Saturday, November 22, 2008

Cerita Lubak

Ketika saya kecil, orang tua, khususnya Bapak sering mendongengkan cerita tentang lubak, atau orang Jawa mungkin menamainya luwak. Sosok lubak sering digambarkan sebagai sosok menakutkan oleh mereka, sehingga ketika kita bandel dan susah dikasi tahu atau sedang menangis, mereka selalu menakut-nakuti bahwa kita akan dicari dan diterkam lubak jika bandel terus. Mereka selalu bilang, "Jangan nangis dong, nanti dicari lubak!"

Parahnya sejak kecil dan hingga dewasa kini saya tak pernah melihat yang namanya lubak apalagi memegangnya. Dan lebih parahnya mengapa dulu sewaktu kecil justru takut dibuatnya padahal kita belum pernah melihat tampangnya apakah seram atau angker. Seorang teman sewaktu SMA baru pertama kalinya melihat lubak dan jadi tertawa terbahak-bahak, "Loh ini toh yang dulu kita takuti selama ini? Tampangnya gak serem, malah lucu dan imut," katanya membela kaum lubak.

Ya mungkin pelajaran berharga yang bisa kita ambil, janganlah takut pada sesuatu yang belum pernah kita lihat (kecuali Tuhan). Janganlah mau melakukan sesuatu yang belum kita tahu secara pasti. Jika ada orang memerintahkan atau meminta tolong melakukan sesuatu kita seharusnya lebih kritis bertanya, untuk apa dan apa resikonya. Tapi tentu saja bertanya bukan berarti tidak mempercayai. Anak-anak muda jaman sekarang sering bertanya apa makna banten yang dibikin oleh ibu-ibunya. Ketika ibunya menjawab 'nak mulo keto' si anak pun bersungut-sungut lalu si bapak menyimpulkan kalau anaknya tidak percaya dan sering dianggap anak yang tidak berbakti pada orang tua dan leluhur.

Ya serba salah memang. Untuk itu, orang tua jaman sekarang harus belajar tidak hanya bisa membuat namun harus bisa menerangkan makna tersembunyi dibaliknya yang tentu saja diwariskan turun-temurun dari leluhur. Agar tidak kata-kata 'nak mulo keto' selalu jadi kalimat sakti penangkal setiap pertanyaan yang susah atau bahkan tak bisa dijawab bukan karena tidak tahu tapi memang karena tidak pernah ada yang menerangkan dan tidak pula ada yang menanyakan.

No comments: