Friday, May 27, 2016

Sales Suzuki Tabanan

Dealer Suzuki Tabanan bisa menjual 200 mobil per bulan. Banyakan carry pick up yang laku untuk berwirausaha.
10 splash per bulan untuk area Tabanan saja.
700 mobil/bulan untuk seluruh Bali. Tahun lalu bisa sampai 1000 unit.

West Seno Trip 8

5-12 May 2016.

Trip kali ini kurang fokus ke kerjaan karena minggu-minggu ini kami mempersiapkan hari kelahiran anak ketiga kami. Disamping itu aku juga sedang mempersiapkan membuka bengkel Ahass, masih proses mencari lahan.
Di sela persiapan Bangka Integration dan mengurus who pays program, saya jadi sedikit miss focus. Namun tetap berusaha menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Karena beberapa masalah, Bangka first gas ketunda lagi menjadi di awal Agustus.

Mendapat kabar dari istri bahwa si baby sudah siap untuk lahir dalam minggu ini setelah periksa ke dokter. Aku langsung memutuskan ambil cuti seminggu dan pulang tanggal 12 Mei. Tiket Lion Air kali ini juga dimajukan 2 kali sehingga aku harus naik taxi ke Balikpapan bersama Yanuar chemical. Harus menginap semalam di Surabaya karena flight ke Bali malam itu penuh. Menginap di Airy Hotel berjarak sekitar 15 menit dari terminal 2 Juanda. Bertemu dengan beberapa mekanik dan front desk Ahass se-Jawa Timur yang sedang training di Surabaya. Ternyata training center Astra ada di jalan Sedati Agung tersebut. Entah ini petunjuk atau apa, yang jelas saya jadi bisa banyak meminta informasi ke mereka.

Aku memilih pesawat ke Bali esok harinya dengan Citilink paling pagi jam 5.30. Sekitar jam 9 aku sudah tiba di rumah dan langsung menjemput Nanacitta ke sekolah. Benar saja malam harinya ibu kontraksi dan pecah ketuban. Langsung ke rumah sakit malam itu dan si Komang lahir dengan selamat pada 14 Mei 2016 jam 02.53. Astungkara ibu dan bayi sehat.

Di sela kerja aku mengirim surat agar dibantu SPNCI untuk peristiwa besar dalam hidupku (9 mei 2016). Ketika off membuat surat permohonan ke HR. Semoga diberikan jalan terbaik.

West Seno Trip 7

April 2016.

Trip kali ini masih dibayang-bayangi suasana di rumah sehabis survey beberapa survey bisnis mulai dari bisnis ayam petelor, Indomaret hingga Ahass. Hasil analisa sementara saya menjatuhkan pilihan kepada Ahass. Saya langsung bertemu dengan kepala cabang AHM Bali di Denpasara. Beliau bercerita banyak soal proses mendirikan bengkel hingga bocoran lost customer seputar Tabanan. Kemudian minggu depannya saya bertemu Ngurah Palguna, supervisor area Tabanan. Ketika saya bercerita ke teman-teman tentang prospek menjanjikan bisnis Ahass, banyak sahabat yang tertarik. Ternyata saya berbakat jadi marketing hehehe...
Naik kali ini masih kepikir survey lahan di seputar Marga. Berbagai cara saya kerahkan mulai dari survey dari Google Map hingga meminta tolong sahabat SMA.

Trip kali ini bertemu dan ngobrol panjang lebar dengan seorang senior yang ngurus project Bangka. Obrolan sepanjang perjalanan boat Bontang-West Seno itu menemukan banyak kesamaan di antara kami. Mulai dari satu almamater hingga lahir prematur dan sering step ketika kecil.

Suasana kerja masih seputar persiapan Bangka first gas yang ditargetkan pada minggu keempat Juni tahun ini. Akan dilakukan mini TA pada minggu kedua Juni. Berbagai persiapan pun dilakukan dengan cermat. EP 300 masih menempel erat di sisi kiri. Ensco Barge masih menunaikan tugasnya sekitar 20 km di sebelah utara FPU. Suatu hari big boss baru, Pak Rubi datang ke lokasi untuk belajar lebih jauh mengenai proses. Beliau adalah pimpinan tertinggi di KLO setelah bertugas di Angola. Berbagai kesibukan masih berlanjut dan copper bolak-balik 3 kali seminggu mengantarkan bos dan para pemegang project Bangka.

Runtutan IBUT masih berlanjut, kali ini hanya ada sekali townhall tentang aturan baru pasca transformasi. Organisasi chart baru pun belum diumumkan, yang seharusnya sudah keluar tanggal 15 April kemaren. CIP pun masih gelap. Tak ada yang tahu pasti tentang gaji ke 13 ini.

Menjelang pulang kami berdiskusi tentang budget 2017 yang menurut arahan agar diturunkan dari budget sebelumnya.

Dan pagi ini adalah hari Kartini. Kami pulang dengan riang mengejar Lion Air yang dimajukan 2x ke jam 15.15. Mudah-mudah taxi kami bisa mengejar tepat waktu. Dan tadi saya sudah kirimkan email ke manager soal curhat yang saya ceritakan. Semoga diberi petunjuk dan jalan terang. Astungkara.

West Seno Trip 6

March 2016.

