Monday, August 03, 2026

Gubuk Jerami Istana Mungil Kami

Langit siang di bulan Juli terlihat begitu bersih. Warnanya biru pekat hampir tidak ada awan. Angin cukup kencang untuk menerbangkan layangan kami di tengah-tengah sawah di belakang rumah. Para petani tampak sibuk menaikkan padi hasil panen mereka ke mobil pickup merah yg sejak beberapa hari terakhir mondar-mandir membawa gabah hasil panen petani. Sopirnya yang giginya ompong di bagian depan selalu tersenyum saat lewat di depan kami. 

Aku berjalan mendekati Yan Pande yang sedari tadi bersembunyi di balik pohon gamal, sambil sesekali memicingkan mata melihat layangan ikannya mengangkasa di langit biru yang silau itu. Silau karena sinar matahari tepat berada di belakang layangan kami. Tut Dedeng pun beraksi, ia mengulur benang layangan gelasannya. Karena sepertinya ada musuh yang ingin mekorot dengan layangan petarungnya. Ia memang terkenal suka mekorot. Mang Jentot masih sibuk dengan layangan kelelawar buatan bapaknya. Warna hitam di angkasa membentuk siluet kelelawar yang meliuk kanan kiri seperti siap menerkam mangsanya. 

"Layangan ikanmu bagus Yan," seruku pada Yan Pande. "Liukannya cepat dan stabil. Nanti ajarin aku cara bikinnya, ya."

"Ah gampang itu, yang penting kamu pilih bambu yang bagus, pasti layanganmu jadi bagus dan gampang naik."

Aku memang tidak terlalu pintar membuat layangan. Layangan buatanku sering tak seimbang dan miring saat terbang. Tapi Yan Pande selalu jadi penolongku. Dengan sedikit sentuhan tangannya, layanganku jadi bagus dalam sekejap. 

Siang ini aku memang tak menaikkan layangan. Kemaren layangan ikanku dikorot oleh orang dari dusun sebelah. Padahal layangan itu bukan layangan aduan. Anak dari dusun sebelah sudah "melanggar" aturan main layangan aduan. Aku kejar layanganku bersama Yan Pande. Tapi sayang nyangkut di pohon pule yang setinggi rumah 3 lantai. Aku cari-cari tak ada bambu sepanjang itu untuk meraihnya. Ya sudah ikhlaskan saja. Barangkali bisa jadi hiasan pelengkap pohon pule.

Sejak rapotan, tiap sore kami main layangan di sawah belakang rumah. Kami naik dari kelas 4 ke kelas 5 tahun ini. Mang Jentot naik ke kelas 4, ia adalah adik kelas, tapi akrab dengan kami karena rumahnya sangat dekat dengan rumahku, sama-sama dekat ke sawah yang di musim liburan ini jadi rumah kedua kami. 

"Eh itu di sana ada banyak jerami. Gimana kalo kita bikin gubuk dari jerami, yuk," seruku kepada mereka bertiga. Tut Dedeng yang sedang menggulung benang layangannya menoleh ke arahku dengan wajah berbinar. Yan Pande pun mendekat. Mang Jentot hanya bengong mencoba membayangkan apa yang sedang kami rencanakan. 

"Ayuk. Tapi gimana cara bikinnya?" Tanya Tut Dedeng bimbang. 

"Gampang, kita bagi tugas aja. Kamu dan Mang Jentot kumpulin jerami yg banyak dan bawa kesini. Yan Pande cari kayu besar buat tiang. Aku akan ambil tali rafia dan pisau ke rumah sebentar ya." 

Kami bergerak dengan sigap. Di sela sinar mentari terik mengenai pelipis, keringat mengucur tipis-tipis. Tapi langsung kering menguap bersama angin bulan Juli yang panas dan kering. 

Yan Pande datang membawa beberapa kayu besar sebagai tiang. Tut Dedeng dan Mang Jentot sudah mengumpulkan banyak sekali tumpukkan jerami. 

