Tuesday, March 27, 2012

Pinggangku Sakit

Ketika aku bbm temenku dokter Doddy aku dikasi resep obat untuk sakit pinggangku seperti berikut:

- Deflamat CR 2xshr, beli 6 biji(penghilang inflamasi)
- Foress (penghilang nyeri)
- Voltarenn Gel (obat gosok penghilang nyeri)

Cerita awal aku sakit pinggang adalah ketika subuh-subuh jam 5 Nana, seperti biasa, tidurnya makin liar. Putar sana putar sini. Sehingga pagi itu aku harus membenarkan posisi tubuhnya dengan mengangkat. Krekkk!! Terasa remuk pinggangku. Sebenarnya bukan di pinggang, lebih tepat di atas pinggang di bawah punggung. Aku meringis kesakitan. Aku sengaja belum ngasi tahu istri.

Karena sakitnya tidak kunjung hilang, hingga pagi istri terbangun aku kasi tau. Aku langsung meluncur menuju tukang pijat urat di Sudha. Nihil. Baru saja keluar kata tetangga depan rumahnya. Aku menuju tukang pijat Bu Sum istri tukang kayu dekat rumahku, tapi Ibu Sum pulang ke Jawa sampai batas yg tak bisa diperkirakan. Aku kembali pulang meringis. Seorang saudara menyarankan pijat di Kediri. Tanpa pikir panjang aku meluncur tapi ternyata massage dan spa, bukan ini yg kucari.

Sudah putus asa aku kembali ke rumah tapi aku berinisiatif mampir di tukang pijat di Sudha. Benar, pak tua tukang pijat sudah datang. Sebelum pulang aku diberi resep beras kencur agar hangat, karena katanya uratku dingin. Mandi harus dengan air hangat.

Pinggangku rasanya sudah mendingan. Aku bisa tidur nyenyak ntar malam. Keesokan hari aku merasa sudah agak enak dan memutuskan mereposisi kasur tempat tidur agar tidak tepat di bawah AC. Aku geser lemari pakaian kecil dan rak dokumen yg malah membuat pinggangku sakit lagi, tak bisa aku gerakkan. Gerak sedikit nyeri.

Lalu karena tidak tahan dan berharap agar bisa mengikuti melasti keesokan harinya, aku minta saran dr. Doddy. Ia memberikan resep seperti di atas. Belum habis aku minum obatnya, rasanya pinggang lebih baikan.

Setelah merenung aku menganalisa sakitku ini. Disamping pemicu akhirnya adalah menggendong Nana, namun menurutku ini adalah akumulasi dari kegiatan-kegiatan yg aku lakukan sebelumnya. Yaitu:

- Ketika ON dulu saya sempat mengangkat Foxboro yg lumayan berat, karena tidak ada teman dan biar cepat.
- Tas ransel bawaan saya commuting cukup berat khususnya jika saya naik ojek dari bandara ke Pandak, bikin punggung pegal. Saya pernah timbang beratnya rata-rata 10 kg.
- Sehari sebelum kejadian, saya sempat mengangkat Aqua galon ke lantai 2. Plus mengganti galon ke dispenser.
- Kemaren paginya aku main ke sawah belakang rumah dengan menggendong Nana. Lumayan juga beban 12.5 kg gendong bolak-balik.
- Baik di laut maupun di rumah kamarku selalu dingin oleh AC. Apalagi di laut selalu disetting 16C.
- Kasur tempat aku tidur di rumah tipis ditambah AC tepat mengarah ke tempat aku tidur. Kadang badanku pegal tak karuan dan punggung agak kurang nyaman ketika bangun pagi.

Akhirnya aku memutuskan untuk mereposisi kasur tempat tidur. Juga akan membawa kasur besar dari Angga Buana agar bisa tidur dengan nyaman. Tidur dengan celana panjang dan jaket. Membeli tas ransel yg ada rollingnya. Mengikuti SOP yg benar ketika bekerja.

Monday, March 26, 2012

Reksadana-ku Kini

Sejak membeli reksadana tanggal 4 Oktober 2011 melalui Commonwealth Bank hingga kini dana berkembang cukup signifikan, lebih dari 25% keuntungannya. Kedua reksadana yg saya beli adalah reksadana saham yaitu Batavia Dana Saham Agro dan Schroder Dana Istimewa.

Pada awalnya saya membeli harga per unit untuk BDSA adalah 721 sedangkan SDI senilai 4174. Hingga kemaren tanggal 26 Maret 2012 saya mendapati nilai 918 untuk BSDA atau naik 27%, sedangkan SDI senilai 5259 atau keuntungannya sudah mendekati 26%.

