Wednesday, December 25, 2019

Attaka Trip 36 - Acting Dua Kali, Service 301B, Hari Ibu

"Yang paling berat di dunia ini bukan sewaktu menghadapi, melainkan memikirkan sesuatu yg akan dihadapi"

11-24 Des 2019
On kali ini aku ke Balikpapan naik Citilink, istriku mengantarkan hingga banjar semer, seperti biasa. Menginap di Esai bersama Bambang, berangkat ke Attaka via Santan. Wisnu dan Yusuf cuti. Aku di bis hanya bersama Pakwok. Ada Widodo yg datang, ia sudah seminggu pindah ke kantor Pasir Ridge. 

Kamis aku acting TL karena bos meeting ke Santan. Jumat tidak ada meeting, kerjaan padat merayap. Aku mau inject V109 di Prod gak jadi, tapi sore pakwok dipulangkan ke Santan karena sakit. 

Sabtu ganti haskel pump Foxtrot karena kena low pressure. Shutdown total karena operator salah operate valve. Juga sempat ganti seal SDV test. Minggu connect Foxboro Alpha untuk intelligent pig. Survey CP bocor tubing di fuel filter 302A. Sore meeting 7DPS, ada mas Anang yg berangkat terakhir untuk ngantor di Pasir Ridge. 

Senin 16 Des service 301B, bersama Yudith test yard valve. Sore ganti tubing 3/4 bocor. Selasa acting lagi banyak problem. Team EMI ke Melahin troubleshoot G1A lagi karena kemaren subuh mati. Delta low performance haskel pump, juliet crane, prepare wing valve dan ada tali swing rope mau putus. Rabu kalibrasi surge valve bareng Afif. Kamis PM di Foxtrot, Jumat meeting dan PM di CP serta ganti botol CO2, semalem direlease 1 botol karena petir. Sabtu function test di Foxtrot. Minggu meeting 7dps. 

Senin upacara peringatan hari Ibu, ganti tubing orifice 302A, tubing biocide Prod, tubing shipping pump dan reimage PC coriolis prod karena blank. Selasa closing WO saja di LQ. Banyak kawan yg cuti, Bambang dan Agung sudah MCU untuk persiapan ke OSES. 

Oya seharusnya aku ikut Ajang Jurnalistik Pertamina di Jakarta 12-13 Desember, tapi aku memilih tidak ikut. Ternyata aku menang juara 3 kategori essay berhadiah 5 juta, asikkk. Langsung aku belikan DJI Osmo Mobile 3 dan smartwatch Huawei Honor Band 3. Ketika on ibu mengabarkan kehilangan emas di rumah bedangin senilai 20jutaan. Namun besoknya kembali, ajaib. On ini pula aku konsultasikan aku dan istriku dengan nutrisionis, katanya konsumsiku masih di bawah seharusnya. Kami juga melengkapi closing PMS, training GCG, mengisi training plan 2020, mengisi feedback untuk PMS 12 orang kawan meminta feedback ku, syukurlah aku masih dipercaya. 

Pagi ini aku pulang dengan segar dan bahagia. Hari ini menginap dulu di Balikpapan, esok pagi aku naik Lion paling pagi transit Makassar. Jumat Wanda akan menikah. Semoga semua hidup berbahagia. 

Atk-btg 5.30-7.50
Btg-apt 8.00-10.00
Apt-smd 10.00-10.45
Smd 10.45-11.30
Smd-spg 11.30-13.50



Wednesday, December 18, 2019

Gojek Bali

Beberapa kali sudah menikmati Gojek dan Gocar baik di Bali maupun di Balikpapan, harganya jauh lebih murah dibanding taksi konvensional. Kalo pake Gocar dari bandara menuju Pandak Gede sekitar 160rb hanya setengah tarif taksi bandara. 

Di Bali armada Gocar ini agak unik ada semacam koperasi yg menaungi yg disebut vendor. Ada sekitar 3 vendor salah satu yg saya inget namanya Jaya****. Tugasnya merekrut driver gocar, memberikan perlindungan keamanan jika terjadi masalah dgn driver dll. Setiap driver gocar wajib setor 10% ke vendor, disamping potongan 20% dari gojek sendiri, luar biosskoppp!! 

Jika mobil driver sudah lebih dari 5 tahun, maka dengan bantuan sang vendor, konon mobil itu masih bisa dipakai. Karena quota driver telah habis maka sering terjadi jual beli akun gocar. Harganya sekitar 2 hingga 3 juta per akun. Biasanya jika ada driver yg berhenti maka ia jual akunnya, lagi2 jual beli ini dilakukan melalui vendor. 

Suatu siang saya bertemu driver namanya pak Budi, seorang pendatang yg sudah 12 tahun tinggal di Bali. Sudah 4 tahun ia menjadi driver gocar. Dulu ia pake double sama Grab tapi katanya penghasilan gocar lebih menjanjikan. Ia menggunakan akun baru milik tetangganya yg berhenti narik gocar karena pulang kampung, sementara akun lamanya ia kasi anaknya belum ada setahun ini. Katanya, dulu anaknya bekerja di sebuah hotel di seputar Sunset Road. Saat liburan anaknya sering mencoba jadi driver pinjam mobil Pak Budi, anaknya kaget karena penghasilannya sebulan di hotel ia dapat hanya seminggu narik gocar. 

Karena ketagihan, anaknya akhirnya berhenti bekerja dan full narik gocar. Menurut Pak Budi anaknya malah lebih gencar narik dari pagi hingga petang, mencari penumpang di daerah2 rawan seperti Canggu, bandara hingga seputar pantai Berawa. Pak Budi hapal daerah2 rame penumpang sesuai jam-jamnya. Kalau pagi ia biasanya mangkal disini, siangan dikit disana, sore pindah kesitu lalu pulang dengan mengumpulkan rata-rata 500rb sehari bersih setelah dipotong gocar+vendor 30%, uang bensin dan uang makan serta cicilan kendaraan 130rb per hari. Menurut pak Budi paling sepi ia hanya dapat 300rb. Luar biossskop lagi!!!Anaknya yg berani mangkal di daerah rawan malah lebih edan lagi, penghasilan anaknya bisa 20 hingga 50% lebih tinggi daripada pak Budi. Jika anaknya kerja dari pagi hingga matahari tenggelam, pak Budi cukup narik hingga jam 3 sore. 

Demikianlah kisah petualangan driver Gocar.


Friday, December 13, 2019

40 Books in 40 Years

Berikut list bacaan saya selama beberapa tahun terakhir. Menyambut usia saya yg ke 40 tahun depan, 3 bulan lagi. Semoga masih diberi kesempatan belajar. 

