Pada hari Rabu pagi, Pak Ramlan memerintahkan kami untuk membuat pesta perpisahan Pak Samad yg akan memasuki MPP 1 November ini. Acara yg sudah terkonsep di otakku ini tinggal mewujudkan saja. Aku berinisiatif mengajak teman-teman latihan nyanyi di Recreation Deck pada Rabu malam. Akhirnya muncul ide menyanyi bersama lagu Andaikan Kau Datang punya Koes Plus. Latihan malam itu berjalan sukses. Teman-teman lainnya juga ada yg menyanyi solo.
Masalah lain, ada beberapa teman minta mendatangkan artis, namun dalam planning dan budget kita tidak memungkinkan karena memang tidak ada arah kesana. Masalah kedua muncul, tidak ada dana lebih dan disusul oleh masalah ketiga, kami kesulitan nyari artis. Apalagi untuk acara mendadak seperti ini.
Untunglah Pak Prayit, yg baru datang sore itu, bercerita kepada Camp Boss dan tanpa diduga Camp Boss mempunyai solusi cepat dan murah. Artis dikontak dengan harga 1 juta. Beres masalah ketiga.
Esok hari, Kamis 20 October 2011 Pak Ramlan nyuruh kami kerja setengah hari saja, persiapan buat acara nanti malam. Di sela-sela persiapan kami mendapat kabar bahwa ada lumayan banyak donasi dari teman-teman semua. Tampaknya ini tidak main-main dan termasuk teman NIB juga berhasil mengumpulkan dana 500 ribu. Masalah kedua hampir selesai.
Acara diformat ala Hitam Putih, Bukan Empat Mata, Kick Andy dan Just Alvin. Yang ditiru adalah adanya video testimoni dari teman-teman yg sudah off, juga teleconfrence dengan Pak Wawan dan Bang Taupan di Lawe-lawe. Yang paling menarik adalah penampilan semua crew bersama Pak Ramlan menyanyi bersama plus puisi untuk Pak Samad. Adanya hadiah karikatur digital dari kaliaja.com dan juga slideshow foto-foto Pak Samad menambah semarak acara malam itu. Kata orang ini acara terunik yg pernah ada di Attaka. Menurut Mustakim, "Pangkat Kolonel, acaranya Jenderal." Padahal awalnya saya hanya ingin mencoba hal baru namun justru apreasi teman-teman sangat positif.
Penyanyi malam itu diisi oleh dua cewek SMA artis dari Badak dan ada Pak Jasimin, Arif dan Bang Jay yg bernyanyi R&B malam itu. Pada ujung acara, aku, Pak Iwan dan Om Johnny memainkan Don't Let Me Down-nya The Beatles. Acara ditutup dengan acara salaman diiringi lagu wajib Kemesraan dan foto bersama.
Ada beberapa lesson learn yg bisa jadi catatan untuk acara selanjutnya: siapkan battery 9 volt cadangan untuk mike, video chat dengan skype dan siapkan proyektor yg bagus. Jika memungkinkan, pasang lampu panggung tambahan atau belikan lampu disko yg bisa berputar 360 derajat.
Semoga Pak Samad bisa menjalani masa Purnakarya dengan baik dan diberikan jalan yg terang bersama keluarga.
Sunday, October 23, 2011
Monday, October 10, 2011
10 Kelucuan Dik Nana
Dalam usia yg menginjak 23 bulan ini, banyak kelucuan yg dilakukan dik Nana. Terlebih ia sudah mulai belajar ngomong, jadilah ia suka ngoceh dan ibunya memberi gelar "bawel" kepadanya. Ada beberapa peristiwa, kata-kata dan hal-hal lucu yg bikin kami ngakak dan ketawa terbahak-bahak. Kadang-kadang apa yg ia capai di luar dugaan kita. Kadang kemampuan anak kecil itu melebihi dari apa yg kita kira.
1. Nana Bukan Pup
Suatu hari ketika aku melihat Nana lagi ngeden-ngeden, mukanya merah dan keringat jagung menempel di keningnya, secara otomatis aku nanya "Nana pup ya??", sambil mengelus-elus rambutnya yg mulai panjang. Tanpa diduga, ia malah menjawab, "Nana ini, bukan pup" Maxudnya ini Nana Pak, bukan Pup. Ternyata you miss understanding, nduk.
2. Ibu Indah Bapak Gede
Beberapa minggu sebelumnya si ibu ngajarin Nana nama bapak dan ibu. Termasuk namanya sendiri. Awalnya ia masih harus didikte.
"Ibu In?", tanya ibunya,
"dah!" jawabnya.
"Bapak Ge?", tanya ibunya lagi
"De" jawabnya otomatis.
Lama-kelamaan ia bisa ngucapin sendiri nama bapak dan ibunya. Saking udah nempel, eh malah sekarang ia manggil kami lengkap dengan nama masing-masing. "Ibu Indah, Nana Ninda mau eh keyim", katanya dengan polos.
