April 2016. Trip kali ini masih dibayang-bayangi suasana di rumah sehabis survey beberapa survey bisnis mulai dari bisnis ayam petelor, Indomaret hingga Ahass. Hasil analisa sementara saya menjatuhkan pilihan kepada Ahass. Saya langsung bertemu dengan kepala cabang AHM Bali di Denpasara. Beliau bercerita banyak soal proses mendirikan bengkel hingga bocoran lost customer seputar Tabanan. Kemudian minggu depannya saya bertemu Ngurah Palguna, supervisor area Tabanan. Ketika saya bercerita ke teman-teman tentang prospek menjanjikan bisnis Ahass, banyak sahabat yang tertarik. Ternyata saya berbakat jadi marketing hehehe... Trip kali ini bertemu dan ngobrol panjang lebar dengan seorang senior yang ngurus project Bangka. Obrolan sepanjang perjalanan boat Bontang-West Seno itu menemukan banyak kesamaan di antara kami. Mulai dari satu almamater hingga lahir prematur dan sering step ketika kecil. Suasana kerja masih seputar persiapan Bangka first gas yang ditargetkan pada minggu keempat Juni tahun ini. Akan dilakukan mini TA pada minggu kedua Juni. Berbagai persiapan pun dilakukan dengan cermat. EP 300 masih menempel erat di sisi kiri. Ensco Barge masih menunaikan tugasnya sekitar 20 km di sebelah utara FPU. Suatu hari big boss baru, Pak Rubi datang ke lokasi untuk belajar lebih jauh mengenai proses. Beliau adalah pimpinan tertinggi di KLO setelah bertugas di Angola. Berbagai kesibukan masih berlanjut dan copper bolak-balik 3 kali seminggu mengantarkan bos dan para pemegang project Bangka. Runtutan IBUT masih berlanjut, kali ini hanya ada sekali townhall tentang aturan baru pasca transformasi. Organisasi chart baru pun belum diumumkan, yang seharusnya sudah keluar tanggal 15 April kemaren. CIP pun masih gelap. Tak ada yang tahu pasti tentang gaji ke 13 ini. Menjelang pulang kami berdiskusi tentang budget 2017 yang menurut arahan agar diturunkan dari budget sebelumnya. Dan pagi ini adalah hari Kartini. Kami pulang dengan riang mengejar Lion Air yang dimajukan 2x ke jam 15.15. Mudah-mudah taxi kami bisa mengejar tepat waktu. Dan tadi saya sudah kirimkan email ke manager soal curhat yang saya ceritakan. Semoga diberi petunjuk dan jalan terang. Astungkara. |
Friday, May 27, 2016
West Seno Trip 7
West Seno Trip 6
March 2016. Jam 3 subuh aku sudah tiba di Surabaya. Bis Gunung Harta yg mengantarkan kami tiba dengan selamat di terminal Bungurasih. Lalu lanjut naik Damri menuju bandara. Hari itu adalah hari raya Nyepi 9 March 2016 tahun baru Caka 1938. Bertepatan pula dengan gerhana matahari total. Aku harus berangkat lebih awal agar tidak terjebak Nyepi. Kemudian seperti biasa kamu crew change di hari Kamis menuju West Seno. Perjalanan cukup lancar karena jam 16.30 kami tiba dengan selamat. Selepas TATI load pekerjaan sudah agak kendor. Kami harus menyelesaikan segera dengan paper work mulai dari closing dan opening new PMP hingga training IRM. Minggu-minggu inipun sudah diumumkan para sahabat yang mengambil WFM1 termasuk menanti organisasi baru. Ucapan salam perpisahan bermunculan di email dan membuat sedikit terharu. Kebersamaan sekian tahun harus dipecah oleh program transformasi ini. Pada tahap pertama sebanyak 711 yg mengambil paket atau baru tercapai 11% dari target 25%. 10 orang Attaka dan 4 orang West Seno. Tahap selanjutnya akan diberikan bagi karyawan yg tidak kebagian kotak. Akhirnya muncul juga townhall KLO pada suatu sore. Sahabat kami satu angkatan pun ada 3 orang yg mengambil paket. Satu orang mengambil karena ingin lebih menekuni dunia spiritual, yang satu bisnis, yang satunya sudah diterima kerja di tempat lain. Di West Seno dilakukan acara perpisahan sederhana dengan makan-makan spesial untuk pak Kusnandar. Beliau sudah bekerja 32 tahun mulai dari Sepinggan, Attaka dan West Seno. Dan tiba-tiba hari ini aku diminta pulang ke Balikpapan untuk ke kantor esok hari. Hand over dan melakukan beberapan kegiatan persiapan crew yang pensiun, kata juragan saya. Mendadak saya pun bersiap menuju Santan siang ini untuk menemani pak Kusnandar ke Balikpapan sore nanti. |
West Seno Trip 5