Dengan sigap aku dan Yan Pande menancapkan tiang kayu gamal setengah kering di sela-sela tanah sawah yg kering dan retak. Aku mengikatnya dengan tali rafia yang kuambil barusan ke rumah. Setelah tiang jadi, Tut Dedeng dengan tak kalah lincahnya merangkai kemudian menumpuk jerami di atas tiang yang sudah disiapkan. Mang Jentot sibuk sebagai helper paling gesit siang itu. Kami bekerja seperti buruh bangunan borongan yg tak kenal lelah. Tak berapa lama gubuk jerami kami pun jadi. Sebuah gubuk karya anak SD yang berbentuk hampir bulat, pintu terletak di sisi barat dan jendela kecil ada di sisi sebaliknya. Bentuknya bulat persis rumah asli suku Eskimo, Igloo, meskipun bulatnya tidak terlalu sempurna. 

Yan Pande menghias pintunya dengan dauh pohon gamal yang ditaruh di sisi kanan dan kiri sebagai sentuhan akhir. 

Mang Jentot tiba-tiba lari menuju arah rumahnya. Entah apa yang akan ia lakukan. Tapi tak seberapa lama ia berlari tergopoh ke arah kami, membawa beberapa lembar kardus. Rupanya ia membawa tikar dadakan sebagai alas untuk kami tiduran di dalam gubuk. 

Sempurna. Di sela udara panas siang ini, gubuk jerami ini jadi peneduh buat kami. Tempat sembunyi dari panasnya mentari siang ini. Setidaknya kulit kami tak akan terlalu legam sepulang dari main layangan sandikala nanti. 

Yan Pande dan Tut Dedeng menambatkan layangannya di salah satu tiang gubuk kami. Betapa indahnya siang itu. Empat orang anak SD berhasil membangun gubuk mungil buat berteduh, sambil main layangan di tengah sawah kering di belakang rumah. Kami berempat leyeh-leyeh di dalam gubuk sambil sesekali menengok keluar, mengawasi layangan siapa tahu ada oknum tak bertanggung jawab mengorot layangan kami.

Tak terasa hari semakin sore, matahari sudah sedikit turun dan udara tidak sepanas tadi siang. Kami duduk-duduk di depan gubuk. Tapi Mang Jentot sepertinya kelelahan dan tertidur di dalam. 

"Biar saja, barangkali ia lelah," seru Tut Dedeng sambil mencoba menangkap capung dengan lem dari getah buah nangka. Perangkapnya terbuat dari lidi yang di ujungnya diisi lem getah nangka. Tanpa suara Dedeng mengendap mendekati capung yg bertengger di batang pohon gamal. Lalu dengan sangat cepat ia menempelkan lidi yang sudah diisi lem nangka tadi, capung pun terperangkap. Setelah mengumpulkan sekitar dua puluhan ekor capung, kami bersiap membuat sate capung.

Yan Pande menusuk satu persatu capung dengan lidi bekas perangkap tadi. Lalu aku coba menyalakan api untuk membuat sate capung sore ini. Kami membuat 4 porsi dan Yan Pande perlahan membakar sate capungnya. Aromanya pun menyebar yang membuat kami sudah tak sabar ingin menyantapnya. 

Sore itu kami pesta sate capung. Tut Dedeng melahap dengan cepat 1 tusuk sate. Kurang katanya. 

Karena ketagihan, kami akhirnya berlomba menangkap capung dengan metode lem nangka tadi. Aku, Yan Pande dan Tut Dedeng seperti berkompetisi, berlomba mengumpulkan capung sebanyak-banyaknya. 

Di sela kesibukan kami menangkap capung hingga ke tepi sawah di arah tegalan, dari agak jauh kami melihat asap tipis mengepul dari gubuk jerami. Kami saling pandang dan dalam waktu sepersekian detik kami baru sadar jika gubuk terbakar. Seperti atlet sprint pada lomba PON, kami berlari berhamburan dengan kecepatan paling tinggi menuju gubuk jerami. Kami teringat dengan Mang Jentot yang masih tertidur di dalam. 

Rupanya sisa pembakaran capung kami tadi masih ada bara dan terbang mengenai dinding jerami gubuk kami. Yang membuat cukup panik rupanya api menyala di pinggiran pintu gubuk jerami. Kami tak bisa masuk lewat pintu depan. 