3. Nama Pake Warna
Dalam usia ini pula Nana sudah mengenal warna-warna utama. Ia sudah bisa mengenali warna bajunya, warna mainannya, hingga warna-warna tokoh favoritnya Pablo dkk si Backyardigans. Malah sampe kebawa saat manggil ibu atau bapaknya. Misalnya jika si ibu sedang pake baju putih, Nana akan manggilnya dengan "Ibu Indah putih, Nana mau bobo aja". Saat bapaknya pake baju hijau, "Bapak Gede ijo, minggi-minggi* Nana mau nonton". (*minggir-minggir)
4. Manggil Ibu "Gek"
Anak kecil usia menjelang 2 tahun memang sedang sukanya meniru. Si Copy Cat akan meniru habis mulai dari ucapan dan tingkah orang-orang di sekitarnya. Suatu hari aku memanggil ibunya "Gek, sini dulu!!". Tanpa diduga ia menirukan juga "Gek, cini duyu". Haha. ("Gek" adalah panggilan kepada perempuan Bali, seperti "nduk" di Jawa, atau "neng" di Betawi).
5. Gak Nyanyi Musik Aja
Setiap akan bobo siang atau malam, Nana selalu disetelin musik dari HP emaknya. Kalau gak musik klasik ya musik instrumental Richard Clayderman atau Kitaro. Kadang aku atau ibunya nyanyiin juga. Suatu hari saat malam waktunya bobo, jempol kiri sudah masuk mulut, "mek harum" sudah di tangan kanan, ibunya bersenandung hendak meninabobokkannya. Secara spontan ia bilang, "Ibu Indah putih, gak nyanyi, mucik kacik aja...". Spontan kami ketawa terbahak-bahak sampe mata berkaca-kaca saking gak nyangkanya.
6. Diam Jangan Ganggu
Kalo sudah kartun kesayangannya "si Pablo" yg di stel ia tak akan beranjak dari singgasananya atau gak akan memalingkan muka sedikitpun dari layar tivi butut. Suatu hari, ketika asyik nonton, si emak godain dari belakang. Colek sekali gak ada respon. Colek 2 kali juga gak ada. Akhirnya si ibu makin mempersering dan memperkeras colekannya. Tanpa disangka si Nana marah dan langsung ngomong, "Diam, jangan ganggu, Ibu Indah putih". Emaknya ketawa campur cemberut.
7. Pura-pura Mati Lampu
Saking asiknya nonton kadang susah sekali ngajak Nana misalnya jika hendak keluar rumah atau ngajak mandi. Apalagi hiburan di Cartoon Network, Jim Jam, Disney Channel hingga Disney Junior tak henti-hentinya menyiarkan kartun kesukaan anak kecil. Saking gemesnya melihat Nana gak mau berhenti nonton, secara sembunyi-sembunyi aku matiin tv dari remote control. Dengan muka penuh dosa aku katakan kalau listriknya mati, gak bisa nyalain TV. Melihat expresi Nana sepertinya ia percaya. Beberapa detik kemudian ia menghampiri TV eh malah mencet tombol "up". Nyalalah kembali TVnya. Dengan muka tanpa dosa ia bilang, "bisaaaa...". Duh kalah pinter ama Nana nih :(
8. Mama Oke?
Salah satu video favorit dik Nana adalah grup vokal anak-anak 3C (baca: trisi) Cantik Cerdas dan Ceria. Salah satu lagunya berjudul "Mama Oke Papa Oke." Saking nempelnya "Mama Oke" kebawa saat Nana dalam kondisi emosi puncak, misalnya kalau lagi dongkol atau lagi gembira. Contohnya suatu ketika ia diajak main prosotan di McD dekat rumah. Karena sudah kelamaan, aku berusaha mengajaknya pulang. Keluarlah kata-kata wasiatnya "Mama oke mama oke mama oke", saat aku berusaha menggendongnya menjauh dari arena bermain. Hahay. Contoh lain saat ia merengek minta nata de koko ataupun sekedar pengen mencicipi ceres coklat kesukaannya. Ia akan berteriak "Mama Oke!!" saat emaknya ngambilin snack kesayangan Nana dari "coolcash". "Oh my god," seru ibunya.
9. Dikik Aja Nanti Batuk
Nana senang sekali makan Yuppi, permen gel yg sering diberikan ibunya. Bentuknya macem-macem ada yg bentuk cincin atau ulat-ulat kecil dengan aneka warna. Jika dikasi sekali ia akan minta sekali lagi. Ibunya pasti selalu mengingatkan "Dikit aja dik, nanti batuk." Akhirnya kami sering melakukan "bohong putih" mengatakan Yuppi-nya habis. Suatu ketika ia merengek minta Yuppi yg terletak di atas coolcash. Beberapa kali ibunya melarang namun ia tetap merengek. Eh tanpa diduga dengan merayu ia berkata, "Yuppi ibu, ibu, dikik aja, ibu, dikik aja, nanti batuk...!!". Kontan aja kami ketawa mendengar caranya merayu.
10. Circle K
Berkat laptop mainannya, ia sudah bisa berhitung dari 1 sampe 10 dan mengenali beberapa huruf. Ternyata bayi lebih mudah ingat jika huruf diasosiasikan dengan nama-nama binatang atau benda kesayangannya. Karena si Nana suka kucing otomatis huruf favoritnya adalah K kucing. Huruf lain yg ia suka antara lain S semut, O onta, B bola, M monyet dan Z karena huruf terakhir. Ia selalu ngoceh "ABCD" jika ia melihat kumpulan huruf-huruf misalnya di baju, baliho, ataupun di TV.
Suatu hari saat kami keluar rumah dan melewati sebuah mini market Circle K. Tanpa diduga ia menegok keluar jendela dan berteriak, "Ibu Indah, K kucing, K Kucing....!!!" Sambil nunjuk huruf K di luar sana. Hoho "sungguh pintar", ucap ibunya menirukan kata-kata yg keluar dari laptop mainan Nana saat bisa menjawab sebuah soal.
Bersambung...
1. Nana Bukan Pup
Suatu hari ketika aku melihat Nana lagi ngeden-ngeden, mukanya merah dan keringat jagung menempel di keningnya, secara otomatis aku nanya "Nana pup ya??", sambil mengelus-elus rambutnya yg mulai panjang. Tanpa diduga, ia malah menjawab, "Nana ini, bukan pup" Maxudnya ini Nana Pak, bukan Pup. Ternyata you miss understanding, nduk.
2. Ibu Indah Bapak Gede
Beberapa minggu sebelumnya si ibu ngajarin Nana nama bapak dan ibu. Termasuk namanya sendiri. Awalnya ia masih harus didikte.
"Ibu In?", tanya ibunya,
"dah!" jawabnya.
"Bapak Ge?", tanya ibunya lagi
"De" jawabnya otomatis.
Lama-kelamaan ia bisa ngucapin sendiri nama bapak dan ibunya. Saking udah nempel, eh malah sekarang ia manggil kami lengkap dengan nama masing-masing. "Ibu Indah, Nana Ninda mau eh keyim", katanya dengan polos.
3. Nama Pake Warna
Dalam usia ini pula Nana sudah mengenal warna-warna utama. Ia sudah bisa mengenali warna bajunya, warna mainannya, hingga warna-warna tokoh favoritnya Pablo dkk si Backyardigans. Malah sampe kebawa saat manggil ibu atau bapaknya. Misalnya jika si ibu sedang pake baju putih, Nana akan manggilnya dengan "Ibu Indah putih, Nana mau bobo aja". Saat bapaknya pake baju hijau, "Bapak Gede ijo, minggi-minggi* Nana mau nonton". (*minggir-minggir)
4. Manggil Ibu "Gek"
Anak kecil usia menjelang 2 tahun memang sedang sukanya meniru. Si Copy Cat akan meniru habis mulai dari ucapan dan tingkah orang-orang di sekitarnya. Suatu hari aku memanggil ibunya "Gek, sini dulu!!". Tanpa diduga ia menirukan juga "Gek, cini duyu". Haha. ("Gek" adalah panggilan kepada perempuan Bali, seperti "nduk" di Jawa, atau "neng" di Betawi).
5. Gak Nyanyi Musik Aja
Setiap akan bobo siang atau malam, Nana selalu disetelin musik dari HP emaknya. Kalau gak musik klasik ya musik instrumental Richard Clayderman atau Kitaro. Kadang aku atau ibunya nyanyiin juga. Suatu hari saat malam waktunya bobo, jempol kiri sudah masuk mulut, "mek harum" sudah di tangan kanan, ibunya bersenandung hendak meninabobokkannya. Secara spontan ia bilang, "Ibu Indah putih, gak nyanyi, mucik kacik aja...". Spontan kami ketawa terbahak-bahak sampe mata berkaca-kaca saking gak nyangkanya.
6. Diam Jangan Ganggu
Kalo sudah kartun kesayangannya "si Pablo" yg di stel ia tak akan beranjak dari singgasananya atau gak akan memalingkan muka sedikitpun dari layar tivi butut. Suatu hari, ketika asyik nonton, si emak godain dari belakang. Colek sekali gak ada respon. Colek 2 kali juga gak ada. Akhirnya si ibu makin mempersering dan memperkeras colekannya. Tanpa disangka si Nana marah dan langsung ngomong, "Diam, jangan ganggu, Ibu Indah putih". Emaknya ketawa campur cemberut.
7. Pura-pura Mati Lampu
Saking asiknya nonton kadang susah sekali ngajak Nana misalnya jika hendak keluar rumah atau ngajak mandi. Apalagi hiburan di Cartoon Network, Jim Jam, Disney Channel hingga Disney Junior tak henti-hentinya menyiarkan kartun kesukaan anak kecil. Saking gemesnya melihat Nana gak mau berhenti nonton, secara sembunyi-sembunyi aku matiin tv dari remote control. Dengan muka penuh dosa aku katakan kalau listriknya mati, gak bisa nyalain TV. Melihat expresi Nana sepertinya ia percaya. Beberapa detik kemudian ia menghampiri TV eh malah mencet tombol "up". Nyalalah kembali TVnya. Dengan muka tanpa dosa ia bilang, "bisaaaa...". Duh kalah pinter ama Nana nih :(
8. Mama Oke?
Salah satu video favorit dik Nana adalah grup vokal anak-anak 3C (baca: trisi) Cantik Cerdas dan Ceria. Salah satu lagunya berjudul "Mama Oke Papa Oke." Saking nempelnya "Mama Oke" kebawa saat Nana dalam kondisi emosi puncak, misalnya kalau lagi dongkol atau lagi gembira. Contohnya suatu ketika ia diajak main prosotan di McD dekat rumah. Karena sudah kelamaan, aku berusaha mengajaknya pulang. Keluarlah kata-kata wasiatnya "Mama oke mama oke mama oke", saat aku berusaha menggendongnya menjauh dari arena bermain. Hahay. Contoh lain saat ia merengek minta nata de koko ataupun sekedar pengen mencicipi ceres coklat kesukaannya. Ia akan berteriak "Mama Oke!!" saat emaknya ngambilin snack kesayangan Nana dari "coolcash". "Oh my god," seru ibunya.
9. Dikik Aja Nanti Batuk
Nana senang sekali makan Yuppi, permen gel yg sering diberikan ibunya. Bentuknya macem-macem ada yg bentuk cincin atau ulat-ulat kecil dengan aneka warna. Jika dikasi sekali ia akan minta sekali lagi. Ibunya pasti selalu mengingatkan "Dikit aja dik, nanti batuk." Akhirnya kami sering melakukan "bohong putih" mengatakan Yuppi-nya habis. Suatu ketika ia merengek minta Yuppi yg terletak di atas coolcash. Beberapa kali ibunya melarang namun ia tetap merengek. Eh tanpa diduga dengan merayu ia berkata, "Yuppi ibu, ibu, dikik aja, ibu, dikik aja, nanti batuk...!!". Kontan aja kami ketawa mendengar caranya merayu.
10. Circle K
Berkat laptop mainannya, ia sudah bisa berhitung dari 1 sampe 10 dan mengenali beberapa huruf. Ternyata bayi lebih mudah ingat jika huruf diasosiasikan dengan nama-nama binatang atau benda kesayangannya. Karena si Nana suka kucing otomatis huruf favoritnya adalah K kucing. Huruf lain yg ia suka antara lain S semut, O onta, B bola, M monyet dan Z karena huruf terakhir. Ia selalu ngoceh "ABCD" jika ia melihat kumpulan huruf-huruf misalnya di baju, baliho, ataupun di TV.
Suatu hari saat kami keluar rumah dan melewati sebuah mini market Circle K. Tanpa diduga ia menegok keluar jendela dan berteriak, "Ibu Indah, K kucing, K Kucing....!!!" Sambil nunjuk huruf K di luar sana. Hoho "sungguh pintar", ucap ibunya menirukan kata-kata yg keluar dari laptop mainan Nana saat bisa menjawab sebuah soal.
Bersambung...
Oktober Yang Menakjubkan
Off kali ini aku pulang 4 jam lebih awal, berkah dari mengikuti SGTNA di Santan. Seusai mengisi assesment aku meluncur menuju Balikpapan dan langsung menuju Pak Surat. Esok paginya naik Garuda via Surabaya, sekalian nyoba rute dan penerbangan baru. Aku mendarat di Denpasar sekitar jam 2 sore, artinya 4 jam lebih awal dibanding aku harus naik Lion via Ujungpandang sore.
Off kali ini dibuka dengan berita duka meninggalnya bapak yg rumahnya di sebelas pura Ciwa dan disusul meninggalnya Pak Yan Tape secara mendadak. Aku dan Kadek melayat agar esoknya tidak ikut ke setra.
Off kali ini pula, lumayan banyak back log yg bisa aku tutup, mulai dari nguras gentong, bikin deposito, beli ORI hingga bikin reksadana.
Perkiraan awal nguras gentong hanya cukup melakukan pengambilan lumut-lumut yg mengapung di permukaan air, namun prediksiku salah. Aku harus kerja keras membersihkan dindingnya yg ditempeli lumut hijau tebal. Special tool diperlukan, jadilah karet pel aku modif menjadi pembersih dinding yg efektif.
Deposito aku bikin di BRI di Cabang Jalan Bypass Gatsu. Ternyata maksimal hanya 200juta bisa melakukan transaksi di luar cabang tempat rekening kita berasal. Bunga 6% ketika itu terasa cukup. Namun beberapa hari berikutnya ketika aku membeli ORI di Cabang Tabanan, aku ditawari menarik deposito di Denpasar dan menaruhnya di Tabanan dengan iming-iming bunga 7%. Wow menggiurkan. Aku tak bisa putuskan karena hari itu mepet sekali waktunya. Sementara aku biarkan saja apa adanya. Mungkin belum rejekiku. Aku juga mencoba investasi ORI senilai seket juta dengan bunga 7.3% selama 3 tahun. Di lain waktu aku sempatkan membuat reksadana di Commbank cabang Teuku Umar. Reksadana saham yg aku bikin dibagi 2 dengan komposisi 50-50 untuk Schroder Dana Istimewa dan Batavia Dana Saham Agro. Semoga bulan Oktober ini menjadi titik tolak investasiku.
Di rumah, disamping nguras gentong, aku juga sudah membelikan istriku meja dan kursi makan di Canggu. Juga kursi untuk di teras depan rumah. Telkomvision juga sudah terinstall dengan indah sehingga ibu Indah bisa menikmati siaran 48 channel free di 2 bulan awal. Setelah itu hanya dapat 30 channel dengan biaya 99 ribu perak.
Suatu hari aku ganti tape mobil double din dengan yg baru. DVD Player Kenwood seharga 3,5 jt itu sudah termasuk TV Tuner. Aku memilih Bali Car Accesories di Mahendradatta karena ramai dan dekat rumah. Dik Nana senang karena ia bisa menonton film Pablo kesayangannya.
Ngomong-ngomong soal Pablo, rasanya puas sekali sudah bisa membelikan dik Nana boneka Pablo yg kudapat di eBay. Dengan bantuan Agung Nuq, 3 boneka seharga total 360 ribu itu dikirim dari USA dalam waktu 2 minggu dengan selamat. Pak Pos yg mengantarkan hanya meminta bayaran 3000 entah uang apa namanya. Dik Nana juga kubelikan boneka pablo dan angry bird plastik yg kutemukan saat browsing di lagoric-hobby-toys.blogspot.com. Senangnya hatinya. Imajinasinya berkelana kemana-mana. Semoga bisa menjadi teman mainmu ya dik.
Di Pandak, akhirnya bisa kuselesaikan juga membersihkan toko dalam rangka persiapan laundry plus bergaransi. Pelan namun pasti akhirnya dapat juga tukang cuci, istrinya Pak Yan Tape. Semoga cocok dan bisa berjalan lancar bulan depan.
Persiapan hamil sungguh istimewa. Ibu Indah sudah bersih-bersih mulai dari baju bayi, popok, selimut hingga baby box. Sudah browsing bouncer untuk persiapan si adik bayi. Terakhir diperiksa dan berat bayi sudah 2300 gram. Amazing. Perkiraan lahir antara tanggal 11~19 November membuat kami deg-degan namun dokter Kesumadhana menjelaskan dengan cermat sehingga kami jadi tambah mengerti. Latihan senam hamil yg diikuti setiap Selasa dan Sabtu membuat tambah relaks saja menjalani kehamilan.
Di sela-sela waktu sibuk, aku sempatkan membuat foto hamil bersama dik Nana. Ketika kuupload ke FB mendapat sambutan hangat dari teman-teman semua. Hanya foto di sawah saja yg belum kesampaian.
Sehari menjelang berangkat ke Balikpapan, Kacong menodong harus ikutan funbike yg diadakan IGBB. Start dari lapangan bola IGBB, ke selatan hingga pantai Merta Sari, ke barat laut menyusuri Tukad Balian, Renon dan finish di tempat start tadi. Jarak tempuh 13 km cukup jauh dibanding funbike lain yg sering diadakan di Renon. Disamping itu, aku juga sempat gowes 3 kali. Setelah sepeda kubawa ke Denpasar, aku mengaktifkan diri lagi bersepeda di sekitar kompleks. Hari pertama gowes ke arah Kebo Iwo sejauh 13 km. Hari kedua di seputar Padang Sambian sejauh 10 km. Terakhir menyusuri Tegal Buah lalu ke Tegal Lantang, Soputan, Mahendradatta dan berakhir di rumah Jojon yg juga menggunakan sepeda Xtrada 5. Darinya aku mendapat info bahwa ia ikut club sepeda dan yg terjauh adalah bersepeda ke Karang Asem. Ia juga menyampaikan bahwa sehabis Nyepi tahun depan akan melamar pujaan hatinya. Semoga sukses.
Kini, aku tergolek lemas kecapek'an di Suratown karena menunggu transit Lion 4 jam lebih di Makazar. Besok aku disuruh naik duluan sama Pak Wawan. Semoga tidurku malam ini nyenyak.
Off kali ini dibuka dengan berita duka meninggalnya bapak yg rumahnya di sebelas pura Ciwa dan disusul meninggalnya Pak Yan Tape secara mendadak. Aku dan Kadek melayat agar esoknya tidak ikut ke setra.
Off kali ini pula, lumayan banyak back log yg bisa aku tutup, mulai dari nguras gentong, bikin deposito, beli ORI hingga bikin reksadana.
Perkiraan awal nguras gentong hanya cukup melakukan pengambilan lumut-lumut yg mengapung di permukaan air, namun prediksiku salah. Aku harus kerja keras membersihkan dindingnya yg ditempeli lumut hijau tebal. Special tool diperlukan, jadilah karet pel aku modif menjadi pembersih dinding yg efektif.
Deposito aku bikin di BRI di Cabang Jalan Bypass Gatsu. Ternyata maksimal hanya 200juta bisa melakukan transaksi di luar cabang tempat rekening kita berasal. Bunga 6% ketika itu terasa cukup. Namun beberapa hari berikutnya ketika aku membeli ORI di Cabang Tabanan, aku ditawari menarik deposito di Denpasar dan menaruhnya di Tabanan dengan iming-iming bunga 7%. Wow menggiurkan. Aku tak bisa putuskan karena hari itu mepet sekali waktunya. Sementara aku biarkan saja apa adanya. Mungkin belum rejekiku. Aku juga mencoba investasi ORI senilai seket juta dengan bunga 7.3% selama 3 tahun. Di lain waktu aku sempatkan membuat reksadana di Commbank cabang Teuku Umar. Reksadana saham yg aku bikin dibagi 2 dengan komposisi 50-50 untuk Schroder Dana Istimewa dan Batavia Dana Saham Agro. Semoga bulan Oktober ini menjadi titik tolak investasiku.
Di rumah, disamping nguras gentong, aku juga sudah membelikan istriku meja dan kursi makan di Canggu. Juga kursi untuk di teras depan rumah. Telkomvision juga sudah terinstall dengan indah sehingga ibu Indah bisa menikmati siaran 48 channel free di 2 bulan awal. Setelah itu hanya dapat 30 channel dengan biaya 99 ribu perak.
