Berikut adalah hal-hal yg sudah kami lakukan pada tahun 2011 dan hal-hal yg patut kami syukuri.
1. Sudah bisa menjalani proses kehamilan dan persalinan Citta dengan selamat dan upacara mecolong dgn lancar. Juga bisa menemani Ibu senam hamil di saat off. Membuat dokumentasi foto hamil.
2. Bisa mengikuti sembahyang bulanan tiap off di pura Ciwa bersama-sama dengan istri, anak dan keluarga.
3. Bisa melaksanakan upacara melaspas utk rumah Angga Buana dengan lancar, meskipun ketika itu aku sakit. Pelajaran yg sangat berharga bisa diambil, kekuatan fisik dan mental manusia ada batasnya, istirahatlah sebelum capek.
4. Bisa melaksanakan MCU dengan hasil yg bagus dan sehat. Tingkatkan dgn olahraga.
5. Beli sepeda dan gowess setiap off dengan rute lumayan bagus dan fresh. Mempertahankan berat badan tidak lebih dari 73 kg selama tahun 2011.
6. Bisa membeli gadget baru Nikon D300s dan menggunakannya untuk dokumentasi keluarga dan untuk mengumpulkan stok foto. Juga membeli Tab untuk mempermudah browsing dan hiburan Nana. Mengganti tape mobil rusak untuk hiburan Nana saat dalam perjalanan.
7. Bisa membuat blog keluarga ranacitta.wordpress.com sejak November 2011 dan hingga saat ini aktif mengupdate isinya. Membuat blog gaussian.blogspot.com untuk stok foto dan masih mengupdate gedeasetiawan.blogspot.com utk blog pribadiku.
8. Bisa melengkapi rumah Angga Buana dengan barang-barang: sofa, meja tv, meja makan, gorden, tralis, kulkas, tanaman, telkomvision tv satelit. Bisa tinggal di Denpasar dengan tenang dan ikut kegiatan kerja bakti dgn tetangga kompleks. Target selanjutnya adalah membuat kanopi mobil, kamar pembantu dan taman.
9. Berhasil berinvestasi deposito BRI, reksadana di Commonwealth Bank, logam mulia di Pegadaian dan membeli ORI lewat BRI.
10. Bisa memeriksakan kesehatan paktut (MCU) dgn hasil yg memuaskan. Target selanjutnya adalah Aji dan Biyang, mungkin ditambah Pak Ming.
11. Bisa membeli mesin cuci dan menyiapkan laundry, meskipun belum dibuka. Targetnya akan dibuka pada summer 2012.
12. Bisa menghadiri pernikahan beberapa teman dan saudara: Agus, Selly, Mangut.
13. Reuni dengan teman2 Bisma dan aktif berkomunikasi di bbm group. Rencananya tiap bulan kumpul untuk hunting foto.
14. Bisa menemani Nana tiap off juga menemani Nana sepanjang hari setelah Citta lahir. Bisa menyaksikan perkembangan si kecil di masa golden momentnya. Ikut bantuin ibu ngerawat Citta.
15. Mempunyai pembantu baru dan membuat rumah lebih bersih dari sebelumnya, sehingga tersedia lebih banyak waktu utk kegiatan bermanfaat lainnya: belajar dan lebih fokus merawat Rana & Citta.
16. Bisa liburan di Kuta nginep di hotel Adhi Jaya selama 3 hari - 2 malam dan refreshing ke Bali Zoo Park bersama keluarga. Target selanjutnya adalah nginep di Ayana, Jimbaran.
17. Menghadiri kerja bakti di kompleks Angga Buana, di kampung, di pura dan menghadiri upacara kematian tetangga di banjar.
18. Bisa membelikan boneka Backyardigans Nana, walau akhirnya terpaksa harus membeli via eBay.
19. Membeli bouncer untuk Citta melalui online shop di Jakarta.
20. Bisa merayakan ultah Ibu dgn makan siang di RM Mang Engking. Bisa merayakan ULTAH Nana meskipun hari H ia sakit. Membuatkan dia mug dgn fotonya dan gantungan kunci untuk souvenir buat keluarga dekat.
21. Memberikan hadiah semesteran adik sepupu: Wanda dan Tiwi berupa HP dan MP3 player. Semoga bisa jadi alat untuk melengkapi sarana belajar (mendengarkan audio pelajaran bahasa inggris).
22. Membuat laporan keuangan keluarga tahun 2011 dan membuat prosentase per kategori.
23. Bisa bekerja di Balikpapan dan tinggal di Bali dengan selamat dan menyenangkan.
24. Bisa merayakan malam tahun baru bersama keluarga besar dgn acara barbeque di halaman rumah.
Tuesday, January 03, 2012
Monday, January 02, 2012
Ke Balikpapan di Awal Januari
Rencana menutup account ini saya urungkan. Pasalnya ternyata nama blog bisa diubah. Mulai awal Januari 2012 blog ini saya ubah menjadi gedeasetiawan.blogspot.com sedangkan blog gedeasetiawan.blogspot.com saya ubah menjadi gaussian.blogspot.com berisi galery foto saya.
Hari ini saya naik ke Attaka, sehari lebih awal karena off kemaren harus merayakan upacara 42 hari Citta. Upacara sederhana itu dihadiri oleh 20-an orang keluarga dekat saja.
Off kemaren bertepatan dengan liburan sekolah, jadi banyak waktu main dengan adik-adikku: Tiwi, Wanda, dan Iin main ke kampung halaman selama 3 hari. Tiwi aku kasi hadiah MP3 player karena dapat ranking 1. Wanda kukasi HP djadoel 3250 yang masih bagus dan yg paling penting: dia suka. Sedangkan Iin dikasi setumpuk pakaian oleh Indah.
Seperti biasa, jika off aku mengasuh Nana dari pagi hingga malam ia tertidur. Kadang aku ajak ke sawah belakang rumah ditemani 11-16mm dengan distorsi gila-gilaan, tapi asyik. Kadang aku ajak naik mobil ke Hardy's buat belanja bulanan. Kadang pula kami sepedaan di seputar rumah. Pas Natal, aku, Nana, Iin sepedaan melewati Nyitdah, Kebilbil, Ulun Desa dan balik ke Pandak. Karena belum sarapan kakiku gemetar.
Suatu hari saat Iin masih ada di Pandak, kami mengajak Nana ke Alas Kedaton dan Taman Kupu-kupu di Penebel bersama Wanda dan Tiwi. Cerita lengkap dan foto-fotonya ada di ranacitta.wordpress.com.
Menyambut tahun baru 2012, kami mengadakan barbeque party kecil-kecilan di halaman rumah kami. Ikan kakap merah seharga 35 ribu/kg sebanyak sekitar 7 kiloan kami bakar dan sebagian digoreng. Meman, Meadek membuat bumbu dibantu Mbak Kristin, Dek Ta dan Tiwi. Sedangkan Pakde dan aku membersihkan ikan. Paktut menyiapkan panggangan ikan. Wanda menemani dik Nana. Dek Uda juga hadir dengan mercon lemparnya yg bersuara menusuk telinga. Malamnya kami nyalakan kembang api, Nana riang gembira.
Pada tahun baru aku dan Nana sepedaan seputar rumah, dilanjutkan naik motor ke Nyitdah. Ketika pulang topi kupu-kupu Nana jatuh entah dimana. Ia nangis merasa kehilangan. Ibunya menenangkan dan menjanjikan akan membelikan lagi.
Akhirnya, pada tanggal 2 Januari aku kembali ke Balikpapan via Makazzar dengan tiket paling mahal sedunia, 1,85juta bo..!! Dalam transit 4 jam di Makazzar aku sempat membuat laporan keuangan tahunan keluarga kecilku selama 2011. Ternyata biaya hidup mengambil 52% dari total pengeluaran. Disusul beli gadget 15%, belanja dan tiket 11%, upacara 6%, pulsa 2%, flash dan liburan di bawah 1%. Sedangkan total investasi yg sudah dilakukan senilai 8% dibandingkan jumlah pengeluaran total. What a great year. Semoga tahun ini bisa memangkas biaya hidup 20% atau lebih.
Hari ini saya naik ke Attaka, sehari lebih awal karena off kemaren harus merayakan upacara 42 hari Citta. Upacara sederhana itu dihadiri oleh 20-an orang keluarga dekat saja.
Off kemaren bertepatan dengan liburan sekolah, jadi banyak waktu main dengan adik-adikku: Tiwi, Wanda, dan Iin main ke kampung halaman selama 3 hari. Tiwi aku kasi hadiah MP3 player karena dapat ranking 1. Wanda kukasi HP djadoel 3250 yang masih bagus dan yg paling penting: dia suka. Sedangkan Iin dikasi setumpuk pakaian oleh Indah.
Seperti biasa, jika off aku mengasuh Nana dari pagi hingga malam ia tertidur. Kadang aku ajak ke sawah belakang rumah ditemani 11-16mm dengan distorsi gila-gilaan, tapi asyik. Kadang aku ajak naik mobil ke Hardy's buat belanja bulanan. Kadang pula kami sepedaan di seputar rumah. Pas Natal, aku, Nana, Iin sepedaan melewati Nyitdah, Kebilbil, Ulun Desa dan balik ke Pandak. Karena belum sarapan kakiku gemetar.
Suatu hari saat Iin masih ada di Pandak, kami mengajak Nana ke Alas Kedaton dan Taman Kupu-kupu di Penebel bersama Wanda dan Tiwi. Cerita lengkap dan foto-fotonya ada di ranacitta.wordpress.com.
Menyambut tahun baru 2012, kami mengadakan barbeque party kecil-kecilan di halaman rumah kami. Ikan kakap merah seharga 35 ribu/kg sebanyak sekitar 7 kiloan kami bakar dan sebagian digoreng. Meman, Meadek membuat bumbu dibantu Mbak Kristin, Dek Ta dan Tiwi. Sedangkan Pakde dan aku membersihkan ikan. Paktut menyiapkan panggangan ikan. Wanda menemani dik Nana. Dek Uda juga hadir dengan mercon lemparnya yg bersuara menusuk telinga. Malamnya kami nyalakan kembang api, Nana riang gembira.
Pada tahun baru aku dan Nana sepedaan seputar rumah, dilanjutkan naik motor ke Nyitdah. Ketika pulang topi kupu-kupu Nana jatuh entah dimana. Ia nangis merasa kehilangan. Ibunya menenangkan dan menjanjikan akan membelikan lagi.
Akhirnya, pada tanggal 2 Januari aku kembali ke Balikpapan via Makazzar dengan tiket paling mahal sedunia, 1,85juta bo..!! Dalam transit 4 jam di Makazzar aku sempat membuat laporan keuangan tahunan keluarga kecilku selama 2011. Ternyata biaya hidup mengambil 52% dari total pengeluaran. Disusul beli gadget 15%, belanja dan tiket 11%, upacara 6%, pulsa 2%, flash dan liburan di bawah 1%. Sedangkan total investasi yg sudah dilakukan senilai 8% dibandingkan jumlah pengeluaran total. What a great year. Semoga tahun ini bisa memangkas biaya hidup 20% atau lebih.
Tuesday, December 06, 2011
December: Sebuah Catatan Penutup
Off kali ini aku naik Lion via Makazzar dan delay 1 jam dari Balikpapan. Untungnya pesawat yg ke Bali adalah pesawat yg sama. Artinya aku gak bakal ditinggal meskipun delay. Setiba di Ngurah Ray, aku dijemput Anwar sopir mobil taxi yg banyak nanya, bikin hati dongkol.
