Wednesday, August 09, 2017

Naik Go Car


Pilih mana? Naik taxi bandara dengan biaya 300rb sopirnya orang lokal atau naik go car bayar cuma 100rb tapi sopirnya pendatang? 

Malam tadi saya diantarkan oleh seorang sopir dari pulau seberang. Konon ia narik go car baru 15 hari, sebelumnya Uber. Ia mengaku sudah digebuki sopir taxi bandara 2 kali, sopir taxi di Peti Tenget sekali. 

Suatu malam ia mengambil penumpang uber di bandara dan cilakanya ia tak tahu kalo taxi online dilarang ambil penumpang di bandara. 25 orang menghajarnya sampai bonyok. Hari berikutnya ia mengambil penumpang lagi namun hanya 5 orang yg menghajar. Tak cuma dihajar, 1 jam lebih ia diinterogasi dan akhirnya didenda 300rb. Di Peti Tenget ia dihajar oleh sekitar 10 orang. Ediannn. Ngerinya persaingan periuk nasi. 

Yang membuat makin menarik adalah ketika di uber ia bisa mendapat insentif bersih 2jt per minggu. Belum lagi uang dari customer yg rata2 300-400rb per hari. Setelah dipotong bensin, makan dan setoran ke yang punya mobil, 125rb bersih masuk kantong. Ia mengaku bekerja hanya 5 hari per minggunya. Mirip pekerja kantoran. Penghasilan bersihnya 10-12 juta per bulan. Muantappp kan.

Saya makin tertarik karena ia mengajari saya jadi pemilik mobil go car. "Mas beli mobil Avanza bekas saja seharga 120jt. Tiap hari si driver nyetor 175rb atau 5.25jt per bulan. Dalam waktu kurang dari 2 tahun, cicilan mobil lunas nas nas." Boljug nih. 

Malam itu saya mendapat banyak informasi menarik. 

No comments: