangkat menuju kantor setelah makan siang di Coto Makassar pinggir laut. Tes berlangsung sekitar 1 jam 15 menit secara online. Ada 11 modul yang harus diselesaikan dengan batasan waktu. 2 tes terakhir adalah personality test tanpa batas waktu. Selesai tes aku mampir BC melihat gitar dan buku di Gramedia. Malam harinya kami makan bebek di dekat Balcony. Pulang jalan kaki menyusuri trotoar dari BC hingga ruko bandar seperti ketika kami FDT dulu. Sudah lama tak ngumpul2 seperti ini. Malam hari tidurku nyenyak sekali. 

Hari Jumat pagi aku jogging 1/2 jam hingga kantor Walikota. Trotoar lurus dan rapi pagi itu membuat suasana jogging nyaman sekali. Sepulang sarapan nasi kuning mata jadi sedikit ngantuk, aku tidur sebentar. Jam 12.30 aku menuju kantor besar lagi untuk wawancara dengan psikolog juga secara online. 1/2 jam kuhabiskan wawancara dengan fasilitas teleconference dengan berbagai pertanyaan: apa aktivitas sehari-hari di offshore, apa yang dilakukan untuk menghadapi perubahan dari CVX ke PHKT, apa perubahan dari peralihan ini, apa kendala yang pernah dihadapi di tempat kerja, bagaimana cara menangani kalo ada konflik, apa prestasi yang pernah dicapai dan apa harapan untuk PHKT. Sorenya sehabis wawancara bersama Kharisman menuju eWalk tapi tidak lama, aku lalu pulang dan malamnya makan mie goreng kakilima dekat hotel. Malam itu di lobby ngobrol dengan seorang bapak pebisnis dari Batam. Cerita banyak soal Singapur dan Batam. 

Sabtu pagi aku jogging lagi di seputar taman Bekapai, viewnya menyejukkan sekali, damai. Taman bekapai diapit oleh landmark penting Balikpapan. Di sebelah utara ada Novotel, Mega Lestari dan PLN. Di sebalah timur adalah Polresta Balikpapan. Barat gedung Balikpapan bekas bioskop jaman dulu. Sebelah selatan di seberang jalan adalah ruko Bandara, deretan pertokoan tempat aku menginap. 

Sarapan nasi kuning depan polres, lalu packing untuk pulang ke Bali. Aku sudah tak sabar bertemu para bidadariku. Semoga perjalanan ini tak sia-sia, semoga apa yang sudah kami rencanakan berjalan dengan lancar, swaha. 

Psikotes sebanyak 11 subtes, dengan bisa mengerjakan soal sebanyak, dlm waktu:
Subtest 1 32 of 60 3 menit 53
Subtest 2 20 of 50 4 menit 40
Subtest 3 34 of 72 4 menit 47
Subtest 4 25 of 60 4 menit 42
Subtest 5 41 of 60 5 menit 68
Berhitung angka 35 of 40 7m 88
Gabungan bagian 16 of 26 7m 62 
Hubungan kata 40 of 40 4m 100
Abstraksi non verbal 30 of 30 10m 100
Work Personality Analytic 8 menit
Work Behavioral Assessment13 menit

Rata-rata bisa mengerjakan 67% soal. Ya lumayanlah. Tapi belum dihitung benarnya. 




Friday, March 22, 2019

Attaka Trip 26 - Nyepi, Ngeband dan Psikotest

"Kadang kita harus membiarkan segalanya berlalu, utk memberi ruang pada sesuatu yg lebih baik datang di kehidupan kita."

On 6-22 Maret 2019.
On kali ini sedikit istimewa karena aku pakai celana biru pertamina dan sepatu pantovel coklat. Kayak pegawai kantoran. Bahkan ketika ngobrol di pesawat, aku langsung dituduh karyawan pertamina. Seperti biasa istriku mengantar hingga pererenan dan Citilink tiba di Balikpapan telat 1.5 jam. Menginap di Esai dan ke Attaka via Bontang. 

Kamis adalah Nyepi dan aku memilih bekerja di office aja, bos sebenarnya memberikan dispensasi. Jumat training new SWP seharian di rec hall. Malem tensi naik 134 atau 125. Pengukuran pertama 134, kedua dan ketiga 125. Sabtu PM di CP. Minggu nasi bakar di meeting room. 

Selasa Rabu aku acting TL. Selasa pagi kami standown meeting karena ada tangan terjepit di Serang. Siang aku ikut meeting mengenai PM Compliance dengan para TL. Kamis malam maij band maij drum dan bas sambil IG live. Jumat makan nasi kuning di rec hall dan Sabtu coba RS View. Juga mencipta lagu "Di Bawah Pohon Jambu". Sementara teman2 service 2050 di Serang.

Minggu kami service 302A yang dibarengi drill sore harinya. Korban dari Bravo diangkat dengan personal basket ke LQ. Senin dan Selasa kami PM dan function test di Foxtrot sambil jalan-jalan melepas penat, tensi sedikit turun. 

Selasa sore ORT diaktifkan karena Melahin fannya terbakar. Selasa malam menjelang pulang kami main band lagi. Aku bernyanyi dan bernyanyi ternyata membuat tensi agak naik. 

Sama sekali tidak berani olahraga karena di sore hari tensi biasanya agak naik. Berat masih stabil dan aku imbangi dengan mengurangi nasi di makan siang dan malam. 

Rabu pagi, di sela rintik menyela di antara gelap, kami menembus gelombang menuju Santan dengan Kepodang. Selama 2 hari kami akan mengikuti psikotes dan wawancara di kantor besar. Menginap di reddoorz bersama kawan2. Sabtu siang baru pulang dengan Citilink direct. 

Semoga perjalanan dan tantangan ini membuat pertumbuhan jiwa yg indah. Swaha.




Saturday, March 09, 2019

Value Keluarga Kami

Value keluarga:
- Berdoa sebelum melakukan kegiatan
- Hormat kepada orang tua
- Tolong menolong
- Senyum/ramah kepada orang
- Jujur dan tidak mencuri
- Rendah hati
- Disiplin
- Welas asih
- Bilang jika tidak suka atau jika tidak setuju (assertive). 
- Terima yang tidak bisa diubah (acceptance).

Apa Gunanya Virus, Pak?

Sejatinya tubuh bisa menyembuhkan dirinya sendiri, obat hanya penjaga. Coba perhatikan di balik serangan virus. Tak ada obat pembunuh virus yang diberikan. Namun yang diberikan hanya pereda panas, pereda sakit, pereda mual dan vitamin guna meningkatkan kekebalan tubuh. Tubuh bisa menyembuhkan dirinya sendiri ketika kekebalan, stamina, daya tahan tubuh ada di titik optimalnya. 

"Apa gunanya virus, Pak?" tanya anakku yang paling besar.

Aku bingung menjawabnya bagaimana. Tapi di balik serangan virus2 jahat itu. Ada segudang doa2 dikumandangkan dr saudara, sahabat, handai taulan untuk kesembuhan. Ada tubuh yg diistirahatkan sembari menunggu antibodi menjalankan tugasnya. Ada kesabaran ditumbuhkan mulai dari sabar terhadap petugas yg kurang sigap, sabar dgn biaya kesehatan yg mahal, sabar dari kondisi menyiksa ketika virus menyerang. Di balik serangan virus ada pelayanan ditingkatkan utk meredam sang ego. Ada pengingat bahwa kita saling membutuhkan satu sama lainnya. Ada pengorbanan mendalam dari orang2 tercinta.  Sangat indah. 

"Trus apakah virus itu jahat atau tidak, Pak?" tanya anakku lagi.

Aku kembali bingung dibuatnya. Tapi melihat hal2 yg ditimbulkan virus tadi aku jadi berfikir terbalik. Jangan2 sebenarnya sang virus adalah malaikat penolong berwajah penjahat. Bisa jadi... 

Konon kata, kebahagiaan manusia ada 3. Bahagia karena menerima sesuatu, seperti anak kecil girang ketika dibelikan permen. Bahagia karena memberikan sesuatu, seperti ketika orang tua membelikan baju anak bayinya. Dan kebahagiaan terakhir adalah ketika kita bisa bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki. #sokfilosofis


Ulang Tahun 39

3 Maret 2019 genap berusia 39. Kami rayakan sederhana dengan tiup lilin di rumah lalu makan siang di Panties Pizza. Ibu membelikan kue dari the Harvest dan bahagia itu sederhana. 

Birthday wishesnya terutama agar aku dan keluarga semoga diberikan kesehatan yg baik, makin sukses dan tetap bahagia.