Trip kali ini agak drama karena aku berangkat bertepatan di hari raya Galungan. Tidak bisa mundur sehari karena mundur sehari berarti mundur 2 hari. Pagi-pagi sebelum berangkat aku sudah natab dan sembahyang di rumah bedangin. Lalu menuju bandara setelah mampir di kasih ibu. Trip kali ini adalah final preparation sebelum project Turn Around and Tie In Bangka dilakukan 27 Feb - 9 Maret. Berbagai persiapan yang menguras tenaga dilakukan, melelahkan pikiran memang. Disela keterbatasan kemampuanku akan lapangan baru, aku berusaha memberi yg terbaik. Profesionalitas harus dijaga meskipun badai transformasi yg masih menggantung kami. EP-300 mooring dengan sempurna siang itu. Cuaca yg cerah dan ombak yang tenang berkontribusi besar atas kesuksesan team marine. Kemudian kami sempat melakukan meeting di EP-300 untuk finalisasi item TATI. Disela persiapan TA kami dikunjungi team outplacement program yg memberi pencerahan agar siap menghadapi lay off alias WFM atau MAT atau PHK. Kehadiran 4 orang team ini memberikan hiburan dan pencerahan. Pada suatu malam aku bermain gitar mengiringi kawan-kawan bernyanyi sekedar melepas penat ditengah kesibukan yg menguras energi. Di hari yang lain kami main piano di movie room hingga jam 11 malam. Foto-foto dengan model siluet Heru sempat dilakukan untuk melepas kepenatan di ujung senja. Langit sore itu paling dramatis yg pernah kutemui selama disini. Sempat pula motret di process area bersama Dewok untuk persiapan lomba foto HES. Samasekali tidak sempat olahraga. Setelah timbang berat badan saya 83 kg. Ediannn. Musti jaga makan dan pengendalian diri. Mungkin kesibukan ini membuat kontrol makanan jadi sedikit terbengkalai. Harus waspada dan off ini dibalas dengan banyak olahraga. Kali ini cerita tentang IBU-T tidak seramai trip lalu. Kali ini mungkin kami sudah tahap menerima apa yg akan terjadi. Town hall dilakukan hanya sekali, live from Manila. Amplop ketidakikutsertaan WFM pun sudah saya serahkan kepada HR. Setelah 3 bulan di West Seno akhirnya aku bisa berkunjung ke TLP untuk survey persiapan TA disana. Suatu sore Pak Kus harus pulang karena mertua meninggal dunia. Spesial boat siang itu mengantarkan beliau ke Santan. Akhirnya pagi ini, di atas kapal Colibri, di atas ombak yg sedikit mengguncang, di bawah sinar mentari cerah equator kami mengarah ke barat menuju Bontang. Semoga perjalanan hari ini aman dan selamat juga tepat waktu. Aku naik Lion JT265 menuju Surabaya. Delay 1.5 jam sudah biasa. Setiba di Juanda aku menelfon beberapa travel agent dan ada 1 yg belum berangkat. Akhirnya malam itu aku naik travel ke Bali setelah naik ojek dari Bandara ke Bungurasih. Jam 8.30 pagi aku tiba keesokan harinya. Bisa sekalian jemput Nana dan Citta ke sekolah. Betapa indahnya hari itu, meskipun lelah karena perjalanan selama lebih dari 24 jam. |
Wednesday, February 24, 2016
Financial Check Up - Outplacement Program
Saturday, February 13, 2016
Menyambut IBU-T
Rasanya ingin menangis. Berangkat kerja di saat keluarga sedang sembahyang bersama. Tak bisa menemani keluarga tercinta merayakan hari raya yg datang 6 bulan sekali. Ketika aku berangkat Citta berlinang air mata.
Trip kali ini aku berangkat pas hari raya Galungan. Sehabis natab di rumah bedauh dan sembahyang di rumah bedangin, aku langsung tancap menuju Kasih Ibu lalu nyambung ngojek security ke Bandara.
Off kali ini terasa begitu singkat. Pertama karena aku pulang di hari Jumat karena harus ke kantor bertemu pak boss untuk menentukan pilihan 1 & 2 dalam rangkaian IBU-T program. Saat off banyak kegiatan finishing ngaben ibunda Komang-Kade, persiapan Galungan, anter anak sekolah hingga latihan nyetir mobil ibu. Off ini mulai melirik prospek bisnis yang bisa diambil untuk memyambut IBUT atau EOC 2018 nanti. Muncullah ide untuk membuka Indomaret dan bengkel AHASS. Sempat mencari informasi kesana-kemari. Namun masih belum ketemu info yang mantap.
Ketika nongkrong di Suraton, ada Yayan sahabat FDT yg asik diajak ngobrol seputar peluang bisnis. Banyak sebenarnya peluang, tinggal kitanya harus all out jika mau berbisnis, begitu dia menyimpulkan.
Isu PHK pun terdengar oleh mertua, dari siaran berita di TV nasional. Tapi dengan tenang saya menjelaskan bahwa mudah-mudahan tidak terjadi seperti yg diberitakan. Penawaran pensiun dini atau paket 1 sudah disebar. Ada batas waktu hingga akhir bulan ini. Namun tekanan dari SPNCI pun kuat untuk menolak PHK. Saat off berseliweran info-info seputar IBUT. Group-group diskusi WA makim rame. Ada yg diskusinya jelas ada yg hanya bergosip.
Yahhh. Apapun yg terjadi kami sudah siap. Kami harus siap. Karena rejeki sudah ada yg mengatur. Menunggu giliran saja dapat peran apa pada tahap kehidupan selanjutnya.