Saya biasa mengamati nilai per point melalui website simple www.infovesta.com atau melihat IHSG terkini lewat Yahoo dengan mengetik JKSE. Bisa juga melalui finance.detik.com. Sejak membeli memang tidak selalu naik, kadang naik kadang turun. Namun tren-nya adalah cenderung naik. Tidak salah saya memilih 2 produk reksadana saham ini sesuai saran dari financial advisor-nya Commonwealth.

Hingga kini saya belum berniat menjual atau membeli lagi. Saya anggap ini sebagai permulaan untuk saya belajar reksadana saham selanjutnya atau mungkin main saham sesungguhnya.

10 Kelucuan Dik Nana (Part 4)

1. Chuggington
Suatu hari kami kebingungan menterjemahkan bahasa planet yg diucapkan Nana. Ia selalu bilang "umitau" dan menunjuk TV. Tampaknya ia mau nonton acara di TV, tapi apa? Umitau? Yang biasa ditonton adalah Timmy Time, Barney, Shaun the Sheep, Dibo, Miki Mouse, Pocoyo atau Pororo. Gak ada yg mendekati apalagi cocok. Lalu kami iseng nanya warnanya apa dik? Ia jawab "meyah, biyu, kunying, ijo". Kami tetap bingung. Keesokan sorenya ia tiba-tiba menunjuk TV kegirangan sambil teriak "Umitau..umitau..!!". Di TV ada acara baru berjudul "Chuggington" yakni kartun kereta api warna-warni yg ternyata kemaren sore ia sempat nonton sebentar. Akhirnya misteri bahasa planetnya terpecahkan juga :)

2. Guling Jadi Kereta Api
Nana suka mainin gulingnya jadi apa aja yg ia mau. Kadang ia suruh gulingnya berperan jadi ikan. Kadang gulingnya ia jadikan kereta api. Ia duduk di atas guling lalu nyuruh ibu nyanyi Naik Kereta Api, dia akan mengisi suara "tut tut tut" sambil bersenandung. Tangannya naik kayak megang stang sepeda. Kakinya goyang-goyang maju mundur. Ini naik kereta apa naik sepeda dik?

3. Suka Plesetkan Kata
Saat mengajari ia bernyanyi kadang kami sengaja menyalahkan bagian akhir kalimat lagu, untuk mengetes daya serapnya. Serta merta ia akan membenarkannya. Sekarang, justru ia suka jailin kami, malah ia yg suka memplesetkan kata-kata saat manggil Bapak atau Citta dengan "bapiaak" dan "citauuu". Dan ketika kami nyanyi dgn benar, ia malah nyalah-nyalahin kata akhirnya sambil senyum-senyum jahil.

4. You Know Me So Well
Nana sekarang suka nyanyi "you know me so well". Kalo ngomel atau ngoceh nolak digendong juga ngomelnya "you know me so well" berulang-ulang. Ini pasti karena ibunya suka nonton boyband di infotainment. Hehe...

5. Foto Harus Pakek Topi
Suatu saat sepupuku yg tinggal di lain kota berkunjung dan hendak mengambil gambar Nana dgn HP. Nana disuruh bergaya ngacungin dua jari sambil bilang "piss yo..." Tiba-tiba ia teriak, "Ntar..ntar..pakek topi duyu..topi Nana mana??" Kata Nana dgn muka seru abiss. Setelah dipakein topi barulah ia senyum manis tunjuk 2 jari. Cheersss...

6. Citta Kura-kura, Nana Tokek
Ketika adiknya belajar tengkurap Nana suka melihat dan mengamati, ia suka nanya adiknya sedang ngapain sama ibunya. Dengan sabar ibu menjelaskan kalo Citta sedang belajar tengkurap. Tanpa diduga Nana berkomentar, "Bu..bu..adik Citta kayak kuya-kuya ya.". Belum sempat ibunya menjawab ia menempelkan tubuhnya di dinding kamar, "Nana kayak tokek, Bu..!!" Jawabnya polos. Btw Nana sekarang punya binatang baru kura-kura yg diberi nama Toto. Mungkin ia terinspirasi dari gerakan kura-kura di aquarium mininya.

