Desa memberikan warna berbeda dari kota. Tak ada banjir, tak ada kemacetan juga polusi udara, jauh dari intrik licik politik, tak perlu salah pake jas karena orang desa tak punya jas. Yang ada di desa kadang hanya banjir air mata ketika sawah2 warisan terjual habis tanpa sisa, lalu uangnya hilang entah kemana. Yang ada hanya kemacetan pembayaran hutang dari tetangga yg hidupnya terlunta. Yang ada di desa kadang hanya polusi suara karena si A dan si B menggosipkan si C mempunyai selingkuhan si X. Yang ada hanya politik di meja judi, gimana caranya menang main ceki malam ini. Orang desa hanya perlu jalanan desanya diperbaiki, lampu2 jalan menyala terang, sawah2 mereka dialiri air dgn lancar dan gabah2 mereka dibeli dgn harga pantas.
Wednesday, April 29, 2015
Desa Versus Kota
Lapas vs Kos-kosan
Luas lapas terbesar di bali (lapas kerobokan) sekitar 4 hektar (ha) atau 40rb meter persegi atau setara 8 kali lapangan bola. Kapasitas 300 orang napi. Tanah seluas 4ha atau 400 are dihuni 300 orang atau 130 m persegi per orang.
Bandingkan dgn kos2an 100 meter persegi dgn 20 kamar. Satu orang hanya memiliki jatah 5 meter persegi. Ayo lebih enak mana? Di lapas makan minum gratis, pakaian (mungkin) dicuciin, tidak perlu kerja mencari nafkah. Di kos kita kerja keras, sapa yg mau ngasi makan minum gratis? Kesimpulan sementara, orang yg tidak mau kerja, hanya mengharap makan-minum gratis dr orang lain, sesungguhnya ia terpenjara dlm hidupnya. Hehe...
Tuesday, March 31, 2015
Batik Air Balikpapan-Denpasar
Mulai 30 Des 2014 dan berakhir akhir Maret 2015. Hanya sekitar 3 bulan saja saya menikmati penerbangan direct Batik Air Balikpapan-Denpasar vv. Pesawat dr Balikpapan berangkat jam 6.10 pagi dan sekitar jam 7.30 saya sudah landing ceria di Bali. Namun saya harus pulang dari Attaka semalem sebelumnya. Sayangnya penerbangan dari Bali ke Balikpapan malam sekali 20.45. Tiba di Balikpapan sekitar jam 10an malem. Belum lagi kalau delay.
Tapi beruntung dari Bali saya masih bisa memakai Citilink direct yg hanya terbang 3x seminggu pada hari Jumat, Minggu dan Senin. Sementara kalo off saya musti tetap transit baik via Surabaya atau Makassar.
Doa saya hanya 1 semoga penumpang Bali-Balikpapan makin banyak sehingga banyak maskapai membuka jalur ini.
Cerita Dari Pertigaan Desa Sore Ini
Seorang pemotor berhenti di depan warung lalapan. Ia ternyata pemasok lele untuk warung2 lalapan seputar tabanan. Lele2 hidup ditaruh dlm jerigen yg diletakkan berjejer 6 di jok belakang. Pak penjual bubur ayam masih bersiap buka saat saya pesan 1 bungkus utk istri yg sakit. Sementara motor2 berhamburan dari arah selatan ke utara, sepertinya para pekerja yg baru pulang dari Nusa Dua, Jimbaran atau Denpasar. Sudah jadi pemandangan biasa. Diantara pemotor2 itu ada yg tangan kirinya memegang HP, ada yg nyelipin HPnya di helm, biasanya kendaraannya berjalan lebih lambat dr yg lainnya. Mereka lupa jika ada teknologi canggih bernama handsfree. Mereka jg mungkin lupa sebaiknya berhenti jika ingin membalas pesan ataupun menerima telfon jika sedang menjalankan kendaraan.
Wednesday, March 25, 2015
Pak Polisi Kurang Ajar
Setengah jam lalu saya lewat sebuah jalan di Denpasar. Ada razia motor di depan dan mobil saya di stop sm salah seorang polisi. Saya hendak turun tp tiba2 polisi sdh disamping pintu dan saya berusaha ramah sambil tersenyum. Tiba2 dia membentak saya tdk pakai seat belt. Saya yg dr awal sdh pakai seat belt tidak terima dan menyangkal pernyataannya. Ehh dia makin tinggi nada suaranya. Ini polisi aneh. Bukannya nanya baik2 malah main bentak. Terus terang saya tdk terima diperlakukan seperti ini. Ini benar2 merusak mood saya pagi ini. Selama ini sy selalu salut sama polisi namun hari ini saya benar2 tidak respek sm sekali.... stlh saya tetap ngotot jika pakai seat belt si polisi berlalu sambil terus ngomel. Pak Polisi. Tlng ajari lagi anggotanya sopan santun... saya tdk tahu cerita kmn nih terpaksa tulis disini aja lah...