Jam 3 subuh aku sudah tiba di Surabaya. Bis Gunung Harta yg mengantarkan kami tiba dengan selamat di terminal Bungurasih. Lalu lanjut naik Damri menuju bandara. Hari itu adalah hari raya Nyepi 9 March 2016 tahun baru Caka 1938. Bertepatan pula dengan gerhana matahari total. Aku harus berangkat lebih awal agar tidak terjebak Nyepi.

Kemudian seperti biasa kamu crew change di hari Kamis menuju West Seno. Perjalanan cukup lancar karena jam 16.30 kami tiba dengan selamat. Selepas TATI load pekerjaan sudah agak kendor. Kami harus menyelesaikan segera dengan paper work mulai dari closing dan opening new PMP hingga training IRM.

Minggu-minggu inipun sudah diumumkan para sahabat yang mengambil WFM1 termasuk menanti organisasi baru. Ucapan salam perpisahan bermunculan di email dan membuat sedikit terharu. Kebersamaan sekian tahun harus dipecah oleh program transformasi ini. Pada tahap pertama sebanyak 711 yg mengambil paket atau baru tercapai 11% dari target 25%. 10 orang Attaka dan 4 orang West Seno. Tahap selanjutnya akan diberikan bagi karyawan yg tidak kebagian kotak. Akhirnya muncul juga townhall KLO pada suatu sore.

Sahabat kami satu angkatan pun ada 3 orang yg mengambil paket. Satu orang mengambil karena ingin lebih menekuni dunia spiritual, yang satu bisnis, yang satunya sudah diterima kerja di tempat lain.

Di West Seno dilakukan acara perpisahan sederhana dengan makan-makan spesial untuk pak Kusnandar. Beliau sudah bekerja 32 tahun mulai dari Sepinggan, Attaka dan West Seno.

Dan tiba-tiba hari ini aku diminta pulang ke Balikpapan untuk ke kantor esok hari. Hand over dan melakukan beberapan kegiatan persiapan crew yang pensiun, kata juragan saya. Mendadak saya pun bersiap menuju Santan siang ini untuk menemani pak Kusnandar ke Balikpapan sore nanti.

West Seno Trip 5

Trip kali ini agak drama karena aku berangkat bertepatan di hari raya Galungan. Tidak bisa mundur sehari karena mundur sehari berarti mundur 2 hari. Pagi-pagi sebelum berangkat aku sudah natab dan sembahyang di rumah bedangin. Lalu menuju bandara setelah mampir di kasih ibu.

Trip kali ini adalah final preparation sebelum project Turn Around and Tie In Bangka dilakukan 27 Feb - 9 Maret. Berbagai persiapan yang menguras tenaga dilakukan, melelahkan pikiran memang. Disela keterbatasan kemampuanku akan lapangan baru, aku berusaha memberi yg terbaik. Profesionalitas harus dijaga meskipun badai transformasi yg masih menggantung kami.

EP-300 mooring dengan sempurna siang itu. Cuaca yg cerah dan ombak yang tenang berkontribusi besar atas kesuksesan team marine. Kemudian kami sempat melakukan meeting di EP-300 untuk finalisasi item TATI.

Disela persiapan TA kami dikunjungi team outplacement program yg memberi pencerahan agar siap menghadapi lay off alias WFM atau MAT atau PHK. Kehadiran 4 orang team ini memberikan hiburan dan pencerahan. Pada suatu malam aku bermain gitar mengiringi kawan-kawan bernyanyi sekedar melepas penat ditengah kesibukan yg menguras energi. Di hari yang lain kami main piano di movie room hingga jam 11 malam. Foto-foto dengan model siluet Heru sempat dilakukan untuk melepas kepenatan di ujung senja. Langit sore itu paling dramatis yg pernah kutemui selama disini. Sempat pula motret di process area bersama Dewok untuk persiapan lomba foto HES. Samasekali tidak sempat olahraga. Setelah timbang berat badan saya 83 kg. Ediannn. Musti jaga makan dan pengendalian diri. Mungkin kesibukan ini membuat kontrol makanan jadi sedikit terbengkalai. Harus waspada dan off ini dibalas dengan banyak olahraga.

Kali ini cerita tentang IBU-T tidak seramai trip lalu. Kali ini mungkin kami sudah tahap menerima apa yg akan terjadi. Town hall dilakukan hanya sekali, live from Manila. Amplop ketidakikutsertaan WFM pun sudah saya serahkan kepada HR.

Setelah 3 bulan di West Seno akhirnya aku bisa berkunjung ke TLP untuk survey persiapan TA disana. Suatu sore Pak Kus harus pulang karena mertua meninggal dunia. Spesial boat siang itu mengantarkan beliau ke Santan.

Akhirnya pagi ini, di atas kapal Colibri, di atas ombak yg sedikit mengguncang, di bawah sinar mentari cerah equator kami mengarah ke barat menuju Bontang. Semoga perjalanan hari ini aman dan selamat juga tepat waktu.

Aku naik Lion JT265 menuju Surabaya. Delay 1.5 jam sudah biasa. Setiba di Juanda aku menelfon beberapa travel agent dan ada 1 yg belum berangkat. Akhirnya malam itu aku naik travel ke Bali setelah naik ojek dari Bandara ke Bungurasih. Jam 8.30 pagi aku tiba keesokan harinya. Bisa sekalian jemput Nana dan Citta ke sekolah. Betapa indahnya hari itu, meskipun lelah karena perjalanan selama lebih dari 24 jam.