7. Ibu ke Salon
Ketika bapak pulang kerja, bapak melihat rambut ibu dipotong lebih pendek.

"Potong dimana, Bu?"
"Potong sendiri dong," canda ibunya.
Suasana hening. Nana yg sedari tadi asyik nonton Timmy Time jam setengah 8 malam, tiba-tiba komentar.
"Bapak, Nana tadi ke salon sama Ibu. Rambut ibu dipotong sama mbaknya," jawabnya tanpa dosa. Tuh, anak kecil gak bisa boong.

8. Ketawa Kayak Bebek
Suatu sore ada ibu-ibu tetangga cekikikan depan rumah dan si ibu berkomentar, "Ketawanya mama Sinta kayak bebek!" Nana yg lagi asyik main puzzle merespon dengan mengulang ucapan ibunya, "Ketawanya mama Sinta kayak bebek ya, Bu?!"
"Bukan Nana, ketawanya kayak burung," kata ibunya meralat, takut Nana entar keceplosan ngomong ke Bu Sinta.

9. Naik Kereta Api
Ketika Citta tengkurap dan menggerak-gerakkan tangan dan kakinya, mengakat-angkat kepalanya, Nana tiba-tiba berkata sambil hendak duduk di atas badan adiknya, "Naik kereta api yuk, Bapak!" Untunglah aku cepat-cepat mencegahnya. Haha.. Btw, Nana biasa naik di punggung bapak saat tengkurap, main kereta-keretaan.

10. Maem Es Krim
Ketika Nana lagi maem es krim ia kesulitan menyelesaikan sisa akhir es krimnya yg ditaruh di gelas. Karena sendoknya pendek maka ia berusaha menyeruput habis es krimnya. Karena masih kental tentu saja es krimnya tidak mau mengalir ke mulut Nana. Dengan polos ia mengadu ke ibunya, "Ibu, ibu, eh keyimnya gak mau jayan ke muyut Nana!!" (*Es krimnya gak mau jalan ke mulut Nana) gubrakkkss...

New Kantor Pajak

Pagi-pagi sekitar jam 7.30 aku sudah meluncur menuju Kantor Pajak Pratama di Pesiapan Tabanan. Sebelumnya aku ngeprint form 1770 S-2 yg salah print. Aku mampir sebentar di sebuah warnet di kompleks perumahan di belakang toko-toko jalan Gadjah Mada.

Dari CS-nya aku berhasil mengorek beberapa informasi terkait warnet. Pemilik adalah seorang yg tinggal tak jauh dari warnet. Omset harian berkisar 200 ribu rupiah jika ramai. Jika sepi hanya dapat 100 ribu. Buka jam 08.00-23.00. Dengan 2 karyawan shift pagi dan malam. Biaya sewa warnet 4000/jam, sedangkan main game online 3000/jam.

Setelah ngeprint aku langsung menuju kantor pajak di Pesiapan. Sial! Ternyata aku baru tahu kantor pajak pindah ke Sanggulan. Kantor lama sekarang menjadi toko Kawan dengan cat bangunan serba pink. Ternyata dulu rumah toko Kawan disewa oleh kantor pajak.

Tanpa babibu aku menuju Sanggulan, aku melihat kantor baru nan megah di bawah pohon kepuh sebelum jalan naik menuju Sanggulan puncak. Aku masuk ke dalam dan ternyata antriannya tidak seheboh yg aku perkirakan. Aku langsung dilayani dan dari petugas ini aku baru tahu kalau laporan SPT ini bisa dikumpul secara kolektif di Balikpapan. Setelah kelengkapan diperiksa aku dilempar ke meja berikutnya. Disana aku sempat ngobrol bersama petugas. Aku iseng nanya,

"Mengapa harus nyerahin SPT lagi padahal gaji kita sudah dipotong pajaknya?" Seru saya.

"Biar kita tahu kalau gaji Anda udah dipotong pajak," jawabnya ringan.

Lalu aku diberi selembar surat bukti bahwa sudah menyerahkan SPT. Petugas hanya ada 3 orang dengan logat Jawa semua. Sekeluarnya aku dari kantor yg sejuk dan lapang ini, aku sempatkan memotret bangunan megahnya. Dengan latar langit berwarna biru dan sinar mentari yg cerah ceria, seorang tukang parkir mengamati dari kejauhan. Aku cuek dan tancap gas langsung menuju Hardy's lalu pulang ke Pandak lewat Bongan, Wanasara, Pejaten dan Nyitdah. 3 bungkus kacang ijo aku bawa sebagai oleh-oleh buat Ibu dan Nana.

Wednesday, March 21, 2012

Buku Wirausaha Muda Mandiri -Part 2

24 pengusaha muda yg mengkompetisikan usahanya dalam Wirausaha Muda Mandiri. Mereka adalah pengusaha muda yg rata-rata berusia dari 25 hingga 35 tahun. Pendidikannya bervariasi dari sarjana hingga pasca sarjana, bahkan ada juga yg masih kuliah.

Buku ini ditulis oleh Rhenald Kasali yg juga sebagai mentor bisnis peserta melalui Rumah Perubahan-nya. Menurutnya, 24 anak muda dalam bukunya mungkin bukan pengusaha hebat yg penghasilannya sudah sangat tinggi, tapi ia percaya suatu ketika mereka mungkin bisa mengisi daftar orang terkaya di Indonesia.

Setiap profil dibahas secara detail mulai dari perjalanan hidupnya dari jatuh bangun membangun bisnis, hingga kembali bangkit dari keterpurukan. Ada juga yg bisnisnya berjalan mulus. Ada yg bisnisnya bermodal kecil-kecilan. Ada juga yg bisnisnya bermodal puluhan juta. Kemudian di bagian testimoni dilakukan tanya jawab singkap kiat-kiat si pengusaha. Pada akhirnya Rhenald Kasali memberikan wejangan bisnis terkait masing-masing usaha yg digeluti. Nasehat singkatnya seputar bagaimana kiat-kiat agar bisnis tambah kuat, kiat menghadapi persoalan agar tidak stress dan nasehat lainnya.

Tentu saja sebagai seorang profesor bisnis dari dunia pendidikan maka setiap nasehatnya cenderung detail, teoritis, booksmart dan ia bahas secara umum. Di antara profil yg ia ceritakan ada beberapa yg cukup menginspirasi saya diantaranya pembuat gitar customized, pembuat canang, Bornis foto dari Tarakan dan pembuatan mesin antrian oleh seorang lulusan Teknik Elektro ITB.

Kita bahas satu persatu:
1. Satrianugraha, Pembuat Gitar Customized Stranough
Dimulai dari kiat Satrianugraha membuat gitar sendiri dan menjualnya di internet. Lalu menjadi terkenal karena mendapat pesanan 250 gitar dari Belanda.

2. Ni Ketut Susilawati, Pembuat Canang dari Bali
Mengembangkan usaha orang tuanya yang sebelumnya dikelola dgn cara tradisional. Tak menyangka usaha banten juga bisa dikelola secara profesional dan menghasilkan omset yg tidak sedikit.

3. Hamka Alwi, Bornis Studio
Karena gagal berbisnis foto sebelumnya, ia berguru ke Jakarta kepada Darwis Triadi. Akhirnya jadi sukses di kota asalnya Tarakan dan kini mempunyai 6 cabang dengan keuntungan 500 juta per tahun. Ediaaannn...!!

4. Teo Surya Adhitama, Pencipta Embedded System
Dengan modal awal 50 juta ia mendirikan perusahan jasa pembuatan mesin antrian dan mesin elektronis sejenis dan kini lulusan Teknik Elektro ITB ini mencapai omset 1,2 M per tahun.

Dari buku ini juga ada beberapa hal yg bisa saya ringkas. Pertama adalah "10 TIPS UNTUK BERUBAH"
1. Jangan takut memulai
2. Terima tantangan
3. Hadapi masalah
4. Belajar, cari ilmu bukan gelar
5. Berani mencoba
6. Datangi dan perbaiki
7. Tunggu yg terbaik
8. The art of pruning
9. Mengalir seperti air
10. Jadilah river company (bukan puddle company)

"24 Hukum Wirausaha"
1. Keunikan adalah monopoli
2. Bisnis adalah creating value, bukan melulu creating product
3. Jeli mencari pelampung
4. Menciptakan keterikatan emosional
5. Mengelola rasa frustrasi
6. Daya juang, modal wirausahawan
7. Keberhasilan seringkali muncul dari kegagalan
8. Mengenali peluang untuk kita
9. Mengisi ceruk pasar
10. Memilih usaha dgn melihat contoh
11. Memahami artpreneurship
12. Bisnis adalah mengelola resiko
13. Berpacu dengan teknologi
14. Mengimbangi peran pengusaha nasional
15. Kejujuran dan tanggung jawab adalah modal utama
16. Keluar dari belenggu usaha kecil
17. Masalah = peluang usaha
18. Technopreneurship, berbisnis kecanggihan teknologi
19. Kepribadian yg kondusif untuk berbisnis
20. Mengenal pasar dan kegagalan
21. Berbisnis ala Gen C
22. Berfikir out of the box
23. Berani bekerja keras
24. DNA wirausaha