1. Millenials Kill Everything, Yuswohady
2. Happiness Inside, Gobind Vashdev
3. Strawberry Generation, Rhenald Kasali
4. Disruption, Rhenald Kasali
5. Titik Nol, Agustinus Wibowo
6. Suwung, Setyo Hajar Dewantoro
7. Rahasia Mendidik Anak Agar Sukses dan Bahagia, Ariesandi S, CHt
8. Puisi-puisi yang Melepuh di Mataku, Helvy Tiana Rosa
9. Marketing Revolution, Tung Desem Waringin
10. Financial Revolution, Tung Desem Waringin
11. 365 Ideas of Happiness, Nurilla Iryani
12. Driving Honda, Jeffrey Rothfeder
13. The Power of Service, Hendrik Ronald
14. Sila ke 6: Kreatif Sampai Mati, Wahyu Aditya
15. Chairul Tanjung Si Anak Singkong, Tjahja Gunawan Diredja
16. Belajar Goblok Dari Bob Sadino, Dodi Mawardi
17. 10 Juta Per Bulan Dari Facebook, Hermas Puspito
18. Bali Yang Meradang, Putu Setia
19. Bali Tikam Bali, Putu Aryantha Soethama
20. Jawara Kos dan Rumah Kontrakan, Ridwan Raharjo
21. Who Moved My Cheese, Spencer Johnson, MD
22. Biang Inovasi, Yoris Sebastian
23. Ayah Edy Menjawab, Ayah Edy
24. Tuhan, Inilah Proposal Hidupku, Jamil Azzaini
25. Laskar Pelangi dan sekuelnya Andrea Hirata
26. Hypnoparenting, Ariesandi S, CHt
27. The Art of Enjoying Life, Teddi Prasetya Yuliawan
28. Quantum Ikhlas, Erbe Sentanu
29. Awet Muda Ala Jepang, Redaksi Health Secret
30. New Wave Marketing, Hermawan Kartajaya
31. Karier Kedua Anda, Tessie Setiabudi & Tim
32. Mau Minum Obat Seumur Hidup? Dr. Hong Joon Chung
33. Hypnotheraphy, Adi W Gunawan
34. Let's Change, Rhenald Kasali
35. The Devine Message of the DNA, Kazuo Murakami
36. 99 Wisdom, Gobind Vashdev
37. Manage Your Emotion in a Blink, Ariesandi S, CHt
38. Astra on becoming pride of the Nation, Yakub Liman
39. Cracking Zone, Rhenald Kasali
40. Make Your Today Count, John Maxwell

Manajemen Minimarket, Asep ST Sujana
Toyota Kaizen Methods, Isao Kato & Art Smalley
Six Sigma Quality for Business Improvement, Amin Syukron & Muhammad Kholil
Falsafah Dasar Sistem Pengendalian Proses, Frans Gunterus
Physical Asset Management Handbook, John S Mitchelli




Tuesday, December 10, 2019

Ngidih, UAS dan A50s

"Doa terindah adalah terimakasih. Permata termahal adalah rasa syukur. Kekayaan tertinggi adalah senyuman."

Off 27 Nov - 10 Des 2019
Off kali ini aku berangkat ke Denpasar dengan menginap semalam di Surabaya, di sebuah penginapan murah dekat bandar, kudapat dari Traveloka. 

27 nginep sby
28 ke bali pagi lion, ngidih Wanda
29 skul, pasar Malem ultah tbn gd marya 
30 ntn frozen gale
1 gowes lwt jmpyh, ke tbn anter ibu n pijit, cuci mbl, gmbr denah kmr, sriat sriut
2 kos ambil uang, anjep skul, anak2 uas, naik mtr sm eba ketduran di sudha
3 gowes, bersihin kamera, baca milenial
4 ke jero pagi, beli hp ibu A50s, 
5 suk mekman bilang wanda
6 hand letering, rekam juru pencar, janger, adi luh ayu, mengawali hari dan video
7 gale uyengan, 04 karaoke family
8 mejenukkan mikaila
9 kondangan tu lilik, ke jero anter n jmpt nanacitta
10 bpn citilink, nginep esai



Wednesday, November 27, 2019

Attaka Trip 35 - Farewell Widodo, Video Pertamina dan PSHH VLP

"Soul has all the answer. The challenge is how to silence the mind"

14-27 Nov 2019
14 dr bali batik, lgsg smd
15 di lq aja, pg dr stn
16 fs vlp shutdown
17 delta ftest, bikin video
18 di prod survey ganti pipa air supply, turunkan air dryer, 
19 acting TL
20 20-21 sakit demam 37.6c, revisi kimap FT
21 pagi sarapan di kamar, farewell widodo, 
22 survey aor dryer cp, 
23 vlp mati lg sm om jack, plng malem, turunkan set point fuel, upload gede josh tabanan n modernosasi to ig n yutub
24 weekly meeting, usul tmpt kofi time diubah nom smoking, 
25 di lq aja, close wo, moc air dryer n mtrl dll
26 temenin it update PC, mkn nasgor mlm, aplod lomba videp ptmn proud
27 off sby nginep

7.00 start santan
9.00 bandara
9.40 texas
10.30 start from smd



Sunday, November 17, 2019

Tagihan Listrik Setahun 2019



Berikut tagihan listrik saya selama setahun di rumah.
Bulan Jan-Jun 2019 tagihan agak tinggi katena cuaca panas, AC lebih lama hidup. 
Juli-Okt cuaca dingin, sehingga malam hari agak jarang menggunakan AC. 
Nov 2019 mulai naik lagi karena panas, bahkan tahun ini cuaca puncaknya panas, lebih panas dari biasanya.

Saturday, November 16, 2019

Filosofi Orang Bali

Filosofi orang Bali:
- eda ngaden awak bisa
- rwa bhinneda
- nak mula keto
-tat twam asi
-tri hita karana
-tri kaya parisudha
- karma phala
-Nandurin Karangan dewek
-Ten Purun Nasikin segara
-Yatne-Yatne Pariatna
-Ila-Ila dahat
-Ngentungan Blakas Metali
- Gumi linggah ajak liu
- Bhaktine ngawinang sisip
- Takut ngetel mekebyoss payu 
- Care i Goak ngadanin ibe.
- Care Waluh bunganin jit

Usiaku, Nana, Citta, Deba

Thn, umur bpk nana citta deb
2019 39 10 8 3 sekarang
2020 40 11 9 4
2025 45 16 14 9 bapak pensiun dini
2027 47 18 16 11 Nana lulus SMA
2030 50 21 19 14
2031 51 22 20 15 Nana lulus kuliah
2033 53 24 22 17 Citta lulus kuliah
2035 55 26 24 19 
2036 56 27 25 20 bapak pensiun 
2038 58 29 27 22 Deba lulus kuliah

Konser Di Pasir Ridge

Tanggal 26 Oktober kemaren berkesempatan membawakan 3 buah lagu tentang Selat Makazzar karanganku pada acara Setahun Bersama PHKT di Pasir Ridge. Laut Biruku, Ode dan Badai Selat Makazzar dibawakan bersama Ilham pada vokal, Widodo pada ritem, Padlan bas, Rendra drum dan aku gitar sekaligus backing vokal. 

Jumat jam 3 subuh aku dan Om Widodo ke Santan lalu lanjut ke Balikpapan dengan bis yang kepenuhan. Aku menginap di Permata Residence di MT Haryono, sebuah kos-kosan 57 kamar. Lalu malamnya hendak cek sound tapi batal, akhirnya ngopi di Pasar Segar BB. Esok paginya jam 9 kami baru latihan di sebuah studio sederhana di strat 1. Jam 11 cek sound dan jam 2 aku pulang dulu untuk istirahat. Tapi gak bisa tidur karena jam 3 sore aku balik ke Pasir Ridge lagi. 

Jam 4 kami main membawakan 3 lagu. Pak Feri dan Pak AA menyalami kami ketika turun panggung. Acaranya keren dan rame. Banyak souvenir dan door prize. Jam 5 sore aku balik saja menuju hotel. Istirahat karena esoknya berangkat lagi balik ke Attaka. Jam 8 pagi naik Innova bersama Widodo, mampir di big mall, lewat badak dan istirahat di Santan lalu sorenya kami menuju Attaka. Pengalaman yang luar biasa. 






Jane Susanta Sang WSM Perempuan

Jane Susanta adalah seorang Well Site Manager perempuan yang bekerja di area lepas pantai Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).  Ia bertugas mengawasi dan memastikan pekerjaan well service atau pekerjaan perawatan sumur minyak dan gas berjalan dengan baik. Karena lokasi kerjanya yang di lepas pantai membuat schedule kerjanya 2-2 atau 2 minggu on duty dan 2 minggu off duty. Selama 2 minggu on duty ia harus meninggalkan keluarga untuk berjibaku dengan angin laut dan gelombang Selat Makazzar. Meskipun perempuan ia juga harus mengikuti jadwal kerja untuk pekerja lepas pantai pada umumnya. Selama 2 minggu on duty ia juga menikmati shift malam selama 1 minggu, dimana jam kerja dimulai dari jam 18.00 hingga pagi jam 06.00. Perjuangan yang luar biasa untuk seorang perempuan. 

Rekan kerjanya hampir semua laki-laki, akan tetapi tak membuat Jane gentar, malah itu membuat ia semakin tertantang. Tak jarang dalam kondisi cuaca sedang badai, barge tempat ia berkantor di tengah laut pun bergoyang. Jika tak tahan, kondisi buruk ini bisa membuat kepala pening bahkan mual-mual. Tapi lagi-lagi ini membuktikan Jane adalah seorang perempuan tangguh dan tahan banting. Atas kontribusinya untuk dunia perminyakan tanah air dan juga pengorbanannya demi bangsa dan negara, ia layak menjadi seorang Pahlawan Pertamina. 




Mengurangi kegalauan

Mengurangi kegalauan:
- kunjungi tempat yg ada orang yg lebih tdk beruntung dr kita, misal panti jompo, panti asuhan, ugd. Ngobrol bersama mereka. Hidup kita tak sesusah mereka, kita susah tak sendirian
- ngoceh sendiri di kamar apa yg dikeluhkan saat ini, karena galau bisa dipicu karena terlalu banyak menekan, menahan. Luapkan dgn ucapan di kamar.
- tulis kebaikan yg pernah dilakukan dan prestasi yg pernah diraih. 
- ngobrol sm teman yg optimistis, hindari yg pesimistis. 
- tanamkan dalam diri bahwa masalah bukan bencana, tapi hanya ujian untuk memperkuat jiwa. 

Wednesday, November 13, 2019

Ibis Nusa Dua, Kondangan Ke Bajera, Odalan

"Jika banyak orang terlihat salah, itu tanda seseorang perlu belajar. Jika yang terlihat salah tidak lagi orang lain, tapi diri sendiri, itu tanda belajarnya sudah mulai. Begitu tidak ada lagi yang terlihat salah, maka belajarnya selesai."

Off 30 Okt - 13 Nov 2019. 

Rabu 30 Oktober kami ber-8 training BFF di Santan. Jam 14.30 kami langsung tancap menuju Balikpapan dan jam 19.30 sudah tiba, aku menginap di Golden Snail MT Haryono. Esoknya baru aku ke Bali dengan Citilink. 

Jumat 1 Nov kami berlalu menuju Ibis Nusadua. Menginap 2 malam. Pada hari Minggu kami mampir di pameran art bali dan juga mampir memberi bekal Tiwik di Asrama. Minggu sore kami tiba di Pandak. 4 Nov anjep sekolah dan mampir ke Nadhi Mart membelikan hadiah Nana Citta ultah. 5 November ke kos isi pulsa listrik, beli speaker aktif di Indrawan lalu tiup lilin sorenya di rumah ultah Nana. 

Rabu 6 Nov pagi odalan di prajapati dan siangnya kami kondangan ke Bajera, anak blidek Predi nikah ngalih sentana. Kamis ibu ngayah di pura Ciwa dan aku jemput anak-anak dan pulangnya mampir McD yang baru buka di bypass Tabanan. Jumat 8 Nov ibu ke dokter gigi di RS Nyitdah lalu siang hingga sore servis Splash 31.000 km. 

Sabtu 9 Nov Citta main di jero dan Nana ke Caca. Sorenya tiup lilin ultah Citta di jero dan makan malam bersama wayah ninik di warung CS Bedha. Minggu di rumah aja, pasang wastra di sanggah dan rekaman lagu ke 12, Lets Rock the Platforms. 

Senin 11 Nov ngayah pura Ciwa, pasang wastra, sore bawa banten dan setelah itu metebasan. Ibu pas tidak boleh alias M. Selasa pagi ngayah mebat dan sorenya odalan, aku pura sama anak-anak saja. Esoknya Rabu 13 Nov samsat vario merah dan sore odalan jumah bedangin, malamnya aku tak ke pura karena capek. 

Kamis pagi masih bisa anjep anak-anak sekolah, siangnya ibu anter aku sampe di Bali Buda dan deba titip mbah dona. Aku berangkat mundur sehari dan coba pertama kali pesawat Batik Air langsung dari DPS menuju SMD. Pesawat delay 1 jam. Jam 17.30 sore landing dan langsung naik gocar menuju Santan, mobilnya Brio. Jam 19.30 baru tiba di Santan, mampir makan di Marangkayu yang malam itu ada pasar malam. Esoknya aku ke Attaka bersama Wisnu naik Perkutut membawa oleh-oleh nasi kuning.


Ibis Nusa Dua, Kondangan dan Odalan

"Jika banyak orang terlihat salah, itu tanda seseorang perlu belajar. Jika yang terlihat salah tidak lagi orang lain, tapi diri sendiri, itu tanda belajarnya sudah mulai. Begitu tidak ada lagi yang terlihat salah, maka belajarnya selesai."

Off 30 Okt - 13 Nov
Rabu 30 Oktober kami ber-8 training BFF di Santan. Jam 14.30 kami langsung tancap menuju Balikpapan dan jam 19.30 sudah tiba, aku menginap di Golden Snail MT Haryono. Esoknya baru aku ke Bali dengan Citilink. 

Jumat 1 Nov kami berlalu menuju Ibis Nusadua. Menginap 2 malam. Pada hari Minggu kami mampir di pameran art bali dan juga mampir memberi bekal Tiwik di Asrama. Minggu sore kami tiba di Pandak. 4 Nov anjep sekolah dan mampir ke Nadhi Mart membelikan hadiah Nana Citta ultah. 5 November ke kos isi pulsa listrik, beli speaker aktif di Indrawan lalu tiup lilin sorenya di rumah ultah Nana. 

Rabu 6 Nov pagi odalan di prajapati dan siangnya kami kondangan ke Bajera, anak blidek Predi nikah ngalih sentana. Kamis ibu ngayah di pura Ciwa dan aku jemput anak-anak dan pulangnya mampir McD yang baru buka di bypass Tabanan. Jumat 8 Nov ibu ke dokter gigi di RS Nyitdah lalu siang hingga sore servis Splash 31.000 km. 

Sabtu 9 Nov Citta main di jero dan Nana ke Caca. Sorenya tiup lilin ultah Citta di jero dan makan malam bersama wayah ninik di warung CS Bedha. Minggu di rumah aja, pasang wastra di sanggah dan rekaman lagu ke 12, Lets Rock the Platforms. 

Senin 11 Nov ngayah pura Ciwa, pasang wastra, sore bawa banten dan setelah itu metebasan. Ibu pas tidak boleh alias M. Selasa pagi ngayah mebat dan sorenya odalan, aku pura sama anak-anak saja. Esoknya Rabu 13 Nov samsat vario merah dan sore odalan jumah bedangin, malamnya aku tak ke pura karena capek. 

Kamis pagi masih bisa anjep anak-anak sekolah, siangnya ibu anter aku sampe di Bali Buda dan deba titip mbah dona. Aku berangkat mundur sehari dan coba pertama kali pesawat Batik Air langsung dari DPS menuju SMD. Pesawat delay 1 jam. Jam 17.30 sore landing dan langsung naik gocar menuju Santan, mobilnya Brio. Jam 19.30 baru tiba di Santan, mampir makan di Marangkayu yang malam itu ada pasar malam. Esoknya aku ke Attaka bersama Wisnu naik Perkutut membawa oleh-oleh nasi kuning.



Mas Gatot dan Komandan Apris

Mas Gatot Raharjo dan Pak Apris adalah dua pekerja di Attaka Field, wilayah kerja lepas pantai di Pertamina Hulu Kalimantan Timur. Mas Gatot adalah salah seorang QHSSE Spesialist yang bertugas memastikan pelaksanaan HSSE berjalan dengan baik di area kerja Attaka Field. Sedangkan Pak Apris bekerja sebagai Lead Mechanic yang bertugas menjaga dan merawat peralatan mekanikal di area kerja Attaka Field. 

Kedua insan Pertamina ini memiliki jadwal kerja 2-2 yaitu 2 minggu on duty, 2 minggu off duty. Mereka bekerja di Attaka Field dengan perjalanan yang memakan waktu sekitar 6 jam dari Balikpapan menuju Santan dengan perjalanan darat, disambung dengan boat selama 1,5 jam menuju area lepas pantai. Jika mas Gatot sudah sekitar 16 tahun bekerja di Attaka, sementara Pak Apris telah bekerja di Attaka selama lebih dari 30 tahun. Jika dikonversi sesuai schedule 2-2, maka separuh hidup mereka dedikasikan untuk bekerja di lepas pantai, meninggalkan keluarga, jauh dari anak-istri, bekerja di daerah dengan resiko tinggi baik resiko alam maupun resiko proses. Namun mereka berjuang tak kenal lelah, pantang menyerah, mengabdi untuk negeri, menjadi insan Pertamina yang berguna bagi bangsa dan negara. 






Tuesday, November 12, 2019

Pak Yomo Sang Kuli Minyak Lepas Pantai

Pagi-pagi sebelum matahari terbit, saat orang-orang sedang bermimpi, Pak Yomo bersama rekan-rekan kerja yang lain, berangkat keliling anjungan untuk mengejar mimpi. Ia bekerja sebagai operator produksi yang mempunyai tugas untuk memastikan sumur-sumur minyak mengalir dengan lancar. Ia bekerja dengan jadwal 2-2, 2 minggu on duty dan 2 minggu off duty.

Pak Yomo sudah bekerja selama 35 tahun di Attaka Field, North Offshore, Pertamina Hulu Kalimantan Timur. Awalnya ia bekerja sebagai karyawan kontraktor, karena prestasi dan dedikasi terhadap perusahaan, kemudian di hire sebagai pegawai tetap. Pak Yomo sejak awal bekerja sebagai operator produksi, bekerja dari remote ke remote, dari STS ke STS di area Attaka Field. Barangkali ia sudah hapal hingga sudut-sudut anjungan. Baginya sumur minyak dan gas sudah menjadi seperti anak sendiri, ia rawat dan jaga dengan hati. Hanya dengan meraba flow line ia tahu apakah sumurnya sudah mulai mengalirkan minyak atau lagi ngambek. Jika sumur-sumur ngambek, tidak mau mengalir, dengan kepiawaiannya dan kesabarannya, tak ada sumur yang tak bisa takluk olehnya. 

Pak Yomo adalah sosok yang bersahabat, memiliki integritas, pekerja keras dan pantang menyerah. Jika bekerja bersama dengan beliau, harus siapkan fisik dan mental, karena ia adalah pekerja tak kenal lelah. Bagaimana ia bisa bekerja selama itu, di tempat kerja yang sama? Menurutnya, keikhlasan dalam bekerja adalah yang paling utama. Mensyukuri setiap jengkal rejeki yang mengalir lewat dia. 

"Jika kita sudah memberikan yang terbaik untuk perusahaan, maka perusahaan pasti akan memberikan yang terbaik bagi kita", kisahnya di sela-sela istirahat di sebuah control room anjungan remote. 

