Tadi pagi ada presentasi tentang nutrisi dari nutrisionist perusahaan jasa catering di tempatku bekerja, Attaka. Dalam presentasi diceritakan makanan apa saja yang boleh dimakan dan tidak dimakan. Diceritakan pula prosentase karyawan Attaka berdasarkan hasil MCU 2011, didapat bahwa sebagian besar overweight dan ada 7% yang obesitas. Obesitas adalah yang BMI melebihi 31 point.
Di akhir presentasi, disediakan pula konsultasi mengenai makanan, Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku konsultasi soal teknik diet. Tidak ada teknik yang terlalu istimewa, semuanya sudah ku ketahui. Tinggal kita saja yang harus konsisten dengan apa yang kita rencanakan.
Berikut adalah beberapa saran dari nutricionist sekaligus komitmenku (janji) untuk program diet ini:
- Sarapan dikurangi, kalau bisa makan buah saja. Atau susu dan roti-rotian secukupnya
- Kurangi asupan karbohidrat misalnya dengan makan nasi maksimal 100 gram.
- Lebih bagus sumber karbohidrat dari kentang karena lebih sedikit kalori yang dihasilkan
- Makan siang adalah makan paling banyak
- Hindari makan diikuti tidur, usahakan tidur setelah 2-3 jam makan
- Makan malam diganti buah. Jika masih kurang ambil nasi dan lauk secukupnya. Sekali lagi secukupnya.
- Stop makan sebelum kenyang, karena perut membutuhkan waktu 5 menit untuk merasa kenyang
- Imbangi dengan olahraga. Minimal senam 2x seminggu. Jika tidak sempat senam, harus treatmill minimal ½ jam
- Kalau off usahakan bersepeda 2x seminggu atau jungkat-jungkit minimal ½ jam 2x seminggu
Rencanya sih kalau bias turun 1 kg setiap bulan. Jadi di akhir tahun ini bias turun 10 kg saja sangat banyak. Sebenarnya turun 5 kg saja sudah cukup. Asal bias mempertahankannya dengan baik.
Yang paling utama dalam diet adalah mindset. Kalau mindset kita setting untuk diet maka apapun godaannya kita bisa menanggulanginya. Sayangnya si nutricionist tidak punya teknik khusus untuk program diet, hanya saran-saran biasa yang sudah biasa ku dengar. Sebelum selesai dia menyerahkan kertas berisi berat makanan vs kalori yang dihasilkan. Di baliknya berisi tips praktis saat melakukan diet:
1. Minum air putih secara cukup
2. Sarapan pagi setiap hari
3. Makan siang yang bergizi
4. Siasati makan malam
5. Istirahat yang cukup, jauhi stress
6. Lakukan pengaturan pola makan dan olahraga
7. Menerapkan 3J: Jumlah kalori yang sesuai, Jadwal makan yang teratur, Jenis makanan dengan komposisi karbohidrat, protein dan lemak seimbang.
Dengan ini saya proklamirkan, bahwa saya berusaha untuk menjaga pola makan dan mengimbangi dengan olahraga. Pagi sarapan ringan, siang makan berat dan malam makan buah. Olahraga minimal 2x seminggu: senam dan treatmill atau bersepeda dan jungkat-jungkit. Doakan saya ya..
Tuesday, March 13, 2012
Monday, March 12, 2012
Setahun Gowess
Setahun lebih sudah aku beli MTB. Tepat 20 Januari 2011 aku bulatkan tekad dengan tujuan mensepedakan diri sendiri paling tidak bisa mempertahankan berat badan. Beberapa hari setelah beli sepeda kami nginep di Kuta. Sepeda kubawa serta dan aku gowess seputar Kuta.