Off kali ini diisi dengan full baby sitting day. Aku full mengasuh Kirana. Mulai dari meninabobokkannya di malam dan bobo siang. Mandi. Makan dan juga ngajak dia main-main agar tak bosan. Sementara ibu ngurus Citta.
Beberapa hari aku mengajaknya pergi ke sawah di Nyitdah, sawah di depan dan belakang rumah. Atau sekedar jalan-jalan naik mobil, naik motor dan naik sepeda "ngangin ngauh" di depan rumah. Pernah pula jalan ke Nyanyi bersama Budek, Tiwi, Dekta, Dek Uda, tapi Rana ketakutan melihat ombak berdebur kencang.
Suatu hari aku mengikuti seminar John Teffon yg isinya sangat tak bermutu. Sehabis makan siang aku pulang karena kecewa. Sepulang dari IGBB aku mampir Angga Buana dan membawa barang-barang pulang Pandak. Kami sepakat untuk sementara tinggal di Pandak.
Sempat pula ke Kasih Ibu untuk periksa kandungan. Dokter selalu menyarankan program KB. Tapi kami masih pikir-pikir.
Off ini sebagian besar diisi dengan foto session si Citta. Karpet bulu akhirnya ketemu di sebuah forum jual beli di Kaskus. Sedangkan peti untuk aksesoris kubawa dari Attaka. Yang belum kudapat hanya topi rajut polos yg ada tali samping kanan-kirinya.
Barangkali ini adalah tulisan terakhir di blog ini. Selanjutnya aku akan mengisi catatan usangku di gedeasetiawan.wordpress.com yg nampaknya lebih ke blog keluargaku. Sejak Januari 2008 aku mencoba latihan menulis di blog ini. Berarti tepat 4 tahun aku tlah mencoba menjadi blogger. Semoga dengan hadirnya Citta dan juga semakin berkembangnya Rana akan menambah kisah-kisah menarik kami. Astungkara.
Off kali ini diisi dengan full baby sitting day. Aku full mengasuh Kirana. Mulai dari meninabobokkannya di malam dan bobo siang. Mandi. Makan dan juga ngajak dia main-main agar tak bosan. Sementara ibu ngurus Citta.
Beberapa hari aku mengajaknya pergi ke sawah di Nyitdah, sawah di depan dan belakang rumah. Atau sekedar jalan-jalan naik mobil, naik motor dan naik sepeda "ngangin ngauh" di depan rumah. Pernah pula jalan ke Nyanyi bersama Budek, Tiwi, Dekta, Dek Uda, tapi Rana ketakutan melihat ombak berdebur kencang.
Suatu hari aku mengikuti seminar John Teffon yg isinya sangat tak bermutu. Sehabis makan siang aku pulang karena kecewa. Sepulang dari IGBB aku mampir Angga Buana dan membawa barang-barang pulang Pandak. Kami sepakat untuk sementara tinggal di Pandak.
Sempat pula ke Kasih Ibu untuk periksa kandungan. Dokter selalu menyarankan program KB. Tapi kami masih pikir-pikir.
Off ini sebagian besar diisi dengan foto session si Citta. Karpet bulu akhirnya ketemu di sebuah forum jual beli di Kaskus. Sedangkan peti untuk aksesoris kubawa dari Attaka. Yang belum kudapat hanya topi rajut polos yg ada tali samping kanan-kirinya.
Barangkali ini adalah tulisan terakhir di blog ini. Selanjutnya aku akan mengisi catatan usangku di gedeasetiawan.wordpress.com yg nampaknya lebih ke blog keluargaku. Sejak Januari 2008 aku mencoba latihan menulis di blog ini. Berarti tepat 4 tahun aku tlah mencoba menjadi blogger. Semoga dengan hadirnya Citta dan juga semakin berkembangnya Rana akan menambah kisah-kisah menarik kami. Astungkara.
Tuesday, November 22, 2011
November Yang Mendebarkan
Pulang di akhir Oktober adalah paling mendebarkan juga membahagiakan. Pertama karena sebentar lagi anakku yg kedua bakal lahir. Lalu ada 3 orang yg bakal ultah, Kadek, Indah dan Kirana.
Seperti biasa pulang kali ini lewat Makazzar ditutup dengan naik taxi menuju Angga Buana. Dan saya ternyata salah prediksi. Jalanan macet dari mulai keluar dari bandara, simpang siur hingga perempatan Imam Bonjol. Saya tiba dlm waktu satu jam seperempat dengan ongkos 70 ribu.
Off kali ini aku sempat membuat gantungan kunci dan mug untuk ultah Kirana. Sempat pula makan-makan ultah Kadek di Warung Mina Renon. Beberapa hari berikutnya kami makan-makan di Mang Engking dalam rangka ultah Indah.
Pulang ke Pandak untuk melukat Tumpek Wayang karena kehamilan Indah. Pada sore sebelumnya aku sempatkan kondangan ke pernikahan Wayan Suryana aka Mangut di Kutuh.
Disamping itu kondangan ke nikahan ajik Wah Andi yg nikah lagi di Jero, pagi itu kami ke Jero diguyur hujan setelah mampir ke Clandys Sangulan.
Ketika balik Denpasar, aku sempatkan beli emas di Pegadaian Renon dan juga jilid buku TA ku. Akhirnya survey juga ke Hooray Kid dan Bali Kiddy Preschool. Biayanya yang lumayan membuat aku terkaget-kaget.
Yang paling menyedihkan adalah ketika ultah Kirana di Pandak, Kirana sakit dan sore harinya harus ke dokter untuk berobat. Kurang sabar saja, kata dokter.
Akhirnya off ini ditutup dengan lahirnya anak kedua kami pada tanggal 9 November 2011 pada jam 11.30 siang dengan berat 3 kg, panjang 49 cm dan 34 cm lingkar kepalanya.
Bersyukur pula, saat injury time kami akhirnya mendapat asisten rumah tangga yg cukup berpengalaman dan berinisiatif. Sementara pasca melahirkan kami tinggal di Pandak Gede agar lebih mendapat pengawasan intensif dari keluarga dekat.
Semoga bulan-bulan selanjutnya adalah bulan-bulan penuh berkah dan karuniaNya. Astungkara.
Seperti biasa pulang kali ini lewat Makazzar ditutup dengan naik taxi menuju Angga Buana. Dan saya ternyata salah prediksi. Jalanan macet dari mulai keluar dari bandara, simpang siur hingga perempatan Imam Bonjol. Saya tiba dlm waktu satu jam seperempat dengan ongkos 70 ribu.
Off kali ini aku sempat membuat gantungan kunci dan mug untuk ultah Kirana. Sempat pula makan-makan ultah Kadek di Warung Mina Renon. Beberapa hari berikutnya kami makan-makan di Mang Engking dalam rangka ultah Indah.
Pulang ke Pandak untuk melukat Tumpek Wayang karena kehamilan Indah. Pada sore sebelumnya aku sempatkan kondangan ke pernikahan Wayan Suryana aka Mangut di Kutuh.
Disamping itu kondangan ke nikahan ajik Wah Andi yg nikah lagi di Jero, pagi itu kami ke Jero diguyur hujan setelah mampir ke Clandys Sangulan.
Ketika balik Denpasar, aku sempatkan beli emas di Pegadaian Renon dan juga jilid buku TA ku. Akhirnya survey juga ke Hooray Kid dan Bali Kiddy Preschool. Biayanya yang lumayan membuat aku terkaget-kaget.