Pekerja Pertamina memang seharusnya demikian. Berdedikasi untuk perusahaan, berintegritas dan memberikan hasil melebihi keinginan pelanggan. Disamping itu insan Pertamina sudah berkewajiban menjaga kejujuran dalam bekerja, menerima setiap tantangan baru yang diberikan perusahaan, serta mendukung setiap program perusahaan untuk menghasilkan produksi yang ditargetkan. 

Tahun ini, bapak yang mempunyai motto hidup "hidup gembira panjang usia" ini memasuki masa purnakarya. Ketika ditanya apakah ada impian yang belum tercapai, ia menjawab dengan lugas, semua impiannya sudah tercapai bahkan Tuhan telah memberikan berlimpah rejeki selama bekerja di Attaka Field. Terima kasih atas sumbangsih untuk perusahaan, bangsa, negara dan industri minyak indonesia dan dunia. Semoga di masa pensiun ini Pak Yomo beserta keluarga tetap diberikan kesehatan dan panjang usia.

#pertaminaemployeejurnalism #EnergiUntukMaju #essay #pertamina

Tuesday, November 05, 2019

Hutan Raya Pertamina, Wujud Nyata Pertamina Sayangi Bumi

Bumi dengan berbagai permasalahannya telah menjadi perhatian tidak sedikit pecinta lingkungan baik tingkat nasional maupun tingkat dunia. Sejak dulu hingga saat ini bumi memiliki berbagai masalah mulai dari masalah yang ditimbulkan oleh perubahan iklim, ledakan populasi yang tak terkendali, penipisan sumber daya alam, penipisan lapisan ozon akibat efek rumah kaca, penggundulan hutan, kepunahan keanekaragaman hayati, fenomena hujan asam, pembuangan limbah beracun secara sembarangan, hingga rekayasa genetika. Para aktivis pecinta lingkungan telah bekerja keras berupaya melakukan berbagai program dan tak bosannya mengajak masyarakat dunia untuk berperan aktif dalam upaya penyelamatan bumi dari permasalahan yang ada. 

Di tempat kerja kami yakni Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) di Daerah Operasi Laut Bagian Utara (North Offshore) telah lama melakukan berbagai program dan aktivitas untuk mendukung program-program menyayangi bumi kita tercinta. Mulai dari melakukan pemisahan terhadap jenis sampah menjadi 3 bagian, memastikan kadar minyak dalam air buangan limbah sisa produksi yang dibuang ke laut tidak lebih dari 25 ppm, melakukan inovasi pada mesin generator dengan memasang tekonologi Catalytic Converter untuk mengurangi polusi CO dalam sisa pembakaran yang dibuang ke udara. Disamping itu ada juga program penghematan energi listrik mulai dari mengganti AC (air conditioner) dengan teknologi inverter yang lebih hemat listrik, penggunaan lampu LED di proses area yang lebih hemat energi (nyala lebih terang untuk watt yang sama), penggunaan sun switch yaitu perangkat yang  otomatis mematikan lampu penerangan di platform-platform ketika hari sudah terang. 

Kesemua program tersebut berujung pada penghematan penggunaan bahan bakar gas alam dan berujung pada lebih sedikitnya gas buangan yang dibuang ke udara lepas. Disamping itu di lapangan kami sudah lama mewajibkan setiap karyawannya menggunakan botol minum sendiri untuk mengurangi sampah plastik dari botol air mineral. Yang terbaru adalah dengan memanfaatkan udara panas buangan dari AC (air conditioner) digunakan sebagai pemanas air untuk kamar mandi. Disamping lebih hemat listrik karena tidak perlu memasang water heater, juga mengurangi panas buangan yang dibuang ke udara. 

Dalam skala yang lebih luas, Pertamina sebagai korporasi raksasa di Indonesia, telah melakukan banyak sekali program-program yang peduli lingkungan yang tertuang dalam program CSR (Corporate Social Responsibility) dan diwujudkan dalam program Community Development. Mulai dari program efisiensi energi yang telah melakukan lebih dari 1.000 inovasi energi dengan penurunan sekitar 1.600 GWh tenaga listrik. Ada juga program menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca yang telah menurunkan emisi setara dengan 5,6 Juta Ton CO2e dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Pengelolaan limbah B3 yang dihasilkan dari kegiatan operasi Pertamina dengan menerapkan 3R (reduce, reuse, recycle), dalam waktu 5 tahun Pertamina telah berhasil menurunkan sebanyak lebih dari 400 ribu ton limbah B3. Disamping itu Pertamina juga berhasil menurunkan limbah non B3 sebanyak lebih dari 158 juta ton. Program konservasi air berhasil menurunkan penggunaan air dalam proses industri sebanyak 15.000 meter kubik. Ada pula banyak program penyelamatan keanekaragaman hayati, penghijauan, coastal clean up, pengembangan energi terbarukan, hingga memproduksi BBM ramah lingkungan. 
Disamping program-program yang telah berjalan, ada baiknya Pertamina mempertimbangkan beberapa program berikut sebagai tambahan program yang telah ada. Misalnya untuk menghemat penggunaan BBM, setiap karyawan Pertamina sebaiknya menghindari penggunaan kendaraan pribadi untuk bepergian ke kantor. Karyawan wajib menggunakan kendaraan umum, atau bisa juga menggunakan sepeda untuk ke tempat kerja (bike to work), sehat dan ramah lingkungan. 

Di samping itu Pertamina agar lebih gencar mempromosikan program penghematan BBM ke masyarakat, khususnya masyarakat-masyarakat di kota besar dengan menampilkan fakta-fakta cadangan minyak kita yang semakin menurun hingga seberapa banyak kita mengimpor BBM dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan energi harian. Dari sisi pribadi, setiap karyawan Pertamina juga bisa menjadi agen perubahan dengan memanfaatkan pemanas air tenaga matahari untuk kamar mandi di rumah masing-masing, hemat listrik sekaligus ramah lingkungan. Aktivitas lain juga bisa mencoba melaksanakan program earth hour, mematikan peralatan listrik di rumah selama 1 jam setiap hari. Terkesan sepele, tapi jika dilakukan oleh ribuan karyawan di berbagai pelosok negeri akan bisa berdampak luar biasa. 

Yang terakhir adalah membuat hutan buatan. Pertamina bisa membeli ratusan hektar lahan di area perkotaaan, kemudian ditanami pohon peneduh dan dalam beberapa tahun ke depan akan tercipta sebuah hutan buatan dengan nama "Hutan Raya Pertamina", dilengkapi dengan fasilitas jogging track yang membuat para penggemar jogging bisa menikmati udara segar di tengah polusi udara kota yang kian hari kian meninggi. Semoga terwujud. 

