Saturday, July 06, 2013

Citilink Stop Flight Balikpapan-Denpasar

Mulai 1 July 2013 Citilink Denpasar-Balikpapan distop penerbangannya karena alasan menata ulang skedul flight. Padahal kalau dibilang sepi juga tidak, tiap saya naik hari Selasa atau off Rabu, pesawat hampir selalu penuh, secara kasat mata 90% ke atas isinya. Disamping ke Denpasar, flight lain dari Balikpapan juga di stop, mulai dari Makazzar, Jogja, Solo bahkan Surabaya.

Sehingga saya harus kembali seperti dulu lagi via Makazar atau Surabaya. Off kali ini, 3 Juli saya ke Bali via Makazzar dengan Lion. Karena belinya telat, dapet harga cukup mahal. Biasanya kalau naik Citilink hanya 500-an, kini jadi 3x lipat. Ya dinikmati saja.

Tapi yg sedikit membuat lega adalah pesawat yang dari Makazzar ke Denpasar adalah pesawat yg sama dengan dari Balikpapan. Sehingga jika pesawat delay, saya tak ditinggal. Dan sekarang contohnya, pesawat delay 1 jam 20 menit. Semoga selamat sampai tujuan. Astungkara.

Gede A Setiawan
(gedeasetiawan@yahoo.com)

Wednesday, June 26, 2013

"Perpisahan Pak Prayitno"

Tanggal 1 July 2013 Pak Prayitno resmi pindah dari Attaka menuju lawe-lawe. Dan pada malam hari kemaren tanggal 25 June kami mengadakan pesta kecil-kecilan melepas Pak Prayitno yg sudah bekerja sekitar 23 tahun di Attaka. Acara berlangsung seru dengan hiburan artis dari Samarinda. Ada juga beberapa lagu dari Attaka Band. Sebagai gong adalah penampilan tari dari Alteco Dance yg membuat semua orang ngakak. Tarian aneh ini adalah ciptaan Pak Prayitno sendiri. Sebagai puncak Pak Prayit unjuk kebolehan bermain sulap.

Ketika awal dulu saya bertemu pada tahun 2003 di Foxtrot kala itu saya masih sebagai FDT dan Pak Prayit adalah coach saya. Saya masih ingat kalimat pertama yg ia ucapkan ketika saya memperkenalkan diri, "Wah, Gede memang sudah saya tunggu-tunggu kehadirannya, nih!" Terus terang ungkapan itu membuat saya lebih bersemangat belajar.

Cukup lama saya bekerja bersama Pak Prayit bahkan hampir satu schedule dari awal dulu. Saya banyak mendapat pelajaran dari Pak Prayit dalam banyak hal: mulai dari ilmu sulap, ilmu marketing, ilmu ramah-tamah, ilmu supel, ilmu entertain, dll. Karena ia adalah sosok yang supel dan disenangi banyak orang.

Tak bisa diungkapkan dengan cerita, begitu banyak kenangan selama bekerja dengan Pak Prayitno. Kami termasuk sahabat (meskipun beda usia cukup jauh) yg cocok. Ketika saya down Pak Prayit memberikan motivasi. Ketika Pak Prayit ada problem saya berusaha memberikan saran-saran.

Bicara anggota team Twin Dolphine, sudah hampir semua t'lah pergi. Mulai dari dulu Pak Biyanto, Pak Hairy dan Pak Samad yg t'lah pensiun. Dilanjutkan dengan Nizar dan Sudirman Narang. Dan kini saya disusul Pak Prayitno. Tinggal saya dan Mas Andy Yuspendy saja yg tersisa. Entahlah harus kemana kaki ini melangkah. Antara meneruskan langkah kaki ini ataukah aku haru berbelok arah, mendaki atau menuruni bukit yg sudah terlanjur kudaki? God, give me the right way.

Gede A Setiawan
(gedeasetiawan@yahoo.com)

Thursday, May 30, 2013

Momen Inersia

Pernah ngerasa malas? Pernahkah anda ogah bangun kalo udah terlanjur duduk nonton tv? Pernahkah anda jadi enggan makan jika sedang asik mengerjakan tugas di depan komputer?

Hukum kelembaman (momen inersia) menyatakan suatu benda akan cenderung berada pada posisinya sekarang jika tidak dikenakan gaya padanya. Sebuah benda yg diam akan cenderung diam jika tidak diberi gaya apa-apa padanya. Sebuah bola akan terus menggelinding jika digelindingkan tanpa distop.

Jadi apakah kamu pernah merasa malas ketika hendak memulai mengerjakan sesuatu? Carilah cara (gaya/aksi) yg bisa menyulut semangat anda untuk memulai. Ibarat sepeda motor/mobil dengan motor starter-nya. Starter hanya benda kecil yg hidup lebih dahulu untuk memutar engine yg lebih besar, sehingga seterusnya engine pada motor/mobil akan berputar dengan sendirinya. Temukan "motor starter" yg akan mengubah nasibmu untuk masa depan lebih baik.

Gede A Setiawan
(gedeasetiawan@yahoo.com)

Menerima dan Memberi

Mana yg lebih bagus? Menerima atau memberi. Mana yg seharusnya diberikan porsi yg lebih banyak? Menerima atau memberi. Mana yg lebih susah, memberi apa menerima? Sebagian orang mungkin menganggap memberi lebih mulia daripada menerima. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

Memberi itu tidak cuma tentang memberi uang atau harta benda tapi kita juga kadang memberi hal-hal abstrak. Misalnya memberi saran, memberikan pasangan perhatian, ilmu, jalan keluar, solusi, dll.

Menerima juga tak hanya soal menerima pemberian berupa harta benda. Menerima juga kadang tentang menerima saran, menerima keadaan, menerima nasib, menerima kritik, menerima pasangan apa adanya, menerima anak sedemikian rupa, atau menerima diri dilahirkan dalam keluarga yg apa adanya, misalnya.

Menerima sering membuat hati menjadi lapang. Menerima seringkali membuat pikiran jadi tenang. Melakukan pekerjaan dengan usaha maksimal (memberi) dan siap menerima apapun hasilnya adalah salah satu kepasrahan pada alam.

Gede A Setiawan
(gedeasetiawan@yahoo.com)

Tuesday, April 09, 2013

Mangku Meninggal

Jumat 5 April 2013, sehari sebelum hari raya Kuningan, pemangku pura Ciwa meninggal dengan tenang di rumahnya di br Kebon, Pandak Gede. Setelah cukup lama sakit dan tidak bisa bangun dan bicara. Menyedihkan.

Kala itu ibu-ibu sedang ngayah di pura Ciwa persiapan Kuningan dan odalan di Pekendungan. Mek Mangku membawa kabar jika Pak Mangku sudah "berangkat" ke alam sana.

Semoga arwahnya menyatu dengan Hyang Widhi. Astungkara.

Gede A Setiawan
(gedeasetiawan@yahoo.com)