Yang paling menyedihkan adalah ketika ultah Kirana di Pandak, Kirana sakit dan sore harinya harus ke dokter untuk berobat. Kurang sabar saja, kata dokter.
Akhirnya off ini ditutup dengan lahirnya anak kedua kami pada tanggal 9 November 2011 pada jam 11.30 siang dengan berat 3 kg, panjang 49 cm dan 34 cm lingkar kepalanya.
Bersyukur pula, saat injury time kami akhirnya mendapat asisten rumah tangga yg cukup berpengalaman dan berinisiatif. Sementara pasca melahirkan kami tinggal di Pandak Gede agar lebih mendapat pengawasan intensif dari keluarga dekat.
Semoga bulan-bulan selanjutnya adalah bulan-bulan penuh berkah dan karuniaNya. Astungkara.
Wednesday, October 26, 2011
We Are On Fire
Senin, 24 October 2011
05.30
Pagi-pagi ketika aku sedang menunaikan kewajiban pagi di toilet A3, terdengar Om Rohsyid berteriak memanggil Operator CP di handset. Beberapa detik kemudian suara-suara panggilan seperti bersahut-sahutan saling memanggil, benar-benar memecah keheningan pagi. Bahkan suara turbine compressor seperti kalah. Dalam hati aku sudah menyangka, ada sesuatu terjadi dengan proses.
05.45
Sehabis mandi aku langsung mengambil sepatu di locker. Benar saja, ada sesuatu yg aneh dengan pemandangan di arah top deck CP. Cerobong exhaust turbine compressor C301B mengepulkan asap hitam tak henti-hentinya. Ketika turun, orang-orang sudah berkumpul disamping radio room, menatap ke arah kepulan asap. Dengan sigap aku melahap sarapan dengan telor dadar dan ikan sarden. Bakal terjadi sesuatu hari ini, pikirku.
06.00
Suara bising handset akhirnya diramaikan oleh suara kepala lapangan kita, Pak Cholil meminta ERT team berkumpul di radio room guna membahas langkah selanjutnya. Aku sudah menyelesaikan sarapan kilatku.
06.30
Tanpa diperintah teman-teman maintenance berhamburan menuju CP. Ada yg mengenakan life jacket, ada yg membawa radio, ada juga yg terburu-buru menyusul, tanpa sarapan, tanpa mandi pagi. It's an emergency situation. Diputuskan untuk melakukan cranking engine. Namun ketika cranking dilakukan, api keluar dari cerobong dan asap tambah hitam, tambah banyak mengotori udara.
07.00
Tak lama kemudian ada perintah dari ERT team untuk menutup semua sumber fuel, menguras tanki penyimpanan lube oil dan terakhir kami menginject nitrogen ke arah open drain yg menuju exhaust collector melalui valve 1" di bagian drain. Dengan pressure 200-250 psi 3 botol nitrogen habis hingga pukul 09.00. Menurut FERT crew suhu semakin turun dan bara yg terlihat di exhaust collector semakin meredup.
09.30
Sehabis coffee time, diputuskan lagi inject CO2 melalui tapping point nitrogen tadi. Pressure 2000 psi langsung menghantam ke sasaran dan menurut teman-teman yg mengamati di Quarter, asap hitam berganti asap putih mengepul dari cerobong asap. Namun dari pengamatan teman-teman di dalam enclosure, exhaust semakin membara. Wah gawat! Apakah sisa-sisa lube oil yg mengalir di line CO2 tadi semacam menambah fuel sehingga baranya semakin kaya fuel.
11.00
Team FERT tetap mengamati dari jarak dekat denga modal termogun. Namun diluar dugaan, suhu enclosure dan suhu exhaust collector berangsur menurun. Logam yg membara perlahan meredup. Kami riang menyantap makan siang. Namun kami tetap harus waspada. Sepertinya strategi CO2 tadi adalah strategi pamungkas dan mujarab.
13.00
Dilaporkan oleh crew FERT, bara sudah padam dan suhu kembali normal dan kami team ERT melakukan evaluation meeting di Rec Hall.
Pelajaran yg sangat berharga yg kudapat adalah ketika si pemimpin menguasai lapangan dan memahami situasi ia akan mengkoordinir dengan tenang dan tepat sasaran. Maka dari itu, kuasailah medan perang, makan kita akan memenangkan peperangan.
05.30
Pagi-pagi ketika aku sedang menunaikan kewajiban pagi di toilet A3, terdengar Om Rohsyid berteriak memanggil Operator CP di handset. Beberapa detik kemudian suara-suara panggilan seperti bersahut-sahutan saling memanggil, benar-benar memecah keheningan pagi. Bahkan suara turbine compressor seperti kalah. Dalam hati aku sudah menyangka, ada sesuatu terjadi dengan proses.
05.45
Sehabis mandi aku langsung mengambil sepatu di locker. Benar saja, ada sesuatu yg aneh dengan pemandangan di arah top deck CP. Cerobong exhaust turbine compressor C301B mengepulkan asap hitam tak henti-hentinya. Ketika turun, orang-orang sudah berkumpul disamping radio room, menatap ke arah kepulan asap. Dengan sigap aku melahap sarapan dengan telor dadar dan ikan sarden. Bakal terjadi sesuatu hari ini, pikirku.
06.00
Suara bising handset akhirnya diramaikan oleh suara kepala lapangan kita, Pak Cholil meminta ERT team berkumpul di radio room guna membahas langkah selanjutnya. Aku sudah menyelesaikan sarapan kilatku.
06.30
Tanpa diperintah teman-teman maintenance berhamburan menuju CP. Ada yg mengenakan life jacket, ada yg membawa radio, ada juga yg terburu-buru menyusul, tanpa sarapan, tanpa mandi pagi. It's an emergency situation. Diputuskan untuk melakukan cranking engine. Namun ketika cranking dilakukan, api keluar dari cerobong dan asap tambah hitam, tambah banyak mengotori udara.
07.00
Tak lama kemudian ada perintah dari ERT team untuk menutup semua sumber fuel, menguras tanki penyimpanan lube oil dan terakhir kami menginject nitrogen ke arah open drain yg menuju exhaust collector melalui valve 1" di bagian drain. Dengan pressure 200-250 psi 3 botol nitrogen habis hingga pukul 09.00. Menurut FERT crew suhu semakin turun dan bara yg terlihat di exhaust collector semakin meredup.
09.30
Sehabis coffee time, diputuskan lagi inject CO2 melalui tapping point nitrogen tadi. Pressure 2000 psi langsung menghantam ke sasaran dan menurut teman-teman yg mengamati di Quarter, asap hitam berganti asap putih mengepul dari cerobong asap. Namun dari pengamatan teman-teman di dalam enclosure, exhaust semakin membara. Wah gawat! Apakah sisa-sisa lube oil yg mengalir di line CO2 tadi semacam menambah fuel sehingga baranya semakin kaya fuel.
11.00
Team FERT tetap mengamati dari jarak dekat denga modal termogun. Namun diluar dugaan, suhu enclosure dan suhu exhaust collector berangsur menurun. Logam yg membara perlahan meredup. Kami riang menyantap makan siang. Namun kami tetap harus waspada. Sepertinya strategi CO2 tadi adalah strategi pamungkas dan mujarab.
13.00
Dilaporkan oleh crew FERT, bara sudah padam dan suhu kembali normal dan kami team ERT melakukan evaluation meeting di Rec Hall.
Pelajaran yg sangat berharga yg kudapat adalah ketika si pemimpin menguasai lapangan dan memahami situasi ia akan mengkoordinir dengan tenang dan tepat sasaran. Maka dari itu, kuasailah medan perang, makan kita akan memenangkan peperangan.
Subscribe to:
Posts (Atom)