Sepeda MTB merk Polygon Xtrada 5 seharga 3.4 juta rupiah sudah kubawa kemana-mana. Lebih sering gowess seputar Pandak Gede menikmati udara desa yg segar dan pemandangan yg indah. Aku lebih suka gowess pagi-pagi karena udara masih bersih dan jalanan tidak seramai sore. Jika kami tinggal di Angga Buana maka aku sering gowes seputar Renon. Bahkan pernah gowess hingga Pulau Serangan sejauh 45 km pp. Sampe rumah tepar dan badanku remuk redam.
Aku juga pernah ikut fun bike di Renon dan di IGBB Sanur Bali Beach. Sayangnya aku kurang beruntung tak pernah dapat hadiah undian.
Berikut adalah ringkasan rute gowess selama setahun:
TRIP 1
Day1: Kebilbil-Kediri 1st ride
Day2: Beraban-Tanah Lot
Day3: Kediri-Nyitdah
Day4: Pangkung Tibah
Day5: Kuta-Legian-Tuban
Day6: Kuta-Legian-pinggir pantai
Day7: Pantai Beraban
TRIP 2
Day1: Alas Kedaton 21k
Day2: Kediri 13k
Day3: Buit-Kaba-kaba 20k
Day4: Pantai Lima 21k
Day5: Pandak Bandung-Ulun Desa 11k
Day6: Pererenan Beach 22k
Day7: Yeh Gangga 13k
Day8: Pantai Beraban 22k
Day9: BNR-Beraban 19k
TRIP 3 (Maret)
day1: Belalang-Tanah Lot 15k
day2: Beraban 19k
day3: Kedungu 15k
TRIP 4 (April)
No gowes
TRIP 5 (May)
day1: Nyitdah 10k
day2: Kediri 13k
TRIP 6 (June)
1: Pekendungan 15k
2: Pangkung Tibah+Kedungu 15k
TRIP 7 (July)
1: Kedungu foto 12k
2: Sanur 29k
3: Serangan 45k
TRIP 8 (AUG) -> No trip
TRIP 9 (SEPT) -> No trip
TRIP 10 (OKT)
1: Kebo Iwo 13k
2: Padang Sambian 10k
3: Rumah Jojon 12k
4: Funbike IGBB 13k
TRIP 11 (NOV)
1. Jalan Cargo 13.34k
2. Marlboro 13.26k
TRIP 12 (NOV-DEC)
Gowes with Nana
Sepeda MTB merk Polygon Xtrada 5 seharga 3.4 juta rupiah sudah kubawa kemana-mana. Lebih sering gowess seputar Pandak Gede menikmati udara desa yg segar dan pemandangan yg indah. Aku lebih suka gowess pagi-pagi karena udara masih bersih dan jalanan tidak seramai sore. Jika kami tinggal di Angga Buana maka aku sering gowes seputar Renon. Bahkan pernah gowess hingga Pulau Serangan sejauh 45 km pp. Sampe rumah tepar dan badanku remuk redam.
Aku juga pernah ikut fun bike di Renon dan di IGBB Sanur Bali Beach. Sayangnya aku kurang beruntung tak pernah dapat hadiah undian.
Berikut adalah ringkasan rute gowess selama setahun:
TRIP 1
Day1: Kebilbil-Kediri 1st ride
Day2: Beraban-Tanah Lot
Day3: Kediri-Nyitdah
Day4: Pangkung Tibah
Day5: Kuta-Legian-Tuban
Day6: Kuta-Legian-pinggir pantai
Day7: Pantai Beraban
TRIP 2
Day1: Alas Kedaton 21k
Day2: Kediri 13k
Day3: Buit-Kaba-kaba 20k
Day4: Pantai Lima 21k
Day5: Pandak Bandung-Ulun Desa 11k
Day6: Pererenan Beach 22k
Day7: Yeh Gangga 13k
Day8: Pantai Beraban 22k
Day9: BNR-Beraban 19k
TRIP 3 (Maret)
day1: Belalang-Tanah Lot 15k
day2: Beraban 19k
day3: Kedungu 15k
TRIP 4 (April)
No gowes
TRIP 5 (May)
day1: Nyitdah 10k
day2: Kediri 13k
TRIP 6 (June)
1: Pekendungan 15k
2: Pangkung Tibah+Kedungu 15k
TRIP 7 (July)
1: Kedungu foto 12k
2: Sanur 29k
3: Serangan 45k
TRIP 8 (AUG) -> No trip
TRIP 9 (SEPT) -> No trip
TRIP 10 (OKT)
1: Kebo Iwo 13k
2: Padang Sambian 10k
3: Rumah Jojon 12k
4: Funbike IGBB 13k
TRIP 11 (NOV)
1. Jalan Cargo 13.34k
2. Marlboro 13.26k
TRIP 12 (NOV-DEC)
Gowes with Nana
Thursday, March 08, 2012
Hazop, Apaan Tuh?