"Jentot bangun oiii bangunnnn! Gubuknya terbakar!" Seru Yan Pande dengan panik. 

Tut Dedeng dan aku mencoba memadamkan api di sekitar pintu dengan batang kayu sisa tiang gubuk tadi. Tapi karena angin bertiup cukup kencang dan jerami benar-benar kering, nyala api kian membesar. Kami semakin khawatir dengan Mang Jentot. Lalu Yan Pande beralih ke belakang gubuk, ia lalu merobek dinding gubuk jerami dan mencoba masuk menyelamatkan Mang Jentot yang masih tertidur lelap. Dengan bersusah payah Yan Pande membangunkan Jentot dan menariknya keluar dengan kecepatan kilat. Mang Jentot berhasil dievakuasi. 

Api kian membesar di sisi depan gubuk. Tak sampai 2 detik gubuk pun miring. Jerami berjatuhan dan apinya melalap sisi gubuk bagian belakang. Api menyala makin besar. Kilatan cahayanya menjilat angkasa. 

Gubuk yang sudah kami bangun dengan susah payah dari tadi siang, kini berubah warna jadi hitam. Sisa tiang kayu gamal saja yang masih berdiri terpancang di tengah-tengah sawah. 

Tapi kami bersyukur Mang Jentot bisa diselamatkan. Kami tak tahu apa yang akan terjadi jika kami terlambat membangunkan dan menariknya keluar dari gubuk. 

Sejurus kemudian Yan Pande dan Tut Dedeng baru sadar kalau layangannya terbang tinggi mengangkasa, benangnya terbakar karena diikat di tiang gubuk jerami kami. 

Kami berempat hanya duduk lemas menahan rasa kaget karena api dengan sangat tiba-tiba melahap gubuk karya mastepiece kami siang itu. 

Di luar prediksi BMKG, dari tangan kekar Tut Dedeng keluar 4 tusuk capung yang disiapkan tadi. Ia lalu memanggangnya di sisa bara yang membakar gubuk jerami kami. Dan kamipun berempat menutup hari itu dengan menyantap hidangan paling istimewa, sate capung yang dipanggang di gubuk jerami yang terbakar. 

Perasaan kami campur aduk, sedih karena gubuk kami terbakar tanpa basa-basi. Senang karena sore itu kami bisa menyantap sate capung hasil tangkapan kami tadi. 

Akhirnya kami pulang dengan lega, selepas menikmati sate capung super crunchy. Siluet 4 orang anak perlahan menghilang bersama tenggelamnya mentari senja itu. 

Bajera 12 Juli 1991




Uploaded Image

TA Besar Attaka, Sync PCS Production, PLC Foxtrot Error

On 15-28 Juli 2026

On kali ini disambut TA besar Attaka 15-19 Juli 2026, tapi tanggal 18 Juli siang sudah online. Kami naik di hari pertama TA. Tapi job kami tidak terlalu banyak, construction yang jadi main drivernya. Berikutnya kami menemui problem PLC Foxtrot yang tidak bisa komunikasi dgn HMI Panel View, setelah sempat black out pasca TA. Berikutnya kami disibukkan dengan persiapan risalah CIP ALIGATOR. Beberapa SDV juga masalah dan menunggu aktuator dan fabrikasi adapter di Santan. Cukup menantang, tapi syukur semua masih under control. 