#pertaminaemployeejournalism #EnergiUntukMaju




Wednesday, October 30, 2019

Attaka Trip 34 - Konser, Upacara, BFF

Attaka Trip 34
16-29 Oktober 2019
16 otw via btg
17 fox osc slug catcher
18 di lq
19 di lq
20 fs ftest
21 tagging sdv lg
22 juliet ftest
23 tagging sdv p cp
24 tagging sdv alpa
25-27 pasir ridge setahun bersama phkt
28 upacara sumpah pemuda, lima pm
29 prod, pcv
30 trening bff, nginep golden snail
31 ke bali



Training BFF 30 Oktober 2019

Setelah dua tahun, akhirnya kami training BFF lagi di Santan. Kali ini bersama PHKT dan diajar oleh pak Suharso. 

Rabu pagi jam 5.30 boat crew change menuju Santan. Aku bersama 7 orang rekan maintenance: Gede, Widodo, Wisnu, Purwo, Yusuf, Bambang, Gantino dan Anang. Teori kami lakukan sebelum jam 11.30, makan siang beli di luar ayam penyet Kutai. Kami makan bersama di meja training. 

Jam 1 hingga jam 2 kami praktek. Gantino dan Anang cus duluan dengan kendaraan sendiri karena Anang ngejar pesawat jam 17.30. Sedangkan kami berlima: aku, Pakwok, Bembeng, Widodo dan Wisnu berlalu menuju Balikpapan jam 14.30. Jam 20.30 kami tiba dan aku menginap di Golden Snail MT Haryono semalam, esok lanjut Citilink menuju Bali. Badan terasa remuk tapi happy karena sebentar lagi kan bertemu pujaan hati. 






Sunday, October 27, 2019

Konser di Pasir Ridge

Tanggal 26 Oktober kemaren berkesempatan membawakan 3 buah lagu tentang Selat Makazzar karanganku pada acara Setahun Bersama PHKT di Pasir Ridge. Laut Biruku, Ode dan Badai Selat Makazzar dibawakan bersama Ilham pada vokal, Widodo pada ritem, Padlan bas, Rendra drum dan aku gitar sekaligus backing vokal. 

Jumat jam 3 subuh aku dan Om Widodo ke Santan lalu lanjut ke Balikpapan dengan bis yang kepenuhan. Aku menginap di Permata Residence di MT Haryono, sebuah kos-kosan 57 kamar. Lalu malamnya hendak cek sound tapi batal, akhirnya ngopi di Pasar Segar BB. Esok paginya jam 9 kami baru latihan di sebuah studio sederhana di strat 1. Jam 11 cek sound dan jam 2 aku pulang dulu untuk istirahat. Tapi gak bisa tidur karena jam 3 sore aku balik ke Pasir Ridge lagi. 

Jam 4 kami main membawakan 3 lagu. Pak Feri dan Pak AA menyalami kami ketika turun panggung. Acaranya keren dan rame. Banyak souvenir dan door prize. Jam 5 sore aku balik saja menuju hotel. Istirahat karena esoknya berangkat lagi balik ke Attaka. Jam 8 pagi naik Innova bersama Widodo, mampir di big mall, lewat badak dan istirahat di Santan lalu sorenya kami menuju Attaka. Pengalaman yang luar biasa. 




Friday, October 18, 2019

Bedugul, Rekaman dan UTS

"HATI yang baik itu seperti KEBUN,
PIKIRAN yg baik itu AKARNYA,
PERKATAAN yg baik itu Bunganya,
PERBUATAN yg baik itu BUAHNYA"

Off 2-15 Okt 2019
Off kali ini aku ikut Colibri lewat Tirta Rajawali, Selasa malem menuju Balikpapan. Bersama Mas Purwo, Wisnu, Widana dan Johansyah jam 23.00 kami menembus malam dan tiba jam 6 kurang di Pilot Jety. Sarapan lontong sayur di Gunung Sari lalu lanjut ke Blue Sky sambil nunggu pesawat Citilink ke Bali. Lumayan bisa pulang sehari lebih awal. Rabu sore sudah di Pandak. Aku tiba di rumah lebih dulu sementara ibu masih jemput anak2. 

Esoknya Kamis kami mengunjungi kos sepulang dari anter anak-anak sekolah. Jumat mampir di pasar Tabanan, membeli topeng monyet dan topeng Bali. Sabtu pagi naik motor ke sawah keliling Pandak sama Deba. Siang ke warung CS Pesiapan, Nana dan Citta ke rumah temannya. Minggu pagi aku gowes, sementara anak2 belajar di rumah karena esok UTS. Aku bisa rekaman dan jadi 5 lagu sekaligus: Pulang, Lepaskan, Darahku, Pergi dari Attaka dan Hey Laut Biruku. 

Senin pagi kami antar anak2 untuk UTS, siangnya makan siang be genyol Bunglon di Sangulan. Massage di KS Tubun, juga sempat rekam lagu sama ibu di rumah. Selasa 8 Oktober urus mutasi tanah Denbantas, salah bayar pajak akhirnya bayar PBB lagi di BPD Tabanan. Jadinya bulan Mei 2019. 

Rabu 9 Oktober anjep anak2, gowes seputar kebilbil, beli nasgor malem buat ibu. Rekam lagu Sudah Dua Minggudan rekam lagu deba Aho Uwek yang diminati banyak kawan setelah diupload di FB. Imut dan lucu katanya Deba. Kamis maksi di Mikotiam bersama mami Mikaila, baikin HP Nana dan ke Kasih Ibu ambil hasil pap smear ibu, syukurlah hasilnya aman-aman saja. 

Jumat Nana Citta titip di teman2nya, aku, ibu dan deba ke Gale. Sabtu akhirnya kesampaian juga ke Bedugul, lewat jalan belakang. Minggu sembahyang purnama di pura Ciwa, nonton lomba layangan Pangkung Kite Festival di sawah depan rumah. 400an layangan memenuhi langit pandak Gede sore itu. Aku bikinkan video liputan dengan lagu latar Aku Cinta Tabanan, sekalian promosi. Hingga hari ini sudah lebih dari 1100 view di FB dan dishare lebih dari 20 orang. Sore mebanten ke kos sambil nagih uang kos ke mbak Lina. 

Senin anter jemput anak2, siangnya saat mau jemput mampir kos untuk ganti kran air. Tapi apa daya sekujur badan kesembur air dan aku basah kuyup. Akhirnya beli baju dan celana dauh pala, lalu makan siang ayam lalapan depan sekolah. Aku juga monitor tensi selama 2 minggu full didapat kesimpulan aku sering merasa keliyengan namun tensi normal aja, minus dan silindris mata juga tidak berubah. Ini yang masih perlu dicari penyebabnya. Belum sempat ke dokter lagi.  

Selasa dianter ibu menuju Kerobokan lanjut go car menuju bandara. Citilink hari itu tiba on time dan menginap di esai. Mulai membuat video story IG. Malamnya diurut mas Bahrul yang bikin sakit badan. 

Rabu pagi kami menuju Bontang, ada Kharisman yg menginap pertama kali di esai. Anang dan Bambang tanda tangan PKWT ke Pasir Ridge bersama kawan2 lainnya. 

Sore ini aku bersandar di kursi biru Colibri yang mengawal kami menuju Attaka, sembari terus update IG story. Sekedar berbagi perjalanan menuju offshore. Semoga perjalanan panjang ini membawa berkah dan selamat. Aku disini untukmu bidadariku.




Attaka Trip 33 CLARA, PMS dan Badge Baru

"Jika tidak bisa membersihkan, cukup jangan membuat kotor."

On Duty 18 Sept - 2 Okt 2019.
On kali ini lewat Bontang, menginap semalam di Esai bersama Bambang. Kamis langsung dapat tugas di Foxtrot dan FS ada function test dan WO. Jumat meeting mingguan tanpa makan2. Sabtu bikin CLARA. PMS midyear. Minggu service G8011 dan ganti HE, aku kebagian isolasi proses di F dan FS. Senin function test di Lima, screening WO bareng mas Anang. Selasa 24 Sept bypass GP Vibration melalui PLC karena sering kena. Rabu crew change, ada kelas edukasi Jantung. Oya aku membuat 50 stiker north offshore buat kubagi-bagi ke kawan-kawan. Cek probe GP di CP. Kamis malem farewell pak Sugiani yg mau pensiun. Kami attakakustik bawakan 2 lagu untuk menghibur. 

Jumat 27 Sept, meeting buras dari Yandi. Pembagian badge baru resmi tegak PKWTT. Sabtu function test ke Oscar bersama Jumri dan Widodo. Minggu pasang stiffner SDV incoming Lima. Senin PM CP bareng pakwok. Selasa 1 Oktober PM battery sama Bembeng di CP, closing WO, kirim HART ke Fox untuk Oscar online. Malamnya aku bersama Pakwok, Wisnu, Widana dan Johansyah ikut crew change Tirta Rajawali yang lagi mangkal di Bravo, menuju Balikpapan jam 11 malam. 

On ini pula aku nitip stiker sama pakde Yasin, nitip splitter dan K-Plug sama Sapto di Solo. Semoga perjalanan ini membawa kebahagiaan bagi setiap makhluk. 




Wednesday, September 18, 2019

Grand Sunti, Ngejam dan Nana-Deba Sakit

Off 04-17 Sept 2019

Off kali ini kami pulang lewat Santan. Namun aku memilih menginap semalam lagi di Balikpapan, J Icon Hotel di ewalk jadi pilihan malam itu. Bahkan ada live music di cafe lantai bawah. Makan malam di Solaria ewalk. Siang itu sebenarnya kami tiba jam 13.50 sore di bandara, berangkat jam 5.30 dari Attaka. Tapi salah prediksi. Ya sudah tidak masalah. 

Esoknya Kamis cerah, aku pulang ke Bali dengan Citilink. Ke Pandak naik go car lancar tanpa hambatan. Jumat antar jemput dan istirahat di rumah aja. Sabtu kami menuju bagian tengah Bali yakni Ubud menginap semalam di Grand Sunti, sebelum cek in, kami maksi di warung ayam betutu bu Mangku di Kedewatan. Sorenya makan malak di sebuah cafe Famous pizza milik bule, yang belanja juga bule-bule. Tempatnya asik dengan halaman belakang yg lapang. 

Esoknya kami bikin video dan foto2, sebelum pulang kami makan siang di warung Sopa Vegetarian. Isinya juga banyakan bule, di bagian belakang ada studio yoga dan playground. 

Senin kami cek kos dan ke jero melihat wayah pasang sanggah taksu di halaman, hasil meluasang. Trus cuci mobil di Sudimara sama anak-anak. Selasa kembali ke kos cek kamar 4 yang sudah menghilang kabur dengan tunggakan 2 bulan. Tapi kami sepakat untuk mengikhlaskannya saja. Kamar 1 juga sudah terisi oleh seorang guru SLB. 

Rabu aku ngejam bersama 3 anak ISI di pandak juga Giri datang dari Gianyar lebiu dulu. Dari jam 11 sampe jam 6 sore baru dapat 1 lagu, direkam. Kamis ngambil kaos alumni di Gung Pasca. Trus beli es krim legend Tabanan, lalu ke Kasih Ibu konsultasi untuk papsmear. Jumat 13 Sept paginya gowes 15 menit seputar rumah aja. Sorenya anter ibu ambil papsmear, nunggu 3 jam wow lama banget. Sempet mampir ke Gedung Mario, foto2 lagi ada acara porprov. Sorenya makan babi guling Nyitdah. 

Sabtu dina purnama, kami sembahyang di pura Ciwa, siangnya lanjut nangkil di pura Dalem. Anak2 titip di mbah Dona. Sorenya makan nasi betutu koripan dibungkus. Minggu ke BW, bapak kliengan, akhirnya tiduran di mobil aja. 

Senin Nana libur karena demam, sorenya eba demam dan diare. Kemungkinan karena minum es di BW kemaren. Tapi ajaib eba itu demamnya ilang cepet banget hanya dengan gosok2 minyak 88. Paginya mampir ke jero untuk tengok wayah persiapan melaspas Taksu esok Anggara Kasih Tambir. 

Selasa ke Balikpapan, nginep di esai dan mampir ke majesty. Malam itu pula mas Ismet trip terakhir di Attaka untuk pindah ke Sepinggan. Di Samarinda kami makan sate ayam dekat Robinson. Sore ini aku duduk di pojokan Colibri yang mengantarkan kami ke Attaka dari Bontang. Semoga perjalanan ini mendapat berkah kesehatan, keselamatan dan kemudahan demi keluarga di rumah. Svaha. 




Wednesday, September 04, 2019

Facebook vs Instagram Likes

Beberapa hari lalu saya tes posting membandingkan like dan komen antara IG dan FB. Berikut perbandingannya. 

IG
58 views = 6.6%
18 likes = 31%
2 comment = 3.4%
878 followers

FB
216 view = 16.4%
58 likes = 26.9%
9 comment = 4.2 %
1316 friends

Marah

Hari ini, Galungan, aku marah ke anakku nomor dua. Gara2 hal sepele, ketika ia merekam video slime ia pakai earphone ku untuk membuat video tak bersuara. Earphone ku kotor menempel slime aku marah dan Citta ngambek tak mau bikin video lagi. Menyesalnya aku hari itu. Ku rayu ia juga tak mau. 

Ingin menangis rasanya, mengapa aku jadi mudah meledak. Lebih berharga kebahagiaan dan keceriaan anak-anak bermain dibandingkan earpone kotor yang bisa dibersihkan lagi, lagian harganya hanya 80rb tak sebanding dengan keceriaannya bermain saat itu.

Menyembuhkan Luka Jiwa dan Membangkitkan Energi Positif

Menyembuhkan Luka Jiwa:
1. cari kesibukan bermanfaat,salah satunya adalah menulis
2. karena menulis adalah terapi bagi jiwa yang sakit dan terluka
3. hindari duduk bermenung diri
alihkan pikiran dari bayangan peristiwa menyakitkan
4. bakar semua foto foto yang dapat memicu kambuhnya luka hati yang sudah mulai bertaut
banyak bergaul dan ikut dalam berbagai aktivitas sosial
5. yakinkan diri,bahwa masih banyak orang yang baik di dunia ini
6. pahami,bahwa tidak semua hal bisa terjadi sesuai maunya kita
7. dan, tentunya berdoa menurut keyakinan kita masing masing
8. Mengambil Hikmahnya dan Dijadikan Pelajaran Hidup

Energi positif penyeimbang:
-Bikin daftar panjang hal indah yg pernah dilakukan
-Daftar panjang orang baik dalam hidup
-Habiskan banyak waktu di alam terbuka
Dengan rasa syukur dan terima kasih
-Cintai diri apa adanya
-Pemaaf bagi diri sendiri
-Tarik napas dalam
-Katakan kepada orang melukai
Saya sangat terluka mohon bantu saya menyembuhkan luka ini


Konsultasi Gizi 2 Agustus 2019

General fat 29.9 max 22
Fisceral fat 20 max 10

Diet:
- porsi makan diturunkan
- cara masak: tim, rebus, 
- kurangi manis2, gula maksimal 4 sdm/hari

Dengan BMI 32 kebutuhan kalori 2600 kkal
25% sarapan
10% coffee time
30% lunch
10% cofee time
25% dinner

Kurangi 100-500 kkal/hari --》 2 kg per bulan

2000 kkal per hari:
500 sarapan
200 ganti buah
600 lunch
200 ganti buah
500 dinner

Per 100 gram:
Nasi putih 175 kkal
Telor 90
Putih telor 50
Ayam 256
Ikan 100-120
Buah < 100


Setelan 7.4 Juta Rupiah

Kacamata 2.5jt
Kaos 100k
Jaket 400k
Jeans 500k
Jam tangan 2.5jt
Gelang korea 300k 
Sepatu 900k 
Sabuk 200k
Kaos kaki 20k
celana dalam 20k 




Paum Galungan Banjar Pangkung

Paum Galungan di Banjar Pangkung 22 Juli 2019
-Sampah plastik di rumah n pura
-Desa prakaman jadi desa adat
-Banyak2 seka2 diaktifkan kembali
-LPD diubah kepanjangannya menjadi labda pecingkreman desa adat
-KIA kartu identitas anak sudah bisa dibuat
-Kades sudah 3 bulan berhenti dijabat oleh PJS dari pemkab, tidak ikut next pilkades
-Pemilihan BPD
-Harga Gong 81jt (50jt sumbangan) 16jt kas, 15 jt dari pkk

Iuran 6 bulanan hanya:
-Bayar pemogpog 20rb x 3
-Nyingkrem 5000 x 3
-Sampah banjar pangkung senin kamis 

OPEX banjar pangkung:
Saldo awal 9jt
Income 13jt
Outcome 27jt
Saldo akhir 22 juli 14jt


Attaka Trip 32 - Acting, PKWTT dan Rekam Video

On duty 20 Ags-3 Sept 2019

On kali ini aku berangkat sehari lebih awal karena bayar utang Galungan kemarin. Perjalanan menuju Attaka via Santan. Rabu pagi seperti biasa menapaki hari pertama di laut dengan ceria. Kamis di CP troubleshoot meter gas lift yang tak bisa connect ke komputer. Hazard hunt di CP lalu RCA shutdown Serang dan kerokan di sisa malam oleh mas Bambang. 

Jumat nasi kuning, friday talk cara membaca hasil medical check up, lanjut RCA dan sorenya ibu mas Sigit meninggal dunia. Mulai Sabtu hingga Selasa aku acting TL 24-27 Agustus. Pak Didik meminta bikin list crew yang off duty. Menyiapkan barton recorder untuk Serang. Minggu order tubing yang pada habis. Senin order sensor gas detector dan SMV3051, Senin malam ngeband. 

Selasa membuat deklarasi COC COI. Rabu survey replacement air supply di Charlie. Sore jam 17.30 adalah pengumuman kotak-kotak, malamnya ngeband. 

Kamis 29 Agustus 2019 adalah hari bersejarah buat kami karena hari itu tandatangan PKWTT dan siangnya townhall. Ada sekitar 58 yang belum dapat kotak. 5 di antaranya di team kami. Sedih melihat suasana kegalauan kawan2. 3 di antara kami pindah ke area selatan. 

Jumat bikin PM cek list untuk melengkapi audit ISRS, pesta buras, isi OPSI dan CLARA dan malamnya rekam 2 lagu di kamar. Sabtu Minggu prepare panel PLC Bravo, modul2 sudah datang. Minggu 1 Sept TA STA tapi cuman ganti filter fuel. Bikin KIMAP Krohne. 

Senin painting di Production. Minta factory talkview ke Transavia. Selasa function test CP dan Rabu pagi kami pulang lewat Santan. Menginap semalam di Balikpapan lalu ke Bali esok Kamis dengan Citilink. 

Semoga perjalanan ini selamat dan penuh berkah. 

Trip
05.30- 700 atk stn 1.5jam
07.15-08.45 stn-bandara 1.5jam
07.15-09.45 stn smd 2.5 jam
09.45-09.50 smd smd 1.05 jam
09.50-13.50 smd bpn 4 jam




Gitar Baru, Nangkil Tanah Lot dan Seseh

Off 8-19 Agustus 2019

8 otw bali  gocar + ngojek
9 nangkil tanah lot
10 jalan santai sekolah, terpeleset
11 BW
12 beli gitar GA5F NS wiras
13 di rumah aja
14 olga dangin carik, uyengan ke ugd, tp gapapa, nangkil pura seseh
15 isi pulsa kos, gedung marya
16 di rumah aja
17 bikin video gitar 17agustus, lepangan pandak sm deba n nana, 
18 ibu beli jam, ke level21 beli tas, 
19 ke blkpapan naik citilink maju sehari