Hazop atau Hazard of Operation adalah analisa mengenai proses dan instrumentasi di platform kita. Setiap node dibahas dan dimanage resikonya terhadap kesehatan, lingkungan, safety dan asset/peralatan.
Pembahasan setiap node meliputi 16 hal yaitu: no flow, more flow, reverse flow, miss directed flow, wrong concentration, contaminant, lower pressure, high pressure, lower dan higher temperature, lower dan higher level, start up/shut down, leak rupture, human factor dan miscellanous.
Setiap node dibahas dengan pedoman 16 kategori di atas. Lalu setiap peluang resiko diberikan ranking berdasar severity (kecendrungan) dan likelyhood (kemungkinan terjadi). Resiko dikelompokkan dalam 4 kategori (AHES: asset, health, environment, safety). Perpaduan severity dan likelyhood menghasilkan nilai angka yg menentukan seberapa tinggi resikonya. Angka 1 (merah)menunjukkan resiko yg tinggi dan angka 10 (hijau) resikonya paling rendah. Setiap resiko yg berangka rendah biasanya diikuti oleh komentar bahkan rekomendasi.
Hazop adalah analisa kuantitas bukan kualitas. Sehingga setiap analisa tidak detail namun secara umum saja untuk keseluruhan sistem. Misalnya dalam suatu safety device yang dibahas adalah set point-nya bukan kualitas dari peralatan, sehingga diasumsikan semua peralatan berkualitas terbaik.
Hazop kali ini diikuti oleh beberapa narasumber dan dipandu oleh fasilitator dengan asisten (scribe) yg mencatat setiap hasil diskusi dalam software khusus Hazop bernama Stature. Analisa proses ini juga dihadiri oleh seorang Proses Engineer, Field Engineer, Team Leader Operation, HES Engineer, HES Reps dan tentu saja Operator dan Instrument sebagai narasumber utama yg dianggap "paling tahu" kondisi lapangan "as built".
Tak jarang untuk memastikan kondisi lapangan yg sebenarnya kami harus menelfon operator on duty dan memintanya untuk melihat kondisi sekarang, misalnya valve A terbuka, vessel B sudah tidak dipakai, equipment D masih terinstall atau sudah demolished, pipeline C sudah di-blind flange dan sebagainya. Ini dilakukan guna mendapat akurasi data yg bisa dipertanggungjawabkan.
Fasilitator yg bisa meng-hazop harus bersertifikat internasional dengan pengalaman yg tentu saja tidak sebentar. Fasilitator kali ini berasal dari Malaysia bernama Jie Ying dengan scribe Widya. Proses Engineer Pak Jupni, FE Bang Jay, HES Eng: Havi dan Jimmy Untung, Operator Pak Yamani dan Kristopher denga Roni dan Tri Heri sebagai TL.
Bersyukur saya bisa mengikuti Hazop kali ini karena banyak ilmu baru yg saya dapat. Saya bisa tahu proses tanpa harus terjun langsung ke lapangan. Saya jadi tahu lebih detail platform yg saya sering kunjungi, ternyata banyak hal-hal kecil yg kadang terlewat jika kita hanya bertugas di lapangan. Ternyata banyak resiko-resiko tak tampak yg baru terlihat ketika dilakukan Hazop.