15 on naik bus 8.45 sampe santan 14.45, ke atk jam 17.00 nunggu teguh bolak-balik 2x. Sampe attaka 20.15. Hari ini adalah TA hari pertama Attaka. 
16 TA day 2. Sync PLC PCS Production blm bisa. 
17 TA day 3. Sync berhasil dgn cabut pasang modul ethernet di slot 3, sama yudith. Jumri pm fox, replace regulator fs whcp, yasser sufri pindah koneksi tubing gl injection chemical
18 jum suf ke golf baikin sdv ogl. Tp harus ganti 1 unit. Yasser rindy delta air comp kena air dr top dek. pagi cek pcv v88 di cp. Hunting. Ternyata karena flow blm normal dan valve dicekek 75%. Pantes. Siang back online dgn lancar. Switch fuel dr sta via v108 menjadi normal dr cp gas buyback. Makan nasi kuning. 
19 ikut meeting srps
20 pagi nonton piala dunia argentina dan spanyol. Malah black out 8012 kena LOE. Foxtrot blm bs online, di layar tanda tanya. Ternyata plc gak konek ke hmi. Coba konek ke olc blm bisa laptop vmware. coba salah satu input PSH PSHH test, ada masuk di DI. Reset dan ack juga masuk DI. Coba hard reset tanpa matikan power dgn run-prog-run, blm bisa juga. 
21 hari kedua coba konek pake laptop vmware dan laptop tufgaming. Blm mau. Konek panel view dan ubah setting melalui internal menu, blm mau jg. Panelview bisa di ping, tapi gak bisa konek pake ftview. 
22 acting 1 hari. Siapin risalah CIP Aligator. 
23 func tes FS, lanjut coba konek plc foxtrot dgn laptop lama. Blm berhasil. pake laptop dr pasir ridge jg blm bisa. 
24 jumri parallel D20 dgn D4. Aku jack yudith di LQ siapin risalah CIP. 
25 survey ke cp dan tanya2 meter GL ke amin rais dan kharisman, yudith jumri function tes n pm juliet. 
26 aku ke delta verifikasi gaslift meter portable. Jack yudith jumri pindah tapping point PSHL PT1406A OGGL ke downstream sdv oggl. Repair lcv 1102 karena error. 
27 tadi subuh kebangun jam 3 mimpi ibuku meninggal dan mau dikubur, ditidurkan di rumah dangin. Tanya paktut kapan dikubur paktut? Ni dah segera. 
Aku bahri verifikasi gaslift meter lagi dan coba plc foxtrot lagi. Jack yudith jum ke serang func test. 
28 training pengetahuan triase bencana. Lanjut meeting bahas MO. Siang simulasi 3051SMV utk flowrate bravo. Lanjut bikin risalah cip dan kirim ke panitia. Malam bikin handover. 
29 off naik citilink smd-sby-dps with yudith mifta. Ke pandak naik gojek mampir dl di men agus. 

#Cb masukkan tgl 23 ke excel arif
#Bikin pssr juliet senin
adapter GL hotel
#Close WO SAP
#Install rslogix 500 di laptop tlmtri
#Tanya aktuator dr santan
#Tanya adapter hotel
#Parallel PT OGGL CP
#cek LCV v1102
#Func test FS, 
#PT OGGL CP
#Parallel FT GL D20
#Bikin Risalah CIP




Uploaded Image

Cuti 5 Hari, Kuningan, Pekendungan, Tanah Lot, Bali Timur, Sanur, ATV Ubud

Off 26 Jun - 14 Juli 2026

26 off salah ambil jalur bis. Harusnya K2B dr bandara aku turun central parkir dan ganti K1B. Karena K2B muter2 ke kota. Kalo K1 B direct di imam bonjol lurus aja. Damn
27 Kuningan. Pagi smbhyang ke rumah dangin, Nangkil pura ciwa pagi. Nyoba bikin drum musik dr dejer. Ibu dan 3 kawannya mepayas salon di rumah. Ke pura pekendungan nangkil jam 3 sm mekman. Ibu sekalian ngayah. Jam 7 malem baru ibu dijemput lagi. 
28 persiapan odalan, ngae penjor 3 dan 7 lelontek dgn bambu baru. Kayaknya perlu dibuatkan lubang biar tinggal masukkan aja. Ibu anter citta ke kediri bikin video. 
29 purnama rainan di pura ciwa. odalan jumah dauh, yg datang kadek sekeluarga, paktut meadek, mbah dona, paktut mekman garing, wanda cs gak datang. Start jam 12 selesai 14.30. Anter paktut garing ke kediri sambil ambil uang di atm bni. 
30 Lepas wastra bedauh, ibu anter citta kumari. Jam 4 sore Ngodalin surya jumah dangin
1 servis rush 45.900 km, next servis 55.900 atau 6 bulan, 
nangkil pura tanah lot hingga ke luhur. Piknik di rumput batu bolong. 
2 pagi ambil rak sepatu di beraban. Jam 8.30 berangkat menuju bali timur karangasem. Kami tiba di tujuan pertama Taman Ujung jam 11.30 setelah bbrp kali pindah. Setelah menunggu 21 tahun sejak 2005 akhirnya bisa juga ke taman ujung ini. Jam 12.30 kita move ke warung Umah Sugih di Berina, Tista, Abang. Jam 13.15 hingga 14.15 makan disana. Lalu lanjut lagi langsung menuju Scuba Seraya Dive Resort di desa Tulamben, kec Kubu. Jam 14.30 tiba disana. Suasana cerah, langit dan laut biru membuat kami excited dan betah. Dapar harga 1 jt x 2 kamar dan 500k extra bed utk eba. Makan sore kami bungkus ack dan makan di kamar. Renang sore itu dan foto2 sunset di pinggir laut. Ngedrone juga. 
3 Juli
Paginya foto2 sunrise, sarapan paket dan jam 12.00 kami cabut menuju Amed menginap di Alam Bali Beach Resort dgn harga 600k kamar superior garden + 100k tambahan extra bed, tanpa sarapan. Eba renang. Sore kami menikmati sunset di Amed yg amazing. Bayar 100k/orang yg bisa ditukar makanan dan minuman. Total 513.000 Hanya lbh 13000 aja dari minimum order. Malemnya kami istirahat di kamar aja utk menyusun tenaga esok hari. 
4 Juli
Esoknya sarapan pop mie aja di kamar, foto2 sunrise di belakang hotel yg connect ke pantai dan ngedrone, jam 09.00 kami check out lebih cepat dan langsung menuju warung Chic di desa Seraya, Karangasem. Suasana panas dan cerah. Lanjut menuju Virgin Beach di desa Bugbug, kec Manggis. Mampir indomaret, beli ack dan babi guling sebelum check in Ramayana Candidasa di desa Sengkidu, kec Manggis jam 13.30. Sore baba dan citta renang, tp suasana cukup ramai. 
Malam makan ack saja. 
5 jam 12.00 check out dan menuju Tenganan Pegringsingan. Cabut dari karangasem menuju pulang dan jam 16.30 tiba di Pandak Gede dengan selamat. Badan cukup pegal tapi happy karena kembali ke rumah memang paling bikin happy. 
6 break, badan pegel, aku massage di grokgak. 
7 pagi-pagi anter ibu ambil darah di kasih ibu. dokter daru, ldl ibu jd 113. Aku stop aja makan obat kolesterol dan atur pola makan saja. 
8 pagi2 jam 6 30 berangkat ke Sanur. Sarapan mie di Kyu8 Mie aja. Jam 9an balik, anter eba dan nana mampir beli hamster 2 ekor di pasar Satria. coba baikin treadmill tp bisa, kayaknya controllernya bermasalah.  
9 pagi ikut pelatihan menulis cip aligator online. Siang beli fore ada diskon BNI. sore ke jero ukur tensi ninik wayah dah bawain obat tensi dan vitamin b12. 
10 aku dan ibu nyoba naik ATV di green atv singapadu. 550rb berdua tandem. Kami 1 rombongan sekitar 10 orang 3 pasang lokal dan 7 bule. Ada 1 bule jatuh. Total 1 jam 15 menit. Asyik juga. lunch babi guling dajanne. 
11 pagi anter eba les renang sm ibu. Aku jogging seputar bypass, blkg hardys, uma batukaru. Sore anter nadhi mart alat2 sekolah. Makan sore di rumah makan asri jambe berlima. 
12 pagi jogging di kebilbil. Berdua sama ibu ke living. 
13 1st day of school. Anter eba citta dan jogging. sore beli holland bakery diskon 48rb BNI. 
14 ke balikpapan naik lion direct. Nginep di golden snail. Majestic journey. 

#Ukur tegal
#tanam tanduk menjangan sporanya
#Beli ori030 tgl 10
#Siram pepaya tegal
#Split cangkok bugenvill
#Beli amlo n b kompleks utk ninik
#Baikin treadmill




Uploaded Image