Suatu hari aku ganti tape mobil double din dengan yg baru. DVD Player Kenwood seharga 3,5 jt itu sudah termasuk TV Tuner. Aku memilih Bali Car Accesories di Mahendradatta karena ramai dan dekat rumah. Dik Nana senang karena ia bisa menonton film Pablo kesayangannya.
Ngomong-ngomong soal Pablo, rasanya puas sekali sudah bisa membelikan dik Nana boneka Pablo yg kudapat di eBay. Dengan bantuan Agung Nuq, 3 boneka seharga total 360 ribu itu dikirim dari USA dalam waktu 2 minggu dengan selamat. Pak Pos yg mengantarkan hanya meminta bayaran 3000 entah uang apa namanya. Dik Nana juga kubelikan boneka pablo dan angry bird plastik yg kutemukan saat browsing di lagoric-hobby-toys.blogspot.com. Senangnya hatinya. Imajinasinya berkelana kemana-mana. Semoga bisa menjadi teman mainmu ya dik.
Di Pandak, akhirnya bisa kuselesaikan juga membersihkan toko dalam rangka persiapan laundry plus bergaransi. Pelan namun pasti akhirnya dapat juga tukang cuci, istrinya Pak Yan Tape. Semoga cocok dan bisa berjalan lancar bulan depan.
Persiapan hamil sungguh istimewa. Ibu Indah sudah bersih-bersih mulai dari baju bayi, popok, selimut hingga baby box. Sudah browsing bouncer untuk persiapan si adik bayi. Terakhir diperiksa dan berat bayi sudah 2300 gram. Amazing. Perkiraan lahir antara tanggal 11~19 November membuat kami deg-degan namun dokter Kesumadhana menjelaskan dengan cermat sehingga kami jadi tambah mengerti. Latihan senam hamil yg diikuti setiap Selasa dan Sabtu membuat tambah relaks saja menjalani kehamilan.
Di sela-sela waktu sibuk, aku sempatkan membuat foto hamil bersama dik Nana. Ketika kuupload ke FB mendapat sambutan hangat dari teman-teman semua. Hanya foto di sawah saja yg belum kesampaian.
Sehari menjelang berangkat ke Balikpapan, Kacong menodong harus ikutan funbike yg diadakan IGBB. Start dari lapangan bola IGBB, ke selatan hingga pantai Merta Sari, ke barat laut menyusuri Tukad Balian, Renon dan finish di tempat start tadi. Jarak tempuh 13 km cukup jauh dibanding funbike lain yg sering diadakan di Renon. Disamping itu, aku juga sempat gowes 3 kali. Setelah sepeda kubawa ke Denpasar, aku mengaktifkan diri lagi bersepeda di sekitar kompleks. Hari pertama gowes ke arah Kebo Iwo sejauh 13 km. Hari kedua di seputar Padang Sambian sejauh 10 km. Terakhir menyusuri Tegal Buah lalu ke Tegal Lantang, Soputan, Mahendradatta dan berakhir di rumah Jojon yg juga menggunakan sepeda Xtrada 5. Darinya aku mendapat info bahwa ia ikut club sepeda dan yg terjauh adalah bersepeda ke Karang Asem. Ia juga menyampaikan bahwa sehabis Nyepi tahun depan akan melamar pujaan hatinya. Semoga sukses.
Kini, aku tergolek lemas kecapek'an di Suratown karena menunggu transit Lion 4 jam lebih di Makazar. Besok aku disuruh naik duluan sama Pak Wawan. Semoga tidurku malam ini nyenyak.
Wednesday, September 28, 2011
MSW & SGTNA
H-2 off yakni tanggal 26 Sept aku ditugaskan mengikuti Managing Safe Work Engagement di Rec Hall selama seharian. Pagi-pagi sekitar jam 8, para petugas HLO sibuk menyambut 2 orang trainner dari Balikpapan yg naik copper. Entahlah, yg kami tahu di lapangan bahwa kami harus cost cutting karena produksi decline terus. Namun kenyataan yg kami lihat berlawanan. Hanya mengantarkan mas Alvin dan Bu Martha, copper bolak-balik meraung-raung seolah berkata "dalam rangka audit".
Training yg berlangsung dari jam 9 ini cukup membosankan. Karena mas Alvin berjalan lurus tanpa ada lempar-lemparan joke-joke segar. Kontanlah para peserta ngantuk.
Training yg membahas beberapa elemen FSWP yg ditambah beberapa elemen lain lagi, diakhiri dengan latihan membuat work permit dengan form yg baru.
Malam harinya kami di Attaka mengadakan acara Kuis Tebar Pesona 76 yg merupakan rangkaian peringatan hari Kemerdekaan yg telat sebulan. Diikuti 7 peserta yg masing-masing peserta terdiri dari 3 orang, kuis yg lucu dan menghibur ini berakhir hingga jam 10-an. Dimenangkan oleh pasangan GRP (Gede Roland Prayitno) dan urutan kedua Aswal, Rony dan Martin dengan perolehan nilai masing-masing 1600 dan 1500. Lumayan dapat hadiah voucher belanja 200 ribu buat hadiah istri.
Esok harinya subuh-subuh aku langsung ke Santan naik Peacock 3 bersama Apris karena akan mengikuti self assesment secara online. Diawali dengan penjelasan singkat, kami mulai mencontreng setiap level. Aku dan Apris selesai jam 12 siang dan langsung menuju Portal diantarkan Ninja hijaunya.
Sesampai di portal kami cari tempat duduk kayu yg memang disediakan untuk calon penumpang yg ingin ke Balikpapan. Tak lama ada APV menghampiri kami. Dengan sedikit basa-basi dan negosiasi aku melesat meninggalkan Marangkayu menuju Balikpapan.
Jalanan yg agak rusak ditambah dengan gaya nyetir yg asal labrak, aku duduk dibelakang terguncang-guncang. Beberapa kali kepalaku hampir terantuk atap kabin belakang. Sepasang suami istri dengan anak perempuan berumur sekitar 3 tahun yg duduk di depanku terlihat tenang. Namun anaknya mabuk bersimbah muntahan yg keluar karena perutnya terguncang dahsyat. Sementara penumpang di samping sopir duduk manis dengan rambut merah kusam. Beberapa saat berikutnya aku tahu jika ia menuju Balikpapan dan akan melanjutkan perjalanan ke Sulawesi. Sementara si suami hanya mengantarkan istri dan anaknya menuju pelabuhan Samarinda, untuk mengarungi selat Makazzar menuju Sulawesi. Perjalanan yg luar biasa.
Tak terasa jarum panjang dan pendek jam tanganku membentuk garis lurus horisontal. Kami berhenti di sekitar KM 45 di warung makan pinggir jalan untuk sekedar melepas lelah. Tak lama perjalanan dilanjutkan dan jam 5 sore aku sudah sampai di terminal DAM. Langsung menuju Pak Surat dan ketemu Henry dan Pak Hanif.
Aku mendapat kamar di ujung pojok dan menikmati semalam di Balikpapan. Pagi ini dengan secangkir teh dan sebungkus nasi dengan lauk ikan, aku bersiap menuju Bali dengan Garuda via Surabaya. Aku kan bertemu dengan orang-orang tercinta. Semoga perjalanan ini dan seterusnya aman dan lancar. Astungkara.
Training yg berlangsung dari jam 9 ini cukup membosankan. Karena mas Alvin berjalan lurus tanpa ada lempar-lemparan joke-joke segar. Kontanlah para peserta ngantuk.
Training yg membahas beberapa elemen FSWP yg ditambah beberapa elemen lain lagi, diakhiri dengan latihan membuat work permit dengan form yg baru.
Malam harinya kami di Attaka mengadakan acara Kuis Tebar Pesona 76 yg merupakan rangkaian peringatan hari Kemerdekaan yg telat sebulan. Diikuti 7 peserta yg masing-masing peserta terdiri dari 3 orang, kuis yg lucu dan menghibur ini berakhir hingga jam 10-an. Dimenangkan oleh pasangan GRP (Gede Roland Prayitno) dan urutan kedua Aswal, Rony dan Martin dengan perolehan nilai masing-masing 1600 dan 1500. Lumayan dapat hadiah voucher belanja 200 ribu buat hadiah istri.
Esok harinya subuh-subuh aku langsung ke Santan naik Peacock 3 bersama Apris karena akan mengikuti self assesment secara online. Diawali dengan penjelasan singkat, kami mulai mencontreng setiap level. Aku dan Apris selesai jam 12 siang dan langsung menuju Portal diantarkan Ninja hijaunya.
Sesampai di portal kami cari tempat duduk kayu yg memang disediakan untuk calon penumpang yg ingin ke Balikpapan. Tak lama ada APV menghampiri kami. Dengan sedikit basa-basi dan negosiasi aku melesat meninggalkan Marangkayu menuju Balikpapan.
Jalanan yg agak rusak ditambah dengan gaya nyetir yg asal labrak, aku duduk dibelakang terguncang-guncang. Beberapa kali kepalaku hampir terantuk atap kabin belakang. Sepasang suami istri dengan anak perempuan berumur sekitar 3 tahun yg duduk di depanku terlihat tenang. Namun anaknya mabuk bersimbah muntahan yg keluar karena perutnya terguncang dahsyat. Sementara penumpang di samping sopir duduk manis dengan rambut merah kusam. Beberapa saat berikutnya aku tahu jika ia menuju Balikpapan dan akan melanjutkan perjalanan ke Sulawesi. Sementara si suami hanya mengantarkan istri dan anaknya menuju pelabuhan Samarinda, untuk mengarungi selat Makazzar menuju Sulawesi. Perjalanan yg luar biasa.
Tak terasa jarum panjang dan pendek jam tanganku membentuk garis lurus horisontal. Kami berhenti di sekitar KM 45 di warung makan pinggir jalan untuk sekedar melepas lelah. Tak lama perjalanan dilanjutkan dan jam 5 sore aku sudah sampai di terminal DAM. Langsung menuju Pak Surat dan ketemu Henry dan Pak Hanif.
Aku mendapat kamar di ujung pojok dan menikmati semalam di Balikpapan. Pagi ini dengan secangkir teh dan sebungkus nasi dengan lauk ikan, aku bersiap menuju Bali dengan Garuda via Surabaya. Aku kan bertemu dengan orang-orang tercinta. Semoga perjalanan ini dan seterusnya aman dan lancar. Astungkara.
Wednesday, September 14, 2011
Dua Bulan Menjelang Dua Tahun
Dua bulan menjelang dua tahun, Dik Nana semakin bawel. Makin banyak kosa kata yg ia ucapkan, makin panjang kalimat yg bisa ia rangkai. Ia juga sudah bisa mengenali warna-warna. Ia bisa berhitung dari 1 hingga 10. Ia telah bisa menirukan ABC hingga Z meskipun masih sekedar meniru. Huruf favoritnya O dan Q, juga K karena K adalah Kucing, boneka binatang kesayangannya, yg diberi nama Lulu oleh ibunya. Selain Lulu ia punya boneka Angry Bird, boneka anjing dan Shaun the Sheep. Pokoknya asyik, meskipun kadang bikin sewot, capek dan sebel, tapi tetep asyik dan bikin kangen.
Karena bicaranya sudah banyak, maka apa yg ia ucapkan harus kita balas dengan segera. Jika tidak, maka ia akan terus mengulang kalimatnya hingga kita menyahut. Disamping bicara, Dik Nana juga semakin lincah dan gesit. Mulai dari muter-muter sendiri hingga naik turun meja dan kursi. Yang paling bikin sewot adalah kini ia susah sekali diajak mandi. Namun ketika sudah mandi, susah juga diajak berhenti. Ia suka main air siram semprot dengan semprotan kloset. Jika mandi sudah selesai, giliran dipakaiin baju yg susah. Ia bakal meronta seperti "lindung uyahin" ketika hendak kita pakein baju. Pokoknya bikin gila. Kata yg keluar, "Ga ga gu gu gi gi ga ga..." The Trouble 2 Years just began.
Dalam usia ini pula dik Nana memiliki nafsu makan yg menurun, kadang ia hanya makan beberapa suap. Ia lebih doyan kue-kue kering atau basah dan kerupuk. Ia lebih doyan Yuppi atau es krim merk apa saja, yg penting es krim. Karena makannya sedikit susah, berat badannya tidak banyak mengalami kenaikkan, masih di sekitar angka 11 kg. Sedangkan tinggi dik Nana di usia yg ke-22 bulan ini mencapai 86.5 cm. Naik 1.5 ~ 2 cm tiap bulan.
Menjelang dua tahun ini, ia juga sudah fasih mengucapkan namanya, nama bapak dan juga nama ibunya, meskipun lafalnya masih kurang sempurna. Ia sudah bisa memilih baju favorit. Kadang-kadang Dik Nana menolak dipakaiin baju warna ini, dan justru memilih baju satunya.
Dua bulan lagi ia akan berbagi sayang dengan adiknya yg diprediksi dokter mewarisi kecantikan ibunya. Dik Nana akan jadi Kakak Rana dan adik bayi akan mengenakan baju-baju peninggalan Kak Rana. Semoga setiap senyumnya adalah kebahagiaan bagi kami, semoga setiap tangisnya adalah motivasi bagi kami, semoga setiap langkah kakinya adalah jalan petunjuk buat kami agar selalu sayang sama kak Rana dan adik-adikmu kelak.
Karena bicaranya sudah banyak, maka apa yg ia ucapkan harus kita balas dengan segera. Jika tidak, maka ia akan terus mengulang kalimatnya hingga kita menyahut. Disamping bicara, Dik Nana juga semakin lincah dan gesit. Mulai dari muter-muter sendiri hingga naik turun meja dan kursi. Yang paling bikin sewot adalah kini ia susah sekali diajak mandi. Namun ketika sudah mandi, susah juga diajak berhenti. Ia suka main air siram semprot dengan semprotan kloset. Jika mandi sudah selesai, giliran dipakaiin baju yg susah. Ia bakal meronta seperti "lindung uyahin" ketika hendak kita pakein baju. Pokoknya bikin gila. Kata yg keluar, "Ga ga gu gu gi gi ga ga..." The Trouble 2 Years just began.
Dalam usia ini pula dik Nana memiliki nafsu makan yg menurun, kadang ia hanya makan beberapa suap. Ia lebih doyan kue-kue kering atau basah dan kerupuk. Ia lebih doyan Yuppi atau es krim merk apa saja, yg penting es krim. Karena makannya sedikit susah, berat badannya tidak banyak mengalami kenaikkan, masih di sekitar angka 11 kg. Sedangkan tinggi dik Nana di usia yg ke-22 bulan ini mencapai 86.5 cm. Naik 1.5 ~ 2 cm tiap bulan.
Menjelang dua tahun ini, ia juga sudah fasih mengucapkan namanya, nama bapak dan juga nama ibunya, meskipun lafalnya masih kurang sempurna. Ia sudah bisa memilih baju favorit. Kadang-kadang Dik Nana menolak dipakaiin baju warna ini, dan justru memilih baju satunya.
Dua bulan lagi ia akan berbagi sayang dengan adiknya yg diprediksi dokter mewarisi kecantikan ibunya. Dik Nana akan jadi Kakak Rana dan adik bayi akan mengenakan baju-baju peninggalan Kak Rana. Semoga setiap senyumnya adalah kebahagiaan bagi kami, semoga setiap tangisnya adalah motivasi bagi kami, semoga setiap langkah kakinya adalah jalan petunjuk buat kami agar selalu sayang sama kak Rana dan adik-adikmu kelak.
Subscribe to:
Posts (Atom)