Pembahasan setiap node meliputi 16 hal yaitu: no flow, more flow, reverse flow, miss directed flow, wrong concentration, contaminant, lower pressure, high pressure, lower dan higher temperature, lower dan higher level, start up/shut down, leak rupture, human factor dan miscellanous.
Setiap node dibahas dengan pedoman 16 kategori di atas. Lalu setiap peluang resiko diberikan ranking berdasar severity (kecendrungan) dan likelyhood (kemungkinan terjadi). Resiko dikelompokkan dalam 4 kategori (AHES: asset, health, environment, safety). Perpaduan severity dan likelyhood menghasilkan nilai angka yg menentukan seberapa tinggi resikonya. Angka 1 (merah)menunjukkan resiko yg tinggi dan angka 10 (hijau) resikonya paling rendah. Setiap resiko yg berangka rendah biasanya diikuti oleh komentar bahkan rekomendasi.
Hazop adalah analisa kuantitas bukan kualitas. Sehingga setiap analisa tidak detail namun secara umum saja untuk keseluruhan sistem. Misalnya dalam suatu safety device yang dibahas adalah set point-nya bukan kualitas dari peralatan, sehingga diasumsikan semua peralatan berkualitas terbaik.
Hazop kali ini diikuti oleh beberapa narasumber dan dipandu oleh fasilitator dengan asisten (scribe) yg mencatat setiap hasil diskusi dalam software khusus Hazop bernama Stature. Analisa proses ini juga dihadiri oleh seorang Proses Engineer, Field Engineer, Team Leader Operation, HES Engineer, HES Reps dan tentu saja Operator dan Instrument sebagai narasumber utama yg dianggap "paling tahu" kondisi lapangan "as built".
Tak jarang untuk memastikan kondisi lapangan yg sebenarnya kami harus menelfon operator on duty dan memintanya untuk melihat kondisi sekarang, misalnya valve A terbuka, vessel B sudah tidak dipakai, equipment D masih terinstall atau sudah demolished, pipeline C sudah di-blind flange dan sebagainya. Ini dilakukan guna mendapat akurasi data yg bisa dipertanggungjawabkan.
Fasilitator yg bisa meng-hazop harus bersertifikat internasional dengan pengalaman yg tentu saja tidak sebentar. Fasilitator kali ini berasal dari Malaysia bernama Jie Ying dengan scribe Widya. Proses Engineer Pak Jupni, FE Bang Jay, HES Eng: Havi dan Jimmy Untung, Operator Pak Yamani dan Kristopher denga Roni dan Tri Heri sebagai TL.
Bersyukur saya bisa mengikuti Hazop kali ini karena banyak ilmu baru yg saya dapat. Saya bisa tahu proses tanpa harus terjun langsung ke lapangan. Saya jadi tahu lebih detail platform yg saya sering kunjungi, ternyata banyak hal-hal kecil yg kadang terlewat jika kita hanya bertugas di lapangan. Ternyata banyak resiko-resiko tak tampak yg baru terlihat ketika dilakukan Hazop.
Wednesday, March 07, 2012
Surat Untuk Lion Air
Lion Air Yang Terhormat,
Hampir 8 tahun saya menggunakan pesawat Lion Air sejak saya diterima bekerja di Balikpapan. Kebetulan karena schedule kerja saya 2-2, 2 minggu kerja-2 minggu libur memaksa saya untuk pulang ke tempat asal jika sedang off duty.
Sejak saya di-hire di Balikpapan tahun 2004, saya melanjutkan studi di Jogja sehingga ketika off saya pulang ke Jogja. Ini saya lakukan selama 2 tahun hingga akhir 2006. Ketika itu pesawat Balikpapan-Jogja masih jarang, sehingga saya lebih sering lewat Surabaya dengan pesawat Lion Air. Ketika itu masih pakai MD-82 dengan susunan kursi 3-2.
Setelah lulus kuliah, lokasi pulang saya berpindah menuju Bali. Ada 2 rute kepulangan saya menuju Denpasar: via Surabaya atau Makazzar, tergantung mana yg lebih murah.
Jika dihitung secara kasar, anggap saja saya bekerja selama 8 tahun, dengan schedule 2-2, berarti tiap bulan saya 2x naik pesawat. Setahun 24 flight dikalikan 8 sama dengan 192 penerbangan selama 8 tahun. Untuk menuju Jogja atau Bali saya selalu transit sehingga saya naik pesawat 192x2=384 kali.
Dari 384 penerbangan yg saya tempuh sekitar 80% saya menggunakan Lion Air. Bahkan, sejak Lion membeli pesawat baru Boeing 737-900ER penerbangan saya hampir 99.99% menggunakan Lion Air. Rute Surabaya-Denpasar vv saya tidak pernah lalui lagi, karena Lion Air menggunakan pesawat kecil ATR 72-500, bikin saya trauma.
Sehingga hampir setiap pulang atau pergi Balikpapan-Denpasar saya selalu lewat Makazzar karena menggunakan pesawat besar.
Saya sedang bermimpi seadainya Lion Air membuka rute baru Denpasar-Balikpapan vv, saya akan sangat senang sekali bukan kepalang. Karena saya hanya akan menempuh 1x penerbangan untuk pergi atau pulang dari tempat kerja. Tentu saja saya sangat berterima kasih jika Lion Air melakukannya, seperti dulu pernah dilakukan Mandala Air membuka rute Denpasar-Balikpapan yg menurut pengamatan saya selalu full seat.
Penerbangan Denpasar-Balikpapan saya lalui via Makazzar dengan masa transit 4 jam. Sedangkan penerbangan Balikpapan-Denpasar via Makazzar yg parah. Saya selalu menggunakan penerbangan ini meskipun flight tidak connect. Saya tidak takut ditinggal karena saya tahu pesawat yg ke Denpasar adalah pesawat yg sama. Saya katakan parah, padahal pesawatnya sama tapi mengapa flight tidak connect? Seandainya Lion Air connect kan tidak masalah juga?
Yang saya sedikit sesalkan, akhir-akhir ini (sejak Februari 2012) saya sudah tidak bisa check in lagi di Balikpapan untuk penerbangan lanjutan saya yg Makazzar-Denpasar. Dengan berbagai alasan termasuk alasan audit dll.
Saya bisa terima jika alasan audit, namun jika berkenan harusnya Lion Air meng-connect-kan flight Balikpapan-Makazzar-Denpasar atau sekalian buka rute baru Balikpapan-Denpasar vv.
Semoga Lion Air selalu berkomitmen untuk selalu mengutamakan keselamatan penerbangan. Make people fly safely.
Gede A Setiawan
Kuli Minyak Lepas Pantai
Penumpang Setia Lion Air Sejak 2004.
Hampir 8 tahun saya menggunakan pesawat Lion Air sejak saya diterima bekerja di Balikpapan. Kebetulan karena schedule kerja saya 2-2, 2 minggu kerja-2 minggu libur memaksa saya untuk pulang ke tempat asal jika sedang off duty.
Sejak saya di-hire di Balikpapan tahun 2004, saya melanjutkan studi di Jogja sehingga ketika off saya pulang ke Jogja. Ini saya lakukan selama 2 tahun hingga akhir 2006. Ketika itu pesawat Balikpapan-Jogja masih jarang, sehingga saya lebih sering lewat Surabaya dengan pesawat Lion Air. Ketika itu masih pakai MD-82 dengan susunan kursi 3-2.
Setelah lulus kuliah, lokasi pulang saya berpindah menuju Bali. Ada 2 rute kepulangan saya menuju Denpasar: via Surabaya atau Makazzar, tergantung mana yg lebih murah.
Jika dihitung secara kasar, anggap saja saya bekerja selama 8 tahun, dengan schedule 2-2, berarti tiap bulan saya 2x naik pesawat. Setahun 24 flight dikalikan 8 sama dengan 192 penerbangan selama 8 tahun. Untuk menuju Jogja atau Bali saya selalu transit sehingga saya naik pesawat 192x2=384 kali.
Dari 384 penerbangan yg saya tempuh sekitar 80% saya menggunakan Lion Air. Bahkan, sejak Lion membeli pesawat baru Boeing 737-900ER penerbangan saya hampir 99.99% menggunakan Lion Air. Rute Surabaya-Denpasar vv saya tidak pernah lalui lagi, karena Lion Air menggunakan pesawat kecil ATR 72-500, bikin saya trauma.
Sehingga hampir setiap pulang atau pergi Balikpapan-Denpasar saya selalu lewat Makazzar karena menggunakan pesawat besar.
Saya sedang bermimpi seadainya Lion Air membuka rute baru Denpasar-Balikpapan vv, saya akan sangat senang sekali bukan kepalang. Karena saya hanya akan menempuh 1x penerbangan untuk pergi atau pulang dari tempat kerja. Tentu saja saya sangat berterima kasih jika Lion Air melakukannya, seperti dulu pernah dilakukan Mandala Air membuka rute Denpasar-Balikpapan yg menurut pengamatan saya selalu full seat.
Penerbangan Denpasar-Balikpapan saya lalui via Makazzar dengan masa transit 4 jam. Sedangkan penerbangan Balikpapan-Denpasar via Makazzar yg parah. Saya selalu menggunakan penerbangan ini meskipun flight tidak connect. Saya tidak takut ditinggal karena saya tahu pesawat yg ke Denpasar adalah pesawat yg sama. Saya katakan parah, padahal pesawatnya sama tapi mengapa flight tidak connect? Seandainya Lion Air connect kan tidak masalah juga?
Yang saya sedikit sesalkan, akhir-akhir ini (sejak Februari 2012) saya sudah tidak bisa check in lagi di Balikpapan untuk penerbangan lanjutan saya yg Makazzar-Denpasar. Dengan berbagai alasan termasuk alasan audit dll.
Saya bisa terima jika alasan audit, namun jika berkenan harusnya Lion Air meng-connect-kan flight Balikpapan-Makazzar-Denpasar atau sekalian buka rute baru Balikpapan-Denpasar vv.
Semoga Lion Air selalu berkomitmen untuk selalu mengutamakan keselamatan penerbangan. Make people fly safely.
Gede A Setiawan
Kuli Minyak Lepas Pantai
Penumpang Setia Lion Air Sejak 2004.
Tuesday, March 06, 2012
6 Hari di Balikpapan
Selasa 28 Februari aku menuju Balikpapan via Makazzar. Transit 4 jam memaksa aku menghabiskan waktu di Blue Sky Lounge bandara dan pijat 1 jam di Mini Home Stay. Sekitar jam 6.30 aku tiba di Balikpapan dan makan ayam goreng di terminal BP sebelum menuju Suratown.
Perjalanan kali ini tidak langsung ke laut esok harinya. Aku akan mengikuti Hazop selama 6 hari di Pasir Ridge Housing CT-2 di belakang kolam renang PRCC.
Hari pertama dan ke-2 diikuti oleh Pak Yamani, Roni, Bang Jay, Jupni, Rudolf dan Havi. Dengan fasilitator dari Malaysia Jing Yin dan scribe Widya. Hari itu membahas Lima dan Oscar Platform.
Hari ke-3 dilanjutkan oleh Tri Heri dan Pak Kristopher dengan membahas Oscar dan Juliet. Kami diantar jemput oleh Pak Kris dari dan ke Suratown. Asikkk...
Hari ke-4 lanjut Juliet dan sebagian Delta Platform. Hari ke-5 melanjutkan Delta dan Hotel Platform. Hari ke-6 Delta dan sebagian Charlie. Setelah itu aku naik tepat hari Selasa 6 Maret dan Bang Jack yang akan melanjutkan.
Setiap hari dimulai tepat pukul 7.30 dan berakhir pukul 18.00. Coffee time juga dibikin ketat: 15 menit pas. Makan siang kadang lewat dari jam 12, sehingga kadang tidak sempat istirahat karena jam 1 tepat harus balik kelas. Namun ketika hari terakhir Jing Yin sudah pulang, waktu sedikit longgar. Namun tetap saja pulangnya jam 5.30 sore. Fasilitator diganti Pak Jupni yg juga sudah sertified Hazop.
Hari terakhir ini aku tutup dengan massage di Blue Sky bersama Roland dan Sapto. Sehabis itu berencana bernostalgia mencoba Lusiana yg terletak di belakang Blue Sky, namun makanan sudah habis. Kami terpaksa escape to chinnese food disamping BC.
Tepat hari ke-4 aku Hazop aku ultah ke 32, 3 Maret 2012. Ucapan aku terima dari berbagai teman di FB. Begitu juga foto dikirim oleh Ibu dengan ucapan dan harapan.
Di sela-sela Hazop aku sempatkan mengunjungi BC untuk membeli jeans, CD, kaos dan kemeja Boomboogie favoritku. Akhirnya hari ini aku terdampar lagi di Santan setelah melalui perjalanan 6 jam dari Balikpapan. Menunggu Peacock 3 yang akan mengantarkan kami menuju Attaka.
Perjalanan kali ini tidak langsung ke laut esok harinya. Aku akan mengikuti Hazop selama 6 hari di Pasir Ridge Housing CT-2 di belakang kolam renang PRCC.
Hari pertama dan ke-2 diikuti oleh Pak Yamani, Roni, Bang Jay, Jupni, Rudolf dan Havi. Dengan fasilitator dari Malaysia Jing Yin dan scribe Widya. Hari itu membahas Lima dan Oscar Platform.
Hari ke-3 dilanjutkan oleh Tri Heri dan Pak Kristopher dengan membahas Oscar dan Juliet. Kami diantar jemput oleh Pak Kris dari dan ke Suratown. Asikkk...
Hari ke-4 lanjut Juliet dan sebagian Delta Platform. Hari ke-5 melanjutkan Delta dan Hotel Platform. Hari ke-6 Delta dan sebagian Charlie. Setelah itu aku naik tepat hari Selasa 6 Maret dan Bang Jack yang akan melanjutkan.
Setiap hari dimulai tepat pukul 7.30 dan berakhir pukul 18.00. Coffee time juga dibikin ketat: 15 menit pas. Makan siang kadang lewat dari jam 12, sehingga kadang tidak sempat istirahat karena jam 1 tepat harus balik kelas. Namun ketika hari terakhir Jing Yin sudah pulang, waktu sedikit longgar. Namun tetap saja pulangnya jam 5.30 sore. Fasilitator diganti Pak Jupni yg juga sudah sertified Hazop.
Hari terakhir ini aku tutup dengan massage di Blue Sky bersama Roland dan Sapto. Sehabis itu berencana bernostalgia mencoba Lusiana yg terletak di belakang Blue Sky, namun makanan sudah habis. Kami terpaksa escape to chinnese food disamping BC.
Tepat hari ke-4 aku Hazop aku ultah ke 32, 3 Maret 2012. Ucapan aku terima dari berbagai teman di FB. Begitu juga foto dikirim oleh Ibu dengan ucapan dan harapan.
Di sela-sela Hazop aku sempatkan mengunjungi BC untuk membeli jeans, CD, kaos dan kemeja Boomboogie favoritku. Akhirnya hari ini aku terdampar lagi di Santan setelah melalui perjalanan 6 jam dari Balikpapan. Menunggu Peacock 3 yang akan mengantarkan kami menuju Attaka.
Subscribe to